CIAMIS, deJurnal,- Kesadaran mengurangi sampah plastik terus diperkuat di Kabupaten Ciamis.
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) tak henti-hentinya menggaungkan himbauan kepada warga untuk meninggalkan plastik sekali pakai dan mulai menerapkan pola hidup ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.
Upaya tersebut diwujudkan melalui gerakan “Ciamis Cantik Tanpa Sampah Plastik” yang kini mulai terlihat dampaknya di tengah masyarakat.
Di sejumlah pasar tradisional, warga mulai terbiasa membawa tas belanja sendiri sebagai pengganti kantong plastik.
Langkah sederhana tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menekan timbulan sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan di daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Irwan Efendi menyampaikan himbauan tersebut terus digaungkan bukan hanya sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Gerakan ini adalah ajakan nyata kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Perubahan perilaku bisa dimulai dari hal kecil, seperti membawa tas belanja sendiri saat ke pasar,” ujarnya Selasa (31/03/2026)
Menurutnya, pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Dengan memilah sampah sejak awal, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara signifikan.
“Kami terus mendorong masyarakat agar membiasakan memilah sampah. Ini penting untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Gerakan juga sejalan dengan visi Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yaitu “Ciamis Maju dan Berkelanjutan”, yang menempatkan aspek lingkungan sebagai prioritas pembangunan daerah.
Dalam misinya, pemerintah daerah menekankan pentingnya peningkatan kualitas lingkungan hidup melalui pengelolaan sampah yang terpadu serta penguatan kesadaran masyarakat.
Bupati Herdiat pun secara konsisten selalu mengimbau masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup.
Capaian Kabupaten Ciamis sebagai salah satu kota kecil terbersih di tingkat ASEAN menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Predikat tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Dikatakan Irwan DPRKPLH Ciamis akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, baik di pasar, sekolah, maupun lingkungan permukiman.
Irwan berharap dengan sinergi yang kuat, gerakan “Ciamis Cantik Tanpa Sampah Plastik” mampu menjadi budaya baru dalam kehidupan masyarakat.
“Melalui langkah berkelanjutan ini, Ciamis tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai daerah yang peduli terhadap masa depan dan kelestarian alam,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















