Dejurnal.com, Garut — Milad Yayasan yang dirangkaikan dengan peresmian perubahan bentuk perguruan tinggi, pelantikan rektor, serta peresmian Gedung Karsa Husada (Kampus 3) menjadi tonggak penting bagi pengembangan dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Garut. Acara tersebut berlangsung di Gedung Karsa Husada Kampus 3 STIKES Karsa Husada Garut, Jalan Proklamasi, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kaler, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni institusional, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan dan pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Dr. H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP menyampaikan pandangannya terkait kondisi pemerintahan dan dinamika pembangunan daerah saat ini. Ia menilai bahwa dalam satu tahun terakhir, stabilitas pemerintahan dan kondisi sosial masyarakat relatif terjaga dengan baik, meskipun terdapat tantangan besar dari sisi kebijakan fiskal dan anggaran.
“Kita tahu ada berbagai kebijakan dari pemerintah pusat yang mengharuskan pemerintah daerah mengoptimalkan pendapatan asli daerah. Ini tentu berdampak langsung, bukan hanya ke Pemda Garut, tapi juga ke desa-desa. ADD berkurang, anggaran bergoyang, dan ini realitas yang harus dihadapi bersama,” ujarnya.
Namun demikian, Rudy menegaskan bahwa sektor kesehatan justru menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan lagi pada arah kebijakan, tetapi pada optimalisasi komunikasi, konsolidasi anggaran, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Kalau saya lihat sekarang ini on the track. Tinggal penguatan dari sisi anggaran dan pemuatan program. Pak Bupati Syakur dan Ibu Wakil Bupati Putri juga aktif membangun komunikasi ke Jakarta dan Bandung. Sekarang yang penting adalah kolaborasi nyata,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara kepala daerah, DPRD Kabupaten Garut, dan anggota DPR RI asal daerah pemilihan Garut. Menurutnya, pembangunan tidak boleh terjebak pada program-program kecil yang tersebar, tetapi harus fokus pada proyek-proyek strategis berskala besar yang berdampak jangka panjang.
“Saya selalu sampaikan ke DPRD, jangan fokus ke yang kecil-kecil. Fokuslah ke hal besar. Infrastruktur besar itu yang menggerakkan ekonomi dan konektivitas wilayah,” tegasnya.
Rudy mencontohkan pembangunan infrastruktur jalan seperti wilayah Singajaya, Banjarwangi, Kadungora, hingga rencana jalur strategis menuju Wanaraja yang menurutnya harus menjadi prioritas jangka panjang. Ia juga menyinggung pentingnya perencanaan pembangunan hingga tahun 2030 agar tidak terjebak pada kebijakan jangka pendek yang terfragmentasi.
“Pembangunan itu harus visioner, bukan dipecah-pecah. GSW itu penting, jalur ke Wanaraja ke depan pasti macet kalau tidak dirancang dari sekarang. Ini bukan soal sekarang, tapi soal masa depan Garut,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Rudy menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut juga memiliki nilai emosional dan historis, karena ia merupakan bagian dari Yayasan STIKES Karsa Husada Garut yang didirikan dengan nilai perjuangan dan pengabdian, termasuk warisan perjuangan almarhum ayahandanya.
“Saya hadir bukan hanya sebagai pejabat, tapi sebagai bagian dari keluarga besar yayasan ini. Ini amanah, ini perjuangan, dan ini bagian dari pengabdian,” tutupnya.
Peresmian Kampus 3 STIKES Karsa Husada Garut diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia bidang kesehatan yang unggul, sekaligus menjadi simbol transformasi pendidikan tinggi yang selaras dengan arah pembangunan daerah Kabupaten Garut.***Willy












