• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Mei 15, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Geliat Pengrajin Batu Akik Ciamis Kembali Bangkit, Terkendala Daya Beli dan Tren Pasar

bydejurnalcom
Selasa, 31 Maret 2026
Reading Time: 2 mins read
Geliat Pengrajin Batu Akik Ciamis Kembali Bangkit, Terkendala Daya Beli dan Tren Pasar
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Setelah sempat meredup pascaboombing beberapa tahun lalu, geliat pengrajin batu akik di Kabupaten Ciamis perlahan kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Meski belum sepenuhnya pulih, aktivitas produksi dan transaksi mulai menggeliat, ditopang oleh para pecinta batu akik yang masih setia mempertahankan hobi mereka.

Di balik kebangkitannya para pengrajin mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

BacaJuga :

PAKSI Garut Resmi Dilantik, Siap Berikan Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu

Bukan Sekadar Warga Belajar, Kepala Desa hingga RT Ikut Lulus Paket C di PKBM Hidayah Galuh Ciamis

178 Warga Belajar PKBM Hidayah Galuh Ciamis Lulus 100 Persen, Siap Lanjut Kuliah dan Dunia Kerja

Kondisi ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi minat pembeli, sehingga berdampak langsung terhadap omzet para pelaku usaha batu akik.

Rana Maulana, pengrajin sekaligus pelaku usaha aksesoris batu akik  PPKJ asal Desa. Gunungsari Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, menyebut bahwa tren batu akik saat ini tidak lagi seperti masa puncak popularitasnya dulu.

“Sekarang mulai ada lagi peminatnya, tapi tidak seramai dulu. Kendalanya lebih ke daya beli, orang yang hobi masih ada, tapi untuk membeli itu yang agak berkurang,” ujarnya. Selasa (31/03/2026)

Ia menjelaskan, pada masa kejayaan batu akik, jenis seperti Bacan dan Kalimaya menjadi primadona dan banyak diburu kolektor.

Namun, seiring waktu, tren tersebut mengalami penurunan signifikan sebelum akhirnya kembali stabil di kalangan penghobi.

Menurut Rana, batu akik saat ini lebih dipandang sebagai bagian dari hobi dan estetika, bukan sekadar tren sesaat.

Meski demikian, sebagian masyarakat masih meyakini adanya nilai lebih dari batu akik, meski hal tersebut tidak menjadi fokus utama para pengrajin.

“Dari kami pengrajin, batu akik itu lebih ke keindahan dan seni. Yang datang ke sini kebanyakan memang karena hobi, bukan karena hal-hal lain,” jelasnya.

Dari sisi harga, batu akik tidak memiliki standar baku yang kaku. Nilai jual sangat ditentukan oleh kualitas batu, jenis, serta keunikan motif yang dimiliki.

Batu dengan kualitas tinggi tentu memiliki harga lebih mahal dibandingkan dengan kualitas biasa.

“Memang ada semacam patokan pasar, tapi tidak baku. Misalnya batu Bacan, ada yang murah, ada juga yang mahal tergantung kualitasnya,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa perbedaan jenis batu akik umumnya dipengaruhi oleh daerah asal penemuan, seperti batu Garut, Bacan dari Maluku Utara, hingga Kalimaya.

Sementara untuk wilayah Ciamis sendiri, potensi batu akik masih ada, meski kualitasnya belum sepopuler daerah lain.

Dalam proses produksinya, pengrajin batu akik di Ciamis umumnya mengerjakan pembuatan cincin atau “batang” secara manual. Biaya pembuatan bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung tingkat kesulitan dan detail ukiran.

“Untuk pembuatan yang sederhana bisa selesai satu hari, tapi kalau yang rumit atau ukiran khusus bisa lebih lama. Semua dikerjakan manual, jadi butuh ketelitian,” ungkap Rana.

Perawatan batu akik pun terbilang sederhana. Bahkan, menurut pengrajin, penggunaan sehari-hari justru dapat meningkatkan kualitas tampilan batu.

