CIAMIS, deJurnal,- Cahaya ratusan obor berpendar dari berbagai penjuru Kelurahan Kertasari menuju halaman Gedung Islamic Center KH Irfan Hielmy Ciamis, Senin (15/6/2026) malam.
Di tengah lautan manusia yang memenuhi kawasan pusat syiar Islam tersebut, ribuan warga larut dalam suasana religius dan kebersamaan pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang untuk pertama kalinya digelar secara besar-besaran oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Kertasari.
Mengusung tema “Guyub Ngawangun Galuh Nyungsi Kertasari Ngahiji Ngabakti”, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar perayaan pergantian tahun dalam kalender Islam.
Peringatan Muharam menjadi momentum menyatukan masyarakat, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, pemerintah kelurahan, serta seluruh elemen warga dalam semangat membangun Kertasari yang religius, harmonis, dan peduli sesama.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pawai obor yang diikuti kafilah dari 12 RW se-Kelurahan Kertasari. Dengan membawa obor dan lantunan salawat, peserta berjalan menuju kompleks Islamic Center yang secara administratif berada di wilayah Kelurahan Kertasari.
Setibanya di lokasi, warga mengikuti botram bersama yang berlangsung penuh keakraban. Kebersamaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penampilan grup hadroh Pondok Pesantren Al Hasan Kertasari yang semakin menghidupkan suasana malam pergantian tahun Hijriah.
Sekitar 2.000 warga dari berbagai lingkungan hadir dalam kegiatan tersebut. Selain masyarakat umum, tampak hadir para ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, pengurus masjid, lembaga kemasyarakatan, PKK, UPZ, serta unsur pemerintah daerah.
Memasuki acara utama, kegiatan diawali dengan pembacaan kalam ilahi, laporan panitia, sambutan tokoh masyarakat, dan sambutan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Asisten Daerah III Setda Kabupaten Ciamis H. Wawan Ruhyat mengatakan Tahun Baru Islam bukan hanya penanda pergantian waktu, tetapi juga momentum refleksi dan perbaikan diri.
Menurutnya, peristiwa hijrah Rasulullah SAW mengandung nilai-nilai perjuangan, persatuan, serta transformasi menuju kehidupan yang lebih baik.
“Hijrah adalah proses transformasi diri, dari kondisi yang kurang baik menuju kondisi yang lebih baik, dari kemalasan menuju kerja keras, dari perpecahan menuju persatuan, dan dari keterbelakangan menuju kemajuan,” ujarnya.
Melalui momentum Tahun Baru Islam, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengajak masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai inspirasi dalam meningkatkan ketakwaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat budaya gotong royong untuk mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan berakhlak mulia.
Salah satu agenda yang paling menyentuh dalam kegiatan tersebut adalah penyaluran santunan kepada 112 anak yatim piatu yang berasal dari berbagai wilayah di Kelurahan Kertasari. Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat sekaligus implementasi nyata dari nilai kebersamaan yang diusung dalam tema kegiatan.
Ketua DMI Kabupaten Ciamis, KH Muhammad Syarif Hidayat, mengaku terkesan melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar.
Menurutnya, selama puluhan tahun berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Hasan, baru kali ini ia menyaksikan peringatan Tahun Baru Islam di Kelurahan Kertasari digelar dalam skala sebesar itu.
“Sudah lebih dari 40 tahun saya berada di lingkungan Pesantren Al Hasan, baru kali ini Kelurahan Kertasari mengadakan acara sebesar ini. Mudah-mudahan istiqomah karena potensi Kertasari sangat luar biasa,” katanya.
Ia menilai Kertasari memiliki modal sosial dan keagamaan yang kuat dengan keberadaan pondok pesantren, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, serta masyarakat yang memiliki semangat kebersamaan tinggi.
Sementara itu, Lurah Kertasari Rezza Aliansyah Nugraha, S.STP, mengatakan dipilihnya Islamic Center sebagai lokasi kegiatan bukan semata karena kapasitas tempat yang lebih luas, tetapi juga karena keberadaannya yang berada di wilayah Kelurahan Kertasari.
Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kali ini memiliki makna khusus karena menjadi momentum lahirnya kebersamaan yang lebih kuat di tengah masyarakat.
“Tema Ngahiji Ngabakti memiliki makna yang sangat mendalam. Kita harus ngahiji atau bersatu terlebih dahulu, kemudian ngabakti atau mengabdikan diri kepada masyarakat. Ketika seluruh elemen masyarakat bersatu, maka pembangunan akan lebih mudah diwujudkan,” ujar Rezza.
Ia menuturkan tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi silaturahmi dan semangat syiar Islam masih tumbuh subur di tengah kehidupan warga.
“Ini bukan sekadar peringatan Tahun Baru Islam. Ini adalah momentum mempererat ukhuwah, membangun kebersamaan, sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat Kertasari memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kegiatan keagamaan dan sosial,” katanya.
Ketua PHBI Kelurahan Kertasari Agus Sukmana mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang melampaui ekspektasi panitia.
“Malam ini di luar ekspektasi. Lautan manusia memenuhi lokasi kegiatan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kertasari memiliki semangat kebersamaan yang luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Agus, seluruh rangkaian kegiatan terlaksana melalui pembiayaan berbasis kemandirian masyarakat tanpa mengandalkan anggaran pemerintah. Dukungan datang dari warga, para donatur, tokoh agama, tokoh masyarakat, RT, RW, pengurus masjid, pondok pesantren, PKK, serta berbagai unsur lainnya yang terlibat dalam kepanitiaan.
Ia menjelaskan keberhasilan pelaksanaan santunan anak yatim juga tidak terlepas dari berbagai gerakan sosial masyarakat yang selama ini dijalankan secara konsisten, termasuk program penghimpunan infak dan sedekah yang manfaatnya kembali dirasakan oleh masyarakat.
Agus menilai keberhasilan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Kertasari.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Hikmah Muharam yang disampaikan KH Dr. Wasid, M.Si., sebelum ditutup dengan istighosah bersama yang dipimpin para ulama dan tokoh agama.
Menjelang akhir acara, kafilah pawai obor dari masing-masing RW kembali dilepas sebagai simbol semangat hijrah, persatuan, dan pengabdian masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah berawal dari kekuatan masyarakat di tingkat akar rumput. Dari Kertasari, semangat “Ngahiji Ngabakti” digaungkan sebagai ajakan untuk terus merawat persatuan, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembangunan Tatar Galuh di masa depan. (Nay Sunarti)













