Dejurnal.com, Bandung – Camat Margahayu Dr. Nur Hazanah ,S.STP., M.Tr. I.P., M.A.B mengapresiasi Posyandu 8A RW 08, Kp Sayati Hilir, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, karena di Posyandu tersebut selain memenuhi standar kesehatan balita, juga ada inovasi terintegrasi Bawaslu (Bawa Sampah Selalu ke Posyandu).
“Jadi tidak hanya untuk kesehatan balita tetapi juga kesehatan lingkungan. Selain sosialisasi juga edukasi terhadap lingkungan terutama pengelolaan sampah yang dikumpulkan menjadi tabungan emas,” kata Nur Hazanah saat mengunjungi Posyandu 8A RW 08 di halaman rumah Ketua RW 08, desa setempat, Jumat 6 Maret 2026.
Nur Hazanah yang baru dilantik jadi Camat Margahayu tanggal 2 Maret 2026 lalu, menggantikan camat sebelumnya Hj. Tati Suharyati ini berharap inovasi Bawaslu bisa ditiru oleh Posyandu yang lainya.
Mendampingi kunjungan Camat Margahayu, Kepala Desa Sayati Nandar Kusnandar mengatakan di Desa Sayati semua Posyandu berkolaborasi dengan program PKK.
Seluruh Posyandu itu, kata Nandar pertama selalu membawa sampah ke Posyandu, selain untuk kesehatan masyarakat secara fisik juga kesehatan lingkungan. Kemudian, sebut Nandar ada pojok literasi dimana warga masyarakat yang berkunjung ke Posyandu sambil menunggu didorong supaya minat bacanya muncul lagi.
“Karena tren sekarang minat baca itu sudah berkurang anak-anakn lebih antusiasnya ke gadgate,” kata Nandar.
Ia menjelaskan, setiap hari kegiatan Posyandu di Desa Sayati selalu ada dari jam delapan, bergiliran tiap RW.
Ketua RW 08 H. Wawan Karnawan mengaku sirinya selalu mendorong warganya terhadap Selakau bawa sampah atau Bawaslu. Selain memilah sampah sejak rumah juga memiliki nilai ekonomis dengan tabungan emasnya.
Dalam setiap kegiatan Posyandu sampah yang dibawa warga merupakan sampah yang bisa dijual.” Nanti ditimbang, dihitung berapa kilo sampah yang dibawa warga k Posyandu, nanti satu saat dibayar sesui jumlah yang dibawa,” kata H. Wawan.* Sopandi




















