• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Juni 6, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Saat Dunia Terlalu Bising Ciamis Menawarkan Beragam Wisata Sunyi

bydejurnalcom
Sabtu, 16 Mei 2026
Reading Time: 2 mins read
Saat Dunia Terlalu Bising Ciamis Menawarkan Beragam Wisata Sunyi
ShareTweetSend

Ciamis, deJurnal,- Di tengah hidup yang makin sibuk dan dipenuhi notifikasi tanpa henti, sebagian orang kini mulai mencari cara sederhana untuk “menghilang” sejenak dari kebisingan dunia.

Bukan ke pusat hiburan atau kota besar, melainkan ke tempat-tempat tenang yang memberi ruang untuk bernapas lebih lega.

Tren itu kini dikenal dengan istilah silent tourism atau wisata sunyi. Sebuah konsep perjalanan yang tidak lagi mengejar keramaian, melainkan ketenangan, keheningan, dan kedekatan dengan alam.

BacaJuga :

No Content Available

Kabupaten Ciamis menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki kekuatan besar dalam tren wisata baru tersebut.

Hamparan hutan, aliran sungai, kawasan budaya hingga destinasi alam yang masih asri membuat Tatar Galuh perlahan mulai dilirik sebagai tempat pelarian dari penatnya kehidupan modern.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis,Endang Haris Juandana, mengatakan pola perjalanan wisata saat ini mulai berubah.

Banyak wisatawan tidak lagi sekadar mencari tempat ramai untuk berfoto, tetapi mulai mengejar pengalaman yang lebih personal dan menenangkan.

“Orang sekarang sudah mulai lelah dengan rutinitas digital. Mereka ingin tempat yang membuat pikiran lebih tenang, lebih rileks, dan bisa menikmati suasana alami tanpa gangguan,” ujarnya.

Menurut Endang, konsep silent tourism tumbuh seiring meningkatnya kejenuhan masyarakat terhadap tekanan pekerjaan, media sosial, hingga kehidupan perkotaan yang serba cepat.

Tak sedikit wisatawan kini memilih perjalanan yang memberi kesempatan untuk benar-benar beristirahat secara mental.

Karakter geografis Ciamis sendiri  didominasi kawasan hijau, hutan, sungai hingga kawasan budaya yang dinilai  mendukung lahirnya destinasi wisata reflektif yang kini mulai diminati wisatawan, khususnya kalangan solo traveler.

“Banyak wisatawan justru mencari ketenangan, suasana alami, dan ruang untuk kembali terhubung dengan dirinya sendiri. Ciamis memiliki potensi besar untuk itu,” ujar Endang.

Ia menjelaskan, silent tourism merupakan konsep perjalanan yang menitikberatkan pada ketenangan, relaksasi, dan pemutusan sementara dari gangguan eksternal, termasuk penggunaan perangkat digital.

Tren ini berkembang di berbagai negara melalui aktivitas seperti meditasi di alam terbuka, forest bathing, hingga penginapan dengan konsep minim interaksi dan bebas gawai.

“Di tengah kehidupan yang serba cepat, orang mulai merindukan suasana yang sunyi dan alami. Ini bukan sekadar wisata, tetapi bagian dari proses pemulihan mental dan emosional,” katanya.

Ia menilai Ciamis memiliki modal alam yang sangat kuat untuk mengembangkan wisata berbasis ketenangan tersebut.

Salah satu kawasan yang disebut memiliki nuansa paling mendukung adalah kawasan Situs Karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing.

Selain dikenal sebagai situs budaya dan sejarah Galuh, kawasan itu juga menawarkan suasana rindang dan alami di sekitar aliran Sungai Citanduy yang dinilai cocok untuk refleksi diri hingga meditasi.

“Karangkamulyan itu punya suasana yang berbeda. Udara masih alami, lingkungannya tenang, dan ada energi budaya yang kuat. Sangat cocok untuk wisata yang sifatnya reflektif,” jelasnya.

Tak hanya Karangkamulyan, sejumlah lokasi lain di Ciamis juga dinilai cocok menjadi bagian dari pengembangan silent tourism.

Kawasan Curug Tujuh Cibolang dan hutan pinus Darmacaang misalnya, menawarkan pengalaman forest bathing atau menikmati terapi alami dengan berjalan santai di tengah hutan sambil menghirup udara segar khas pegunungan.

Sementara bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan malam, Puncak Jamiaki Panumbangan menghadirkan panorama langit penuh bintang ditemani hamparan cahaya kota dari kejauhan.

Adapun disebut menjadi destinasi yang menghadirkan perpaduan suasana hening, alam, dan nilai spiritual sejarah Prabu Borosngora.

Endang menyebut, tren wisata sunyi diperkirakan akan terus berkembang karena masyarakat modern mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental.

Menurutnya, ketenangan kini menjadi sesuatu yang mahal dan mulai dicari banyak orang melalui perjalanan wisata.

“Kadang orang tidak membutuhkan tempat mewah. Mereka hanya ingin duduk tenang, mendengar suara alam, jauh dari kebisingan dan tekanan hidup sehari-hari. Itu yang sekarang mulai dicari wisatawan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: destinasi wisata alam CiamisHealing sunyi Ciamis
Previous Post

Ditjen Dukcapil Tegaskan Fotokopi KTP-el Masih Boleh, Kadisdukcapil Ciamis Minta Warga Tak Salah Paham

Next Post

Hari Sabtu ini di Kota Bandung Akan Menggelar Semarak Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

Related Posts

No Content Available

ADVERTISEMENT

DeepReport

Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

Dinas PU dan Pemborong Sepakat Pekerjaan Pakai Pasir Merah Dibongkar Serta Dibangun Ulang

Kamis, 2 September 2021

KabarDaerah

KH. A. Abdul Mujib.

Dikenal Lugas dan Togmol, Ini Sosok Pimpinan Pesantren Fauzan KH. Aceng Abdul Mujib

Minggu, 23 Januari 2022

Sambut Kapolres Garut Baru Dilaksanakan Sederhana Tanpa Tradisi Pedang Pora

Selasa, 27 Oktober 2020

HUT Ke-380 Kabupaten Bandung Momentum Percepatan Pemulihan Ekonomi, Ini Langkah Kang DS

Senin, 19 April 2021

Keretakan Hubungan Bupati dan Wakil Bupati, Masuk Materi Interpelasi DPRD Indramayu

Selasa, 1 Februari 2022
Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, HM Dadang Supriatna membagikan takjil kepada warga dan pengendara yang melintas di depan Sekretariat DPC PKB Kabupaten Bandung, Jalan Raya Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Jumat (23/4/2021) petang.

Gerakan Ekonomi Lokal, PKB Kabupaten Bandung Gelar Food Bank Berbagi Takjil

Sabtu, 24 April 2021

FKPBN Gelar Ekspedisi Touring Jawa-Bali, Gali Kearifan Lokal dan Torehkan Prestasi di Dunia Perfilman

Senin, 28 April 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste