CIAMIS, deJurnal,- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis menorehkan prestasi membanggakan setelah berhasil meraih juara dalam ajang Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 yang digelar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).
Prestasi tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang dijalani tim paduan suara PGRI Ciamis. Latihan rutin, penguatan vokal, kekompakan tim hingga pendalaman karakter lagu dilakukan secara serius selama beberapa bulan terakhir demi tampil maksimal di hadapan dewan juri.
Penampilan perwakilan Tatar Galuh itu sukses mencuri perhatian. Harmonisasi suara yang kuat dipadukan dengan penghayatan lagu bernuansa budaya Sunda menjadi kekuatan tersendiri hingga mengantarkan PGRI Ciamis meraih hasil terbaik dalam ajang tersebut.
Pengumuman pemenang disampaikan langsung Ketua TP-PKK Jawa Barat, Siska Gerfianti. Dari 10 finalis yang tampil, peserta terdiri dari empat kelompok TP-PKK, empat kelompok PGRI, satu kelompok Persit, dan satu kelompok Bhayangkari.
Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, Edi Rusyana, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih timnya. Menurutnya, kemenangan itu menjadi jawaban atas kerja keras seluruh anggota yang selama ini berjuang menjaga kekompakan dan disiplin latihan.
“Alhamdulillah, ini hasil dari perjuangan panjang. Teman-teman berlatih dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab demi membawa nama baik Ciamis,” ujarnya.
Ia menuturkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Pemerintah Kabupaten Ciamis, PKK Kabupaten Ciamis, Bank bjb, para pengurus PGRI, hingga masyarakat yang terus memberikan doa dan semangat kepada tim.
Turut hadir langsung memberikan dukungan Ketua TP-PKK Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat, yang mendampingi rombongan PGRI Kabupaten Ciamis dalam ajang tersebut.
Kehadirannya menjadi penyemangat tersendiri bagi tim paduan suara asal Tatar Galuh saat tampil di panggung kompetisi.
“Dukungan yang diberikan sangat berarti bagi kami. Itu menjadi energi tambahan sampai akhirnya tim bisa tampil maksimal,” kata Edi.
Hj. Kania mengapresiasi seluruh anggota PGRI Kabupaten Ciamis yang telah menampilkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil meraih Juara 1 tingkat Jawa Barat.
Menurutnyakemenangan tersebut bukan sekadar raihan juara, melainkan simbol kuatnya komitmen masyarakat Ciamis dalam menjaga budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
“Budaya adalah jati diri. Ketika budaya terus dijaga dan ditampilkan dengan penuh kecintaan, maka daerah akan memiliki kekuatan karakter yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Sunda,” ungkap Hj. Kania
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia penyelenggara. Bahkan, ia menyatakan akan mengganti seluruh biaya peserta sebesar Rp20 juta sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan semangat dalam melestarikan seni budaya Sunda.
Ia juga menekankan pentingnya estetika, rasa, dan intuisi dalam kehidupan maupun karya seni. Menurutnya, seni lahir dari kepekaan hati yang mampu menangkap makna kehidupan.
“Nete taraje nincak hambalan daripada nete semplek nincak semplak. Dari sinilah lahir karya seni,” ungkapnya.
Ajang Puspa Swara Wanoja Sunda bukan sekadar perlombaan paduan suara perempuan. Kegiatan tersebut menjadi ruang pelestarian budaya Sunda melalui pendekatan seni, kebersamaan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui kegiatan itu, semangat gotong royong, kekuatan rasa, serta kecintaan terhadap budaya daerah terus dihidupkan di tengah masyarakat Jawa Barat, termasuk oleh para insan pendidikan yang turut menjaga warisan budaya lewat panggung seni. (Nay Sunarti)











