• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Juli 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Dari Wanasigra hingga Cigembor, Berseka Ciamis Buktikan Kebersihan Lingkungan Dimulai dari Desa

bydejurnalcom
Jumat, 19 Juni 2026
Reading Time: 3 mins read
Dari Wanasigra hingga Cigembor, Berseka Ciamis Buktikan Kebersihan Lingkungan Dimulai dari Desa
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Gerakan menjaga kebersihan lingkungan di Kabupaten Ciamis tidak lagi berhenti pada kegiatan gotong royong sesaat. Melalui program Bersih Se-Kecamatan (Berseka), Pemerintah Kabupaten Ciamis mendorong lahirnya budaya baru dalam pengelolaan lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, sekolah, komunitas hingga kelompok bank sampah.

Hasilnya mulai terlihat. Desa Wanasigra Kecamatan Sindangkasih berhasil meraih Juara I Berseka Tahun 2026, disusul Desa Karyamulya Kecamatan Cisaga sebagai Juara II dan Kelurahan Cigembor sebagai Juara III.

Sementara Kecamatan Rancah dinobatkan sebagai Kecamatan Pembina Terbaik berkat konsistensinya dalam menggerakkan dan mendampingi desa-desa di wilayahnya.

BacaJuga :

Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Qur’an Alqirom Asysyamsiah, Wabup” Jaga Semangat Belajar”

Wabup Sukabumi Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Penyesuaian Diri dengan Kebutuhan Dasar

Diikuti 750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari Sarkopenia

Namun di balik penetapan para pemenang tersebut, tersimpan proses panjang yang berlangsung selama hampir tiga bulan. Program Berseka tidak hanya menilai kebersihan lingkungan, tetapi juga mengukur komitmen pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sekretaris DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Aris Taufik Abadi, ST, menjelaskan bahwa rangkaian Berseka dimulai sejak pertengahan April 2026 melalui kegiatan pembinaan yang dilakukan ke seluruh kecamatan.

Setiap kecamatan mengirimkan dua desa atau kelurahan sebagai perwakilan untuk mengikuti program tersebut. Selanjutnya tim melakukan pendampingan, pemantauan lapangan hingga penilaian yang berlangsung sepanjang Mei hingga awal Juni.

“Jadi Berseka bukan sekadar lomba kebersihan. Penilaian yang kami lakukan justru menjadi bagian dari proses pembinaan. Kami ingin memastikan bahwa gerakan menjaga lingkungan benar-benar tumbuh dan menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujar Aris saat ditemui di kantornya Jumat (19/06/2026)

Menurutnya, penilaian dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai perangkat daerah serta unsur masyarakat, termasuk pengelola bank sampah.

Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu indikator penting karena keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

“Kami melihat sejauh mana masyarakat terlibat. Karena pengelolaan lingkungan yang berhasil harus lahir dari kesadaran warga, bukan hanya program pemerintah,” katanya.

Enam Indikator Jadi Tolok Ukur

Untuk memastikan penilaian berjalan objektif, tim menetapkan enam indikator utama yang menjadi tolok ukur kondisi lingkungan di setiap wilayah peserta.

Indikator pertama adalah kawasan permukiman. Pada aspek ini tim menilai tingkat kebersihan lingkungan, penghijauan, sistem pengelolaan sampah, hingga pemanfaatan sampah yang dilakukan masyarakat.

Menurut Aris, permukiman menjadi wajah pertama yang mencerminkan kesadaran lingkungan suatu desa atau kelurahan.

“Kami melihat apakah lingkungan permukiman tertata dengan baik, apakah masyarakat sudah memilah sampah, bagaimana pengelolaan sampah organik dan anorganiknya, serta apakah ada pemanfaatan sampah yang memberikan nilai tambah,” jelasnya.

Indikator kedua adalah kondisi jalan dan fasilitas publik. Tim menilai kebersihan bahu jalan, drainase, ruang terbuka, serta penanganan sampah di area yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Penilaian juga mencakup penataan pedagang kaki lima agar aktivitas ekonomi yang tumbuh tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan.

“Jalan merupakan ruang publik yang paling mudah dilihat masyarakat. Karena itu kebersihan dan ketertataannya menjadi bagian penting dalam penilaian,” katanya.

Selanjutnya, saluran terbuka dan drainase menjadi indikator yang mendapat perhatian khusus. Pasalnya, saluran air masih menjadi lokasi yang kerap digunakan sebagai tempat pembuangan sampah oleh sebagian masyarakat.

Tim penilai tidak hanya melihat kondisi saluran saat dilakukan peninjauan, tetapi juga mengukur sejauh mana upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah desa dan masyarakat.

“Kalau ada sampah kami lihat bagaimana langkah penanganannya. Yang lebih penting adalah bagaimana upaya pencegahan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke saluran air,” ujar Aris.

Kantor Desa Harus Jadi Contoh

Selain lingkungan permukiman dan ruang publik, kondisi kantor desa dan kelurahan juga menjadi objek penilaian.

Menurut Aris, kantor pemerintahan harus menjadi contoh dalam penerapan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

Tim menilai ketersediaan tempat sampah terpilah, pengelolaan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan lahan yang ada untuk kegiatan pengomposan atau pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Kami ingin kantor desa menjadi teladan. Kalau kantor desa sudah menerapkan pengelolaan sampah yang baik, masyarakat akan lebih mudah mengikuti,” ungkapnya.

Keberadaan bank sampah juga menjadi salah satu indikator penting. DPRKPLH mendorong agar bank sampah tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar aktif mengedukasi masyarakat sekaligus mengurangi timbulan sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Apresiasi untuk Penggerak Lingkungan

Sebagai bentuk penghargaan atas komitmen peserta, Pemerintah Kabupaten Ciamis memberikan apresiasi berupa bantuan stimulan kepada para pemenang.

Desa Wanasigra Kecamatan Sindangkasih sebagai Juara I menerima penghargaan sebesar Rp75 juta. Desa Karyamulya Kecamatan Cisaga sebagai Juara II memperoleh Rp50 juta, sedangkan Kelurahan Cigembor menerima Rp25 juta sebagai Juara III.

Sementara itu, Kecamatan Rancah yang dinilai berhasil menjalankan fungsi pembinaan terhadap desa dan kelurahan mendapatkan penghargaan khusus sebesar Rp25 juta.

Aris menuturkan penghargaan tersebut merupakan bentuk motivasi agar desa dan kecamatan terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di wilayah masing-masing.

“Pak Bupati memberikan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat. Harapannya semangat menjaga lingkungan ini terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama,” katanya.

Membangun Budaya, Bukan Sekadar Mengejar Juara

Lebih jauh, Aris menegaskan bahwa tujuan utama Berseka bukanlah mencari pemenang. Yang ingin dibangun adalah perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

Melalui program tersebut, DPRKPLH berharap muncul kesadaran bahwa persoalan sampah harus diselesaikan dari sumbernya, dimulai dari rumah tangga, lingkungan permukiman hingga ruang publik.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa lingkungan yang bersih bukan tanggung jawab pemerintah semata. Ini adalah tanggung jawab bersama. Ketika kesadaran itu tumbuh, maka persoalan sampah dan lingkungan akan jauh lebih mudah diselesaikan,” pungkasnya.

Berseka 2026 pun menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tingkat desa. Dari lingkungan yang bersih, lahir masyarakat yang sehat, nyaman, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan lingkungannya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Tak Lagi Dadakan, Ciamis Siapkan Atlet Pelajar Sejak SD untuk Bidik Prestasi di POPWILDA 2026

Next Post

Seminar Pendidikan Nasional 2026 Jadi Momentum Guru Beradaptasi dan Berinovasi di Era Digital

Related Posts

Peresmian Jembatan Gantung Prima Jantake, Bupati Sukabumi Dukung Akses Perekonomian Masyarakat
deNews

Peresmian Jembatan Gantung Prima Jantake, Bupati Sukabumi Dukung Akses Perekonomian Masyarakat

Senin, 13 Juli 2026
Pengukuhan Sekda, Bupati Sukabumi Tegaskan Kebijakan Kepegawaian Berdasarkan Sistem Merit, Kompetensi dan Kinerja
deNews

Pengukuhan Sekda, Bupati Sukabumi Tegaskan Kebijakan Kepegawaian Berdasarkan Sistem Merit, Kompetensi dan Kinerja

Senin, 13 Juli 2026
Program Berehan, Ikhtiar Perkuat ekonomi Daerah Melalui Pemberdayaan Peternak Lokal
deNews

Program Berehan, Ikhtiar Perkuat ekonomi Daerah Melalui Pemberdayaan Peternak Lokal

Minggu, 12 Juli 2026
deNews

Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Qur’an Alqirom Asysyamsiah, Wabup” Jaga Semangat Belajar”

Minggu, 12 Juli 2026
deNews

Wabup Sukabumi Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Penyesuaian Diri dengan Kebutuhan Dasar

Minggu, 12 Juli 2026
Diikuti  750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak  Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari  Sarkopenia
deNews

Diikuti 750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari Sarkopenia

Minggu, 12 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

Komisioner KPAI, Retno Listyarti

KPAI Dorong Polisi Usut Tuntas Tewasnya 11 Pelajar Tenggelam saat Susur Sungai di Ciamis

Senin, 18 Oktober 2021

PKS Kabupaten Bandung Ramaikan HUT dengan Gerakkan UMKM

Selasa, 22 April 2025

Warga Purwakarta Alihkan Bantuan Dari Gubernur Jabar Pada Yang Lebih Membutuhkan

Rabu, 29 April 2020

Bupati Bandung Resmikan Puskesmas Cibeunying dan Padamukti

Rabu, 14 Mei 2025
Papan informasi belanja modal pembangunan SMP N 2 Mande yang tak tercantum nilai anggaran proyek.

Belanja Modal Pembangunan Gedung SMPN 2 Mande Tak Cantumkan Nilai Proyek, Dinilai Tak Sesuai Dengan Semangat UU KIP

Kamis, 23 September 2021

Antisipasi Pekerja Migran Indonesia Unprosedural, Pemkab Garut Bersama BP2MI Sosialisasikan Gentra Karya

Senin, 27 Februari 2023

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste