CIAMIS, deJurnal,- Prestasi olahraga pelajar tidak bisa dibangun secara instan. Kesadaran itulah yang kini menjadi fondasi pembinaan atlet di Kabupaten Ciamis.
Melalui pola pembinaan jangka panjang yang dimulai sejak usia dini, Pemerintah Kabupaten Ciamis optimistis mampu melahirkan atlet-atlet pelajar yang siap bersaing dan mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) Jawa Barat 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, saat menghadiri pelepasan kontingen Kabupaten Ciamis untuk mengikuti POPWILDA Jawa Barat 2026 dan PORSENITAS XIII Se-Kunci Bersama di Halaman Pendopo Bupati Ciamis, Jumat (19/6/2026).
Menurut Erwan, perkembangan olahraga pelajar di Kabupaten Ciamis dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat positif.
Pembinaan atlet yang sebelumnya cenderung dilakukan menjelang kompetisi, kini diarahkan menjadi proses yang berkelanjutan dan terencana sejak tingkat sekolah dasar.
“Alhamdulillah perkembangan olahraga pelajar di Kabupaten Ciamis luar biasa. Pembinaan sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu, tetapi mulai dimatangkan sejak tahun kemarin. Sekarang kita tidak lagi menyiapkan atlet secara dadakan menjelang POPWILDA atau kompetisi lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu strategi yang diterapkan adalah melakukan identifikasi dan pencarian bakat atlet sejak dini melalui berbagai kompetisi olahraga pelajar.
Dengan cara tersebut, calon atlet potensial dapat dipetakan lebih awal untuk kemudian dibina secara berkesinambungan.
Salah satu contoh yang telah dilakukan adalah penyelenggaraan Invitasi Olahraga Siswa Berkarakter Jenjang SD Tingkat Kabupaten Ciamis yang digelar beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menjaring bibit-bibit atlet yang berpotensi menjadi andalan Kabupaten Ciamis pada masa mendatang.
“Kemarin kita mengadakan Invitasi Olahraga Siswa Berkarakter Jenjang SD Tingkat Kabupaten Ciamis, tujuannya bukan sekadar mencari juara, tetapi mengidentifikasi calon-calon atlet sejak awal. Dengan pola seperti itu kita bisa menyiapkan tim yang lebih siap, lebih efektif, dan lebih matang menghadapi kompetisi,” katanya.
Menurut Erwan, pola pembinaan jangka panjang terbukti lebih efektif dibandingkan persiapan yang dilakukan dalam waktu singkat menjelang pertandingan.
Selain meningkatkan kualitas atlet, sistem tersebut juga dinilai lebih efisien dalam penggunaan anggaran.
“Persiapan jangka panjang ternyata tidak membuat biaya lebih besar. Justru lebih efektif karena atlet memiliki waktu yang cukup untuk berkembang baik secara teknik, fisik, maupun mental bertanding,” ungkapnya.
Tak hanya sekolah dan pemerintah, Erwan melihat keterlibatan orang tua juga semakin meningkat dalam mendukung pembinaan olahraga anak. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi masa depan olahraga pelajar di Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, saat ini banyak orang tua yang mulai menyadari bahwa olahraga tidak hanya berfungsi sebagai sarana menjaga kesehatan, tetapi juga dapat menjadi ruang pengembangan potensi dan prestasi anak.
“Orang tua sekarang sudah mulai melirik olahraga sebagai investasi masa depan anak-anaknya. Tidak hanya untuk kesehatan atau pergaulan yang positif, tetapi juga sebagai wadah mengembangkan bakat dan meraih prestasi,” tuturnya.
Lebih jauh, Erwan menegaskan bahwa tujuan pembinaan olahraga pelajar bukan hanya mencetak atlet berprestasi. Aktivitas olahraga juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan terhindar dari berbagai pengaruh negatif.
“Kalau anak-anak aktif dalam olahraga dan rutin berlatih, setidaknya mereka memiliki kegiatan yang positif. Pergaulan yang tidak jelas bisa diminimalkan karena mereka fokus pada kegiatan yang membangun,” katanya.
Menjelang pelaksanaan POPWILDA Jawa Barat 2026, Erwan berpesan kepada seluruh atlet pelajar Kabupaten Ciamis agar menjaga kesehatan, keselamatan, dan nama baik daerah selama mengikuti pertandingan.
Ia mengingatkan bahwa para atlet yang terpilih bukan hanya membawa nama pribadi, melainkan juga membawa nama keluarga, sekolah, dan Kabupaten Ciamis yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Di pundak mereka sekarang ada nama keluarga, nama sekolah, dan nama Kabupaten Ciamis. Karena itu saya berpesan agar mereka menjaga sikap, disiplin, dan mengikuti arahan pelatih maupun manajemen tim selama pelaksanaan pertandingan,” ujarnya.
Selain mengejar prestasi, Erwan meminta para atlet untuk tetap memandang perjalanan mereka sebagai investasi jangka panjang.
Menurutnya, para atlet pelajar saat ini merupakan aset olahraga Kabupaten Ciamis yang harus terus dibina untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi di masa depan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, lanjut Erwan, juga berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada para atlet dari sisi akademik.
Berbagai kebutuhan administrasi, termasuk dispensasi belajar dan koordinasi dengan sekolah, telah disiapkan agar para atlet tetap dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik.
“Kami ingin atlet-atlet pelajar ini tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga tetap berhasil dalam pendidikan. Karena itu sekolah-sekolah kami dorong untuk memberikan dukungan penuh kepada mereka,” katanya.
Dengan pola pembinaan yang semakin terarah, dukungan orang tua yang terus meningkat, serta sinergi antara sekolah, pemerintah dan organisasi olahraga, Kabupaten Ciamis optimistis mampu melahirkan generasi atlet pelajar yang tidak hanya berprestasi di tingkat Jawa Barat, tetapi juga mampu membawa nama harum Tatar Galuh di tingkat nasional pada masa yang akan datang. (Nay Sunarti)














