CIAMIS, deJurnal – Di tengah keterbatasan anggaran daerah dan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil, Pemerintah Kabupaten Ciamis dihadapkan pada dilema antara meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau menjaga daya tahan ekonomi warga.
Bupati Ciamis Dr. H Herdiat Sunarya sebelumnya menegaskan agar peningkatan PAD tidak boleh dilakukan dengan cara membebani, apalagi memeras rakyat.

Pemerintah daerah, kata dia, harus mampu menghadirkan solusi yang bijak dan berpihak kepada masyarakat.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Kelurahan Sindangrasa bergerak cepat menghadirkan inovasi yang solutif dan berorientasi pada kepentingan warga.

Lurah Sindangrasa, Derry Yusman. I.A.Y., S.STP., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya kini menghadirkan program pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menggunakan sampah. Rabu (01/04/2026)
Program tersebut menjadi bentuk konkret komitmen pemerintah kelurahan dalam meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Ini merupakan upaya kami untuk membantu masyarakat agar tetap bisa memenuhi kewajiban membayar pajak tanpa merasa terbebani,” ujarnya.
Ia menegaskan, meski kondisi ekonomi sedang sulit, kewajiban sebagai warga negara untuk membayar pajak tetap harus dijalankan.
Karena itu, terang Derry pemerintah hadir memberikan solusi alternatif yang lebih ramah bagi masyarakat.
“Program ini dihadirkan sebagai upaya nyata untuk mendorong masyarakat tetap taat pajak tanpa harus terbebani secara finansial, khususnya di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga,” terbangnya.
Menurut Derry, sampah yang selama ini kerap dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, justru dapat memberikan manfaat besar apabila dikelola dengan baik.
“Melalui program ini, sampah memiliki nilai tukar yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembayaran pajak,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa inovasi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Warga kini didorong untuk mulai memilah sampah dari rumah, sehingga selain memiliki nilai ekonomis, lingkungan sekitar juga menjadi lebih bersih, sehat, dan tertata.
“Kami berharap program ini dapat tersosialisasi secara luas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama warga kurang mampu, sehingga benar-benar memberikan manfaat,” tambahnya.
Derry menuturkan, inovasi pembayaran pajak dengan sampah merupakan bentuk konkret komitmen Kelurahan Sindangrasa dalam mendukung kebijakan Bupati Ciamis yang menekankan agar setiap kebijakan tidak memberatkan masyarakat.
“Melalui pendekatan ini, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak, tetapi juga menghadirkan solusi kreatif yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)














