Garut dejurnal.com – Perlahan namun pasti akhirnya tabir hitam pekat, dengan beredarnya video pernyataan Wakil Bupati Garut, yang disampaikan secara langsung didepan Para Pejabat dan Pegawai dilingkungan Pemda Garut, dimana Wakil Bupati Garut secara pribadi, langsung, terang benderang mengaku gagal dalam memimpin Kabupaten Garut, sejak dirinya dilantik pada tanggal 20 Februari 2025 lalu. Tentunya dengan adanya pernyataan Putri Karlina, selaku Wakil Bupati Garut, terus menjadi perhatian publik.
Tentunya sangatlah berbeda apa yang telah disampaikan oleh Wakil Bupati Garut, dengan yang telah disampaikan Bupati Garut dimana Bupati Garut, mengaskan bahwa dengan hal meningkatanya Indeks Daya Saing Investasi di Kabupaten Garut, tentunya menjadi tolak ukur/indikator konkret, bahwa pembangunan telah berjalan sesuai alur, dan sebagai bukti real, telah meningkatnya kepercayaan para investor terhadap potensi daerah Kabupaten Garut. Artinya bahwa menurut Bupati Garut, meski baru seumur jagung kepemimpinan dirinya telah berhasil membawa Garut lebih hebat, dan ini sudah sesuai misi dan visinya “Garut Hebat Berkelanjutan”
Terkait pernyataan Wakil Bupati Garut yang bertolak belakang dengan Bupati Garut ini akhirnya menjadi sorotan tajam dari salah satu pemerhati kebijakan publik, sekaligus aktivis yaitu Rawink Rantik, menyatakan “Sebenarnya, bahwa program yang diusung pasangan Syakur-Putri dalam janji kampanye setelah satu tahun dianggap gagal “. Jelas Rawink.
menurutnya,Meski akhirnya Bupati Garut, mengatakan didalam apel upacara gabungan dilapang Setda Pemda Kabupaten Garut, pada hari Senin, Tanggal 2 Maret 2026 menyanggah apa yang telah disampaikan Wakil Bupati Garut yang sudah menjadi viral.
Meski Bupati Garut mengatakan bahwa Garut On The Track, terbukti dengan adanya peningkatan indeks daya saing investasi naik.
Terkait hal tersebut menurut hemat saya,Kata Rawing, itu justru semakin menunjukan bahwa adanya hal ketidak harmonisan dan memang fakta demikian
Rawink Rantik, yang menyoroti hal tersebut secara berbeda
” Ya boleh saja Bupati Garut berkata seperti itu, karena angka indeks menunjukan naik, namun harus diingat bahwa kenaikan itu ada unsur yang kita harus akui secara jujur dan misal salahsatunya industri besar masuk ke Garut, yah karena upah di Garut rendah, ini belum menggambarkan kesejahteraan bagi para pekerja maupun masyarakat umumnya “. Ungkapnya.
“Berkaitan hal tersebut tentunya ini menjadi tamparan tersendiri bagi DPRD Kabupaten Garut, sebagai mitra kerja dan juga sebagai penjaga konstitusi negara, akankah pihak DPRD Kabupaten Garut menerima LKPJ Bupati Garut TA. 2025 atau sebaliknya menolak”. pungkas Rawink rantik .***Red.



