“Semakin sering dipakai, justru bisa membuat batu semakin bagus dan mengilap, tinggal di perawatan batangnya saja bisa di cuci menggunakan sabun cuci piring 2 atau 3 bulan sekali,”  katanya.

Dikatakan Rana meski belum kembali ke masa kejayaan, dirinya mengaku optimist batu akik memiliki pasar tersendiri yang akan terus bertahan.

Dengan mengandalkan kualitas, kreativitas, dan pasar penghobi, geliat batu akik di Ciamis diyakini akan terus hidup sebagai bagian dari industri kreatif lokal.

Kebangkitan tersebut menjadi harapan baru bagi para pengrajin untuk kembali meningkatkan pendapatan, sekaligus menjaga warisan kerajinan khas yang pernah menjadi kebanggaan daerah. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

DPRKPLH Gencarkan Himbauan “Ciamis Cantik Tanpa Sampah Plastik”, Warga Mulai Beralih ke Tas Ramah Lingkungan

Next Post

DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025

Related Posts

Ditjen Dukcapil Tegaskan Fotokopi KTP-el Masih Boleh, Kadisdukcapil Ciamis Minta Warga Tak Salah Paham
deNews

Ditjen Dukcapil Tegaskan Fotokopi KTP-el Masih Boleh, Kadisdukcapil Ciamis Minta Warga Tak Salah Paham

Jumat, 15 Mei 2026
Bau Busuk Akibat Tumpukan Sampah Yang Menggunung Hampir Disekitaran Wilayah Kecamatan Cileunyi
deNews

Bau Busuk Akibat Tumpukan Sampah Yang Menggunung Hampir Disekitaran Wilayah Kecamatan Cileunyi

Jumat, 15 Mei 2026
Ade Sofyan Harapkan PAKSI Garut Jadi Wadah Advokat Sunda yang Solid dan Profesional
deNews

Ade Sofyan Harapkan PAKSI Garut Jadi Wadah Advokat Sunda yang Solid dan Profesional

Jumat, 15 Mei 2026
PAKSI Garut Resmi Dilantik, Siap Berikan Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu
deNews

PAKSI Garut Resmi Dilantik, Siap Berikan Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu

Jumat, 15 Mei 2026
Bukan Sekadar Warga Belajar, Kepala Desa hingga RT Ikut Lulus Paket C di PKBM Hidayah Galuh Ciamis
deNews

Bukan Sekadar Warga Belajar, Kepala Desa hingga RT Ikut Lulus Paket C di PKBM Hidayah Galuh Ciamis

Jumat, 15 Mei 2026
178 Warga Belajar PKBM Hidayah Galuh Ciamis Lulus 100 Persen, Siap Lanjut Kuliah dan Dunia Kerja
deNews

178 Warga Belajar PKBM Hidayah Galuh Ciamis Lulus 100 Persen, Siap Lanjut Kuliah dan Dunia Kerja

Jumat, 15 Mei 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

KabarDaerah

Kades Kamarung : Bansos Gubernur Kita Sambut Baik dan Kita Hanya Mengetahui Saja

Sabtu, 2 Mei 2020
Foto : STIKes Muhammadiyah gelar wisuda Tahun Ajaran (TA) 2023-2024 di Gedung KH. Irfan Hielmy kompleks Islamic Center Ciamis, Pada Selasa (03/12/2024)

Lepas 381 Wisudawan STIKes Muhammadiyah Ciamis Bukti Keberhasilan Pendidikan Kesehatan

Selasa, 3 Desember 2024

Ketua DPRD dan Ketua DPD PDIP Subang Mendoakan Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Cepat Terungkap

Rabu, 15 September 2021

Akses Layanan Pegadaian di MPP Bale Madukara Purwakarta

Kamis, 16 Januari 2025

Gelar Potensi Karang Taruna Kecamatan Ciamis Resmi Dibuka, Pemuda Tampilkan Produk UMKM Lokal

Selasa, 16 Desember 2025

Pengunjung Toserba Membludak, Algerac Tanggapi PSBB Ciamis

Sabtu, 16 Mei 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste