• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Juli 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

SPMB 2026 Bersih dari Titipan, Seleksi Ketat dengan Ribuan Pendaftar

bydejurnalcom
Rabu, 10 Juni 2026
Reading Time: 3 mins read

Kepala SMAN 11 Garut, Dadang Mulyadi, S.Pd.

ShareTweetSend

Dekurnal.com, Garut – Kepala SMAN 11 Garut, Dadang Mulyadi, S.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027 di sekolah yang dipimpinnya dilaksanakan secara transparan, objektif, dan bebas dari praktik titip-menitip. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui dejurnal.com di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2026).

Menurut Dadang, seluruh proses penerimaan siswa baru di SMAN 11 Garut mengacu sepenuhnya pada aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya surat edaran Gubernur Jawa Barat terkait pelaksanaan SPMB Tahun 2026.

“Saya sebagai kepala sekolah menegaskan bahwa di SMAN 11 Garut tidak ada titip-titipan dalam proses penerimaan murid baru. Kami mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Bapak Gubernur melalui surat edaran mengenai pelaksanaan SPMB yang secara tegas melarang adanya praktik titip-menitip. Karena itu kami melaksanakan seluruh instruksi tersebut dengan penuh komitmen,” ujar Dadang.

BacaJuga :

Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Qur’an Alqirom Asysyamsiah, Wabup” Jaga Semangat Belajar”

Wabup Sukabumi Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Penyesuaian Diri dengan Kebutuhan Dasar

Diikuti 750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari Sarkopenia

Ia menegaskan bahwa setiap calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk diterima di SMAN 11 Garut tanpa adanya perlakuan khusus bagi pihak tertentu.

“Kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang mendaftar memiliki hak dan peluang yang sama untuk diterima. Tidak ada perlakuan istimewa bagi siapa pun. Semua mengikuti mekanisme dan sistem yang sudah ditetapkan,” katanya.

Jumlah Pendaftar Membludak, Kuota Hanya 504 Siswa

Dadang mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMAN 11 Garut sangat tinggi. Hingga pukul 12.00 WIB pada hari terakhir pemantauan, jumlah pendaftar telah mencapai 3.344 siswa.

Sementara itu, daya tampung yang tersedia di SMAN 11 Garut hanya sebanyak 504 siswa dari seluruh jalur penerimaan yang dibuka.

“Hingga siang ini jumlah pendaftar sudah mencapai 3.344 siswa. Sedangkan kuota yang tersedia di SMAN 11 Garut hanya 504 siswa. Artinya, ada ribuan calon siswa yang tidak dapat tertampung karena keterbatasan kuota yang tersedia,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, persaingan antarcalon peserta didik menjadi sangat ketat. Dari total pendaftar yang ada, hanya sebagian kecil yang nantinya dapat diterima sesuai kuota yang telah ditentukan.

Beragam Jalur Penerimaan Dibuka
Dalam pelaksanaan SPMB 2026, SMAN 11 Garut membuka berbagai jalur penerimaan sesuai ketentuan yang berlaku. Jalur-jalur tersebut memberikan kesempatan kepada siswa dengan berbagai latar belakang prestasi dan kondisi sosial untuk mengikuti seleksi.

Dadang menjelaskan bahwa jalur penerimaan yang tersedia meliputi jalur prestasi akademik berbasis nilai rapor, jalur prestasi non-akademik melalui berbagai kejuaraan, jalur kepemimpinan, jalur domisili, serta jalur afirmasi.

“Jalur yang dibuka cukup beragam. Ada jalur akademik berdasarkan nilai rapor, kemudian jalur prestasi non-akademik dari berbagai kejuaraan seperti O2SN dan FLS3N. Selain itu ada juga jalur kepemimpinan bagi siswa yang memiliki pengalaman menjadi pengurus OSIS atau ketua OSIS di tingkat SMP,” paparnya.

Selain itu, terdapat pula jalur domisili yang mempertimbangkan lokasi tempat tinggal calon siswa, serta jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi peserta didik dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5 sesuai data pemerintah.

“Semua jalur tersebut mendapatkan respons yang sangat tinggi dari masyarakat sehingga jumlah pendaftar membludak,” tambahnya.

Bantah Isu Titipan dalam Seleksi

Menanggapi berbagai isu yang berkembang terkait adanya dugaan titipan dalam proses penerimaan siswa baru, Dadang menegaskan bahwa pihak sekolah tidak akan menerima tuduhan tanpa disertai bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menyatakan bahwa sejak awal sosialisasi SPMB, pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak ada ruang bagi praktik titipan dalam proses seleksi.

“Kalau ada yang menyebut ada titipan, tentu harus ada bukti yang jelas. Kami tidak bisa menerima tuduhan tanpa dasar. Sejak awal sosialisasi SPMB 2026, kami sudah sangat tegas dan saklek bahwa sekolah tidak menerima titipan dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Menurutnya, munculnya berbagai asumsi tersebut kemungkinan disebabkan oleh tingginya tingkat persaingan dalam seleksi tahun ini. Dengan jumlah pendaftar yang mencapai ribuan orang dan kuota yang sangat terbatas, banyak calon siswa yang akhirnya tidak dapat diterima.

“Mungkin karena seleksinya sangat ketat sehingga muncul berbagai persepsi di masyarakat. Padahal sistem berjalan sesuai aturan yang berlaku dan dilakukan secara objektif,” ujarnya.

Tidak Berkomentar Terkait Program Sekolah Unggulan Maung

Saat dimintai tanggapan mengenai program Sekolah Unggulan Maung yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, Dadang memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh.
Menurutnya, SMAN 11 Garut bukan bagian dari program tersebut sehingga pihak sekolah tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan mekanisme maupun proses seleksi yang diterapkan.

“Terkait Sekolah Unggulan Maung, kami tidak bisa berkomentar banyak karena SMAN 11 Garut bukan bagian dari program tersebut. Kami tidak mengetahui secara detail bagaimana proses seleksi dan mekanisme yang diterapkan di sana. Itu merupakan kebijakan pemerintah pusat,” jelasnya.

Berharap Siswa Terpilih Sesuai Prestasi

Di akhir keterangannya, Dadang berharap seluruh siswa yang nantinya dinyatakan lolos seleksi benar-benar merupakan peserta didik terbaik sesuai dengan kriteria pada masing-masing jalur penerimaan.

Ia menekankan bahwa sistem yang diterapkan bertujuan memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh calon peserta didik sekaligus menjaring siswa-siswa yang memiliki prestasi dan kompetensi terbaik.

“Mudah-mudahan siswa yang diterima di SMAN 11 Garut adalah siswa-siswa yang memang layak dan berprestasi sesuai jalur masing-masing. Kami ingin proses ini berjalan adil, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.***Deri acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Di Boling Ketua DPRD, Kades Sukamenak Taufik Sampaikan Aspirasi Tentang Pagu Musrenbang

Next Post

Boling Ketua DPRD Tinjau Green House BUMDes Marsela Mahardika Dorong Kembangkan Budi Daya Melon Fujisawa

Related Posts

Peresmian Jembatan Gantung Prima Jantake, Bupati Sukabumi Dukung Akses Perekonomian Masyarakat
deNews

Peresmian Jembatan Gantung Prima Jantake, Bupati Sukabumi Dukung Akses Perekonomian Masyarakat

Senin, 13 Juli 2026
Pengukuhan Sekda, Bupati Sukabumi Tegaskan Kebijakan Kepegawaian Berdasarkan Sistem Merit, Kompetensi dan Kinerja
deNews

Pengukuhan Sekda, Bupati Sukabumi Tegaskan Kebijakan Kepegawaian Berdasarkan Sistem Merit, Kompetensi dan Kinerja

Senin, 13 Juli 2026
Program Berehan, Ikhtiar Perkuat ekonomi Daerah Melalui Pemberdayaan Peternak Lokal
deNews

Program Berehan, Ikhtiar Perkuat ekonomi Daerah Melalui Pemberdayaan Peternak Lokal

Minggu, 12 Juli 2026
deNews

Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Qur’an Alqirom Asysyamsiah, Wabup” Jaga Semangat Belajar”

Minggu, 12 Juli 2026
deNews

Wabup Sukabumi Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Penyesuaian Diri dengan Kebutuhan Dasar

Minggu, 12 Juli 2026
Diikuti  750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak  Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari  Sarkopenia
deNews

Diikuti 750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari Sarkopenia

Minggu, 12 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021

KabarDaerah

Direktur Utama PT. DJP Beberkan Dirinya Korban Skandal Proyek Pembangunan Gedung DiskopUKM

Selasa, 11 Agustus 2020

Bantuan Kapal Anggaran 2015 Senilai 1,5 Miliar Tak Manfaat, Kemendes Akan Datangi Garut

Kamis, 31 Oktober 2019

Satnarkoba Polres Garut Ungkap Penyalahgunaan Narkoba Jenis Ganja

Selasa, 8 September 2020

Pabrik Garmen di Cikancung Kebakaran Hebat, Hanguskan Dua Gudang Benang

Minggu, 2 November 2025

Empat Pasangan Cabup-Cawabup Daftarkan Diri Ke KPU Cianjur, Siapa Saja?

Sabtu, 5 September 2020

Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu, Begini Respon Warga Selatan Garut

Minggu, 29 Oktober 2023

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste