Dejurnal.com, Garut – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Garut menggelar kegiatan Pendidikan Politik yang dirangkaikan dengan Musyawarah Ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Graha Intan Balarea, Jalan Patriot No.12-14, Desa Sukagalih, Kabupaten Garut, Sabtu (14/3/2026).
Ketua DPC PDI Perjuangan Garut, Ilham Faturohman, saat diwawancarai awak media menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang telah hadir meliput kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa agenda utama kegiatan ini adalah konsolidasi internal partai sekaligus penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah.
Menurut Ilham, hingga saat ini PDI Perjuangan Garut telah berhasil membentuk kepengurusan di hampir seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Garut.
“Pertama, hari ini kita memang menggelar konsolidasi internal partai dengan menghadirkan pengurus PAC dan para ketua ranting. Saat ini hampir seluruh kecamatan sudah terbentuk kepengurusannya, sekitar 42 kecamatan. Selanjutnya kita akan bergerak membentuk kepengurusan anak ranting di tingkat RW pada bulan depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan struktur organisasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat mesin partai hingga tingkat akar rumput. Dengan terbentuknya kepengurusan hingga tingkat desa dan RW, diharapkan komunikasi dengan masyarakat akan semakin kuat.
Selain membahas konsolidasi internal, kegiatan tersebut juga menyoroti berbagai isu strategis baik di tingkat nasional maupun global yang berpotensi berdampak terhadap kondisi ekonomi dan politik di Indonesia, termasuk di daerah seperti Kabupaten Garut.
Ilham menyoroti meningkatnya tensi geopolitik dunia, khususnya konflik di Timur Tengah serta berbagai konflik bersenjata yang terjadi di sejumlah negara.
“Isu global seperti konflik di Timur Tengah, perang dagang energi, hingga ketegangan geopolitik dunia sebenarnya sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Dampaknya bisa berupa kenaikan harga energi, BBM, maupun pangan yang tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, kegiatan tersebut juga bertepatan dengan agenda reses anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan Garut, Doni Oekon, yang saat ini bertugas di Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan hidup, dan investasi.
Ilham menyampaikan bahwa Doni Oekon telah melakukan komunikasi dengan kementerian terkait mengenai persoalan energi nasional, termasuk persoalan keterbatasan penyimpanan energi (storage) yang dinilai masih menjadi kelemahan di tingkat nasional.
Selain itu, berbagai program bantuan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat juga terus didorong melalui jalur aspirasi anggota legislatif, di antaranya program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), pengadaan KWH gratis bagi masyarakat kurang mampu, penerangan jalan umum (PJU), serta dukungan terhadap penanganan persoalan sampah.
“Program-program seperti BPBL, pemasangan KWH gratis, PJU hingga bantuan sarana pengelolaan sampah seperti motor sampah dan truk sampah menjadi bentuk dukungan nyata kepada masyarakat Garut,” tambahnya.
Ilham juga menyampaikan bahwa PDI Perjuangan Garut menargetkan peningkatan kursi legislatif pada Pemilu 2029 mendatang.
“Target realistis kita adalah meraih enam kursi DPRD dengan mengisi seluruh daerah pemilihan di Kabupaten Garut. Target maksimalnya tentu tujuh kursi, seperti kemenangan PDIP Garut pada tahun 1999,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa partainya akan terus membangun kedekatan dengan masyarakat serta meningkatkan sensitivitas terhadap berbagai persoalan rakyat. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menghadirkan layanan call center partai yang akan disebarkan hingga tingkat ranting dan anak ranting agar masyarakat dapat menyampaikan berbagai permasalahan secara langsung.
Sementara itu, kader PDI Perjuangan Garut, Husnul, turut menjelaskan secara lebih spesifik mengenai berbagai program yang telah berjalan di Kabupaten Garut melalui aspirasi anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.
Menurutnya, program yang paling populer dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah program BPBL berupa pemasangan listrik gratis dengan kapasitas 900 watt bagi warga yang belum memiliki akses listrik.
“Program pemasangan listrik gratis ini sudah berjalan sejak 2014 hingga sekarang dan memang difokuskan kepada masyarakat yang belum memiliki KWH listrik,” ujarnya.
Selain itu, program penerangan jalan umum juga telah direalisasikan di hampir 400 titik di Kabupaten Garut pada tahun 2023. Namun pada tahun 2025 sempat mengalami masa transisi dalam pembahasan program.
Di sisi lain, pihaknya juga mulai memberikan perhatian lebih terhadap persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Garut.
“Tahun ini kita juga mulai fokus pada pengelolaan sampah, termasuk bantuan sarana seperti motor roda tiga hingga rencana bantuan truk sampah untuk Kabupaten Garut,” jelasnya.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Garut, Dedi Hasan Bachtiar, juga menegaskan bahwa konsolidasi organisasi yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang partai dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
“Kita berharap dengan konsolidasi ini partai semakin kuat. Infrastruktur organisasi sudah terbentuk mulai dari tingkat kecamatan, ranting hingga anak ranting. Ini menjadi persiapan penting untuk menghadapi berbagai kontestasi politik ke depan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa PDI Perjuangan akan terus mempersiapkan kader-kader terbaik hingga ke tingkat akar rumput guna memperkuat soliditas partai dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa kader-kader PDI Perjuangan siap bekerja untuk masyarakat dan memperkuat partai ke depan,” pungkasnya.***Willy




















