CIAMIS, deJurnal,- Memasuki usia ke-79 tahun, koperasi dinilai telah memasuki fase kematangan yang harus dibuktikan melalui peningkatan kualitas kelembagaan, profesionalisme, serta daya saing dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Momentum tersebut diharapkan menjadi titik kebangkitan koperasi agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Ciamis.
Hal itu disampaikan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Koperasi Tingkat Kabupaten Ciamis bertema “Koperasi Bangkit, Ekonomi Meningkat, Ciamis Maju” di Aula Dekopinda Ciamis, Sabtu (18/7/2026).
Bupati mengatakan, perjalanan koperasi selama hampir delapan dekade merupakan modal besar untuk terus berkembang.
Karena itu, HUT ke-79 tidak boleh dimaknai sebatas perayaan seremonial, melainkan menjadi momentum memperkuat peran koperasi sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah.
“Usia 79 tahun adalah usia yang matang. Seharusnya koperasi semakin dewasa, semakin mapan, semakin profesional, dan semakin mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Momentum ini harus menjadi titik kebangkitan koperasi,” ujarnya
Menurutnya, nilai-nilai yang menjadi dasar gerakan koperasi sangat selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Ciamis, yakni Guyub Ngawangun Galuh.
Semangat guyub, kata dia, tidak hanya dimaknai sebagai kebersamaan, tetapi juga gotong royong, kepedulian, dan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun daerah.
“Nilai-nilai itu sudah menjadi jati diri koperasi. Karena itu koperasi sangat linier dengan visi pembangunan Ciamis. Membangun daerah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kekuatan masyarakat,” katanya.
Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Prestasi
Dalam sambutannya, bupati juga menyinggung kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Ciamis yang masih terbatas. Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti berinovasi dan berprestasi.
Ia mencontohkan berbagai keberhasilan yang diraih Kabupaten Ciamis justru lahir dari kuatnya partisipasi masyarakat.
Salah satunya keberhasilan meraih juara pertama lomba kebersihan tingkat Jawa Barat dengan hadiah Rp15 miliar. Capaian tersebut diraih bukan karena investasi besar dalam pengelolaan sampah, melainkan karena tumbuhnya kesadaran masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.
“Di daerah lain pengelolaan sampah membutuhkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Di Ciamis, kekuatan utamanya adalah kesadaran masyarakat. Sampah dipilah sejak dari rumah sehingga yang masuk ke TPS sangat sedikit dan sisanya dapat dimanfaatkan kembali,” ungkapnya.
Menurut bupati, semangat gotong royong seperti itu merupakan nilai yang juga menjadi ruh gerakan koperasi.
Percepat Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mendorong percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai program strategis nasional.
Kabupaten Ciamis menargetkan pembentukan KDMP di seluruh 265 desa dan kelurahan. Namun hingga kini baru sekitar 30 koperasi yang telah beroperasi, sementara puluhan lainnya masih dalam proses.
Bupati meminta seluruh pihak ikut menyukseskan program tersebut karena diyakini akan memperkuat ekonomi desa.
“Kalau sudah menjadi program pemerintah, mari kita dukung bersama. Jangan lagi ada anggapan tidak dilibatkan. Ini program untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Koperasi Harus Jadi Penggerak Ekonomi Pertanian
Bupati menilai peran koperasi semakin penting dalam memperkuat rantai ekonomi pertanian di Kabupaten Ciamis.
Ia mengungkapkan, potensi pertanian Ciamis sangat besar, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Hal itu terlihat dari pasokan komoditas lokal untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru mencapai sekitar 40 persen.
Menurutnya, koperasi harus mampu mengambil peran sebagai lembaga ekonomi yang menghimpun hasil panen petani, memperkuat distribusi, hingga membuka akses pasar yang lebih luas.
“Jangan sampai hasil pertanian kita langsung keluar daerah tanpa memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Koperasi harus hadir sebagai penghubung antara petani dan pasar agar manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat Ciamis,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, pemerintah daerah pernah menyiapkan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk memperkuat badan usaha yang dapat membantu menyerap hasil pertanian masyarakat. Namun anggaran tersebut belum termanfaatkan secara maksimal.
Karena itu, ia berharap koperasi mampu mengisi ruang tersebut dengan menjadi lembaga ekonomi yang sehat, profesional, dan dipercaya masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh insan koperasi menjadikan HUT ke-79 sebagai titik awal memperkuat gerakan koperasi agar semakin adaptif menghadapi perubahan zaman.
“Koperasi tidak boleh hanya besar karena usianya, tetapi juga harus besar manfaatnya. Kalau koperasi semakin kuat, maka ekonomi masyarakat juga akan semakin kuat. Dari sanalah Ciamis akan semakin maju,” pungkasnya. (Nay Sunarti)
















