CIAMIS, deJurnal,- Di balik keberangkatan ratusan atlet Kabupaten Ciamis menuju ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (PORSENITAS) XIII Se-Kunci Bersama dan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) Jawa Barat 2026, tersimpan tanggung jawab yang lebih besar dari sekadar mengejar medali.
Kontingen Tatar Galuh dituntut menjaga nama baik daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu kabupaten senior dalam kerja sama antar daerah di Jawa Barat.
Pesan tersebut mengemuka saat Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, melepas secara resmi kontingen Kabupaten Ciamis di Halaman Pendopo Bupati Ciamis, Jumat (19/6/2026).
Sebanyak 314 atlet, pelatih, official, manajer, dan tim pendukung akan mewakili Kabupaten Ciamis pada dua ajang olahraga bergengsi tersebut. POPWILDA Jawa Barat akan digelar di Kota Bandung pada 22-26 Juni 2026, sedangkan PORSENITAS XIII Se-Kunci Bersama berlangsung di Kota Cirebon pada 23-27 Juni 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Dr. Dian Budiyana, M.Si, mengatakan keikutsertaan Kabupaten Ciamis pada PORSENITAS memiliki makna tersendiri.
Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kegiatan tersebut juga menjadi arena untuk menjaga kehormatan dan reputasi daerah di lingkungan Se-Kunci Bersama.
Menurut Dian, Kabupaten Ciamis selama ini memiliki posisi penting dalam perjalanan kerja sama Se-Kunci Bersama yang beranggotakan sejumlah kabupaten dan kota di wilayah perbatasan Jawa Barat.
“Jangan lupa, Kabupaten Ciamis ini dianggap sebagai daerah senior di lingkungan Se-Kunci Bersama. Bahkan Pak Bupati Herdiat juga dipandang sebagai sosok senior oleh para bupati dan wali kota lainnya. Karena itu, ketika kontingen Ciamis bertanding, yang dibawa bukan hanya nama atlet atau cabang olahraga, tetapi juga nama besar daerah,” ujarnya.
Ia menuturkan, posisi tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi seluruh anggota kontingen untuk menunjukkan sikap, karakter, dan prestasi terbaik selama mengikuti pertandingan.
“PORSENITAS ini bukan hanya soal menang atau kalah. Ada marwah daerah yang harus dijaga. Kita ingin menunjukkan bahwa Ciamis tetap mampu bersaing, tetap solid, dan tetap menjadi daerah yang diperhitungkan,” katanya.
Pada ajang POPWILDA Jawa Barat 2026, Kabupaten Ciamis mengirimkan 142 orang yang terdiri dari 89 atlet, 14 pelatih, 28 official, serta 11 personel tim teknis dan kesehatan. Mereka akan bertanding pada lima cabang olahraga, yakni bola basket, bola voli indoor, sepak bola, pencak silat, dan sepak takraw.
Sementara pada PORSENITAS XIII Se-Kunci Bersama, Kabupaten Ciamis memberangkatkan 172 orang yang terdiri dari 105 atlet, 37 manajer, 14 pelatih, serta 16 personel tim teknis dan kesehatan.
Kontingen Tatar Galuh akan berlaga pada 14 cabang olahraga, yakni biliar, bola basket, bola voli indoor, bulutangkis, catur, dagongan, futsal, lari 10 kilometer, sumpitan, tarumpah panjang, tenis lapang, tenis meja, jemparingan, dan padel.
Dian menjelaskan, seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan pada POPWILDA tahun ini diikuti oleh Kabupaten Ciamis. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen daerah dalam memberikan ruang bagi atlet-atlet pelajar untuk berkembang dan mengukur kemampuan di tingkat wilayah.
Ia optimistis sejumlah cabang olahraga unggulan mampu berbicara banyak pada kedua ajang tersebut. Terlebih para atlet telah menjalani persiapan dan latihan secara berkelanjutan sebelum keberangkatan.
“Kita memiliki beberapa cabang olahraga yang selama ini menjadi andalan. Tentu target kita adalah memberikan hasil terbaik. Minimal mempertahankan prestasi yang sudah diraih sebelumnya, bahkan kalau memungkinkan meningkat,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan PORSENITAS sebelumnya, Kabupaten Ciamis berhasil menembus tiga besar. Capaian tersebut menjadi salah satu target yang ingin dipertahankan pada penyelenggaraan tahun ini.
“Target realistis kami adalah mempertahankan posisi tiga besar. Namun kalau peluang untuk naik lebih tinggi terbuka, tentu akan kami perjuangkan bersama,” kata Dian.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, Dian menegaskan semangat atlet tidak boleh ikut surut. Menurutnya, prestasi lahir dari kerja keras, disiplin, dan mental bertanding yang kuat.
“Yang paling utama dalam olahraga itu semangat. Ketika atlet sudah masuk arena pertandingan, yang menentukan bukan lagi besar kecilnya anggaran, tetapi fokus, mental, dan keinginan untuk menjadi pemenang,” tegasnya.
Dikatakan Dian keberangkatan kontingen tersebut bukan sekadar perjalanan menuju arena pertandingan. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk menjaga marwah Tatar Galuh sekaligus membuktikan bahwa semangat juang tetap mampu melahirkan prestasi di tengah berbagai keterbatasan. (Nay Sunarti)
















