Dejurnal.com, Bandung – Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri acara Syukuran Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung, di Sekretariat PWI Kabupaten Bandung Jalan Ciloa, Desa Pemekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (9/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung berdialog dengan anggota PWI. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Ketua PWI Kabupaten Bandung Enung D Susana, tentang bagaimana sikap atau yang dirasakan Bupati Dadang Supriatana dalam menghadapi wartawan selama menjadi pejabat publik, dari sebagai kepala desa, anggota DPRD Kabupaten Bandung, Anggota DPRD Provinsi dan kini menjadi Bupati Bandung.
Menjawab pertanyaan tersebut, Dadang Supriatana mengatakan, bahwa puluhan tahun ia dekat dengan wartawan, tidak pernah punya masalah. Ia menilai, kalau tidak ada wartawan, tidak mungkin informasi tersampaikan tentang program pembangunan, dan informasi lainnya.
Apa lagi dulu, terang Dadang Supriatna ketika belum ramai media sosial, informasi disampaikan hanya lewat media masa melalui wartawan.
Usai berdialog, Dadang Supriatna Menyampaikan harapannya, di momen HPN 2026 ini, bahwa insan pers untuk bisa lebih meningkatkan kapasitas dalam rangka transisi transformasi digitalisasi.
“Ini tidak bisa dihindari lagi, selama Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital- Pen) belum dibatasi saya kira ini merupakan tantangan bagi insan pers,” kata Dadang Supriatna yang didampingi Kadiskominfo Teguh Purwayadi, dan Komunikasi (PIKP) Diskominfo Sandy Apriatna.
Kegiatan tersebut juga dihadiri pegiat lingkungan Eyang Memet, Kepala SMPN 1 Soreang H. Enceng, serta perwakilan IJTI Korda Bandung Nopal.
Menurt Dadang Supriatna, karena Komdigi belum melarang apapun, beda lagi dengan di Cina, sudah tidak ada tik tok, tidak ada lagi aplikasi versus lainnya.”Kalau misalkan seperti di Cina, Komdiginya dibatasi, saya kira teman-teman pers tidak begitu kesulitan,” ujar Dadang Supriatna.
Menuru Dadang Supriatna, kondisi hari ini mau tidak mau teman-teman pers harus segera mentransformasi kepada digitalisasi yang lebih mendalam sehingga sasaran dan tujuan itu bisa tercapai, yaitu tujuannya pembaca atau publik atau masyarakat.
“Setelah saya kaji lagi silahkan Diskominfo , nanti untuk membantu untuk anggarannya ke depan untuk meningkatkan kapasitas dari pers di PWI ini, yang pada akhirnya bisa mengimbangi, menyesuaikan kondisi global yang saat ini sangat cepat,” katanya.
Bupati Bandung mengaku terkejut dengan beberapa aplikasi yang menurutnya kalau diam ketinggalan. “Maka saya mengajak kepada teman-teman pers, yu dalam memperingati Hari Pers Nasional ke 80 ini lebih segera menyesuaikan dan mentransformasi dalam kondisi digital yang sudah dirasakan dan berat di tengah-tengah masyarakat,” katanya.* Sopandi


















