CIAMIS, deJurnal,- Suasana bulan suci Ramadan di Kabupaten Ciamis semakin semarak dengan digelarnya Kapolres Ramadan Festival (KR-Fest) hasil kolaborasi Polres Ciamis bersama Pondok Pesantren Darussalam Ciamis.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Nadwatul Ummah, Sabtu (7/3/2026), menghadirkan berbagai perlombaan religi yang diikuti puluhan peserta dari kalangan santri dan masyarakat.
Festival tersebut menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda dalam menampilkan kemampuan di bidang seni dan keagamaan, sekaligus memperkuat syiar Islam di bulan Ramadan.
Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K. mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan kalangan pesantren dalam menciptakan ruang positif bagi generasi muda.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara institusi kepolisian dan pesantren, tetapi juga mendorong lahirnya talenta-talenta muda yang berprestasi di bidang keagamaan.
“Melalui festival ini kami berharap dapat melahirkan qori dan qoriah terbaik yang kelak mampu mengharumkan nama daerah bahkan Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.
Dalam KR-Fest, panitia menyelenggarakan dua cabang perlombaan utama, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat SD dan SMP serta Solo Vocal Religi. Kedua lomba tersebut dibagi ke dalam dua kategori usia, yaitu kategori anak dan remaja.
Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Tercatat sekitar 60 peserta mengikuti lomba Solo Vocal Religi, sementara lebih dari 40 peserta ambil bagian dalam lomba MTQ.
Peserta yang mengikuti festival ini berasal dari berbagai daerah di wilayah Priangan Timur, di antaranya Kabupaten Ciamis, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, hingga Kabupaten Pangandaran.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut semakin menambah semarak festival sekaligus memperkuat semangat ukhuwah Islamiyah di kalangan generasi muda.
Kapolres juga mengapresiasi perkembangan seni religi di lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki peran penting tidak hanya dalam mencetak ulama, tetapi juga melahirkan talenta di bidang seni yang tetap berlandaskan nilai-nilai religius.
“Banyak talenta seni lahir dari pesantren. Bahkan sejumlah penyanyi nasional diketahui berasal dari lingkungan Pondok Pesantren Darussalam. Ini menunjukkan pesantren mampu melahirkan generasi yang berprestasi di berbagai bidang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut mengajak para santri untuk terus mengembangkan potensi diri melalui kegiatan positif, baik di bidang seni, keagamaan, maupun olahraga.
Ia juga membuka kesempatan bagi santri dan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas Sport Center Polres Ciamis yang telah dibangun dengan standar nasional.
“Fasilitas ini terbuka untuk masyarakat. Para santri yang memiliki minat di bidang olahraga dapat memanfaatkannya untuk kegiatan seperti badminton, basket, tenis, maupun voli,” tambahnya.
Kapolres Hidayatullah juga mengapresiasi kondisi keamanan serta berbagai prestasi yang diraih Kabupaten Ciamis. Menurutnya, daerah yang dikenal sebagai Tatar Galuh tersebut merupakan wilayah yang relatif aman, bersih, dan terus berkembang melalui berbagai inovasi pembangunan.
“Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan kalangan pesantren. Kebersamaan inilah yang membuat Ciamis terus berkembang,” ungkapnya.
Pada lomba Solo Vocal Religi para peserta membawakan sejumlah lagu religi yang telah ditentukan panitia.
Lagu-lagu tersebut tidak hanya bernuansa islami, tetapi juga sarat pesan spiritual dan nilai keagamaan.
Di antara lagu yang dilombakan adalah “Harapan & Do’a” karya Mamang Day, serta dua lagu karya KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi yang akrab disapa Ang Icep, yaitu “Istighfār” dan “Ramadhan Mubarak.”
Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi menyampaikan rasa bangga karena karya-karya tersebut dapat menjadi bagian dari perlombaan dalam KR-Fest.
Ia berharap lagu-lagu tersebut dapat menjadi sarana dakwah yang efektif sekaligus menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai nilai-nilai Islam.
“Semoga lagu-lagu ini bisa menjadi media dakwah yang membawa pesan kebaikan, khususnya bagi generasi muda dalam memaknai bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Kapolres Ramadan Festival ini, panitia berharap dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an serta memperkuat nilai persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan bakat mereka, baik dalam membaca Al-Qur’an maupun menyampaikan pesan dakwah melalui seni musik religi, sehingga semangat Ramadan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (Nay Sunarti)



















