Ciamis, deJurnal,- Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo, turun langsung mengatur arus lalu lintas di jembatan penghubung Ciamis–Tasikmalaya, tepatnya di kawasan Jembatan Cirahong, Minggu malam (5/4/2026).
Aksi tersebut dilakukan menyusul tidak adanya petugas maupun relawan yang biasanya berjaga di lokasi untuk mengatur kendaraan.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat merasa khawatir saat melintas, terutama pada malam hari karena minim penerangan.
Ahmad Kartoyo mengatakan, langkah yang diambilnya merupakan bentuk inisiatif pribadi sebagai kepala desa demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya.
“Melihat tidak ada yang berjaga, saya berinisiatif turun langsung untuk mengatur lalu lintas. Ini tanggung jawab saya sebagai kepala desa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi tidak dilandasi kepentingan pribadi ataupun imbalan.
“Saya tidak menerima upah atau bayaran apa pun. Ini murni untuk kepentingan masyarakat agar tetap aman dan tertib,” tegasnya.
Menurutnya, selama puluhan tahun jalur tersebut relatif aman karena adanya penjagaan dari relawan, termasuk kolaborasi antara masyarakat Desa Pawindan dan Panyingkiran. Namun saat ini, tidak adanya penjagaan membuat situasi menjadi kurang kondusif.
“Biasanya ada relawan yang menjaga, jadi masyarakat merasa aman. Sekarang tidak ada, apalagi kondisi di ujung jembatan cukup gelap, sehingga menimbulkan kekhawatiran,” jelasnya.
Ia mengaku mulai berjaga sejak selepas salat Magrib dan berencana berada di lokasi hingga sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB guna memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.
“Saya tidak bisa sampai pagi, tapi setidaknya malam ini saya pastikan situasi aman dan terkendali,” katanya.
Ahmad berharap ke depan ada kembali petugas atau relawan yang secara rutin mengatur lalu lintas di jalur tersebut, sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga. (Nay Sunarti)
















