• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Sekda Ciamis Dukung Pengolahan Eceng Gondok Leuwi Keris untuk Pertanian Organik dan UMKM

bydejurnalcom
Minggu, 19 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
Sekda Ciamis Dukung Pengolahan Eceng Gondok Leuwi Keris untuk Pertanian Organik dan UMKM
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal – Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Dr. Andang Firman menyambut baik gagasan Gerakan Amaliyah Ciamis Cinta Organik Sejati (GACCORS) untuk memanfaatkan eceng gondok di kawasan wisata Leuwi Keris sebagai bahan baku pupuk organik.

Menurutnya, inovasi tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mengembangkan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) melalui pemanfaatan potensi lokal yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Pernyataan itu disampaikan Andang saat mengikuti forum diskusi bersama GACCORS, Staf Ahli Bupati Ciamis Dr. Giatno, unsur Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ciharalang, serta para pegiat pertanian organik di kawasan wisata Leuwi Keris, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Minggu (19/7/2026).

BacaJuga :

GAS : Kementerian Koperasi Pernah Minta Pemkab Garut Segera Proses Pembubaran Koperasi Kiara Dodot

Semarakkan HUT RI ke-81 Jalan Sehat hingga Evaluasi, TP PKK Ciamis Makin Solid

Asep Rahmat Apresiasi PDPM-UMC, Beasiswa Buka Jalan Warga Kuliah

Menurut Andang, eceng gondok yang selama ini tumbuh subur di kawasan Leuwi Keris tidak semestinya hanya dipandang sebagai gulma perairan.

Dengan pengelolaan yang tepat, tanaman tersebut dapat diubah menjadi sumber bahan organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

“Hari ini kami bersama teman-teman GACCORS dan DPRKPLH mendiskusikan manfaat eceng gondok. Alhamdulillah keberadaannya di Leuwi Keris cukup melimpah. Ini menjadi peluang untuk menyediakan bahan hijau yang memiliki kandungan nutrisi bagi pertanian organik,” ujar Andang.

Ia menjelaskan, eceng gondok berpotensi diolah menjadi kompos, pupuk organik, maupun pembenah tanah yang mampu meningkatkan kesuburan lahan sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

“Bagi kami, pengembangan pertanian organik bukan hanya soal meningkatkan hasil produksi, tetapi juga bagaimana memanfaatkan potensi lokal untuk menjaga kesuburan tanah, memperbaiki kualitas lingkungan, dan menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan,” katanya.

Meski demikian, Andang mengakui pemanfaatan eceng gondok di kawasan Leuwi Keris masih memerlukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai pihak yang memiliki kewenangan terhadap kawasan tersebut.

“Yang menjadi perhatian sekarang adalah bagaimana kita mendapatkan akses untuk memanfaatkan eceng gondok tersebut. Mudah-mudahan nanti kita bisa berdiskusi dengan BBWS sehingga ada fasilitasi dan mekanisme yang jelas dalam pemanfaatannya,” tuturnya.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, kelompok tani, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan pertanian organik di Kabupaten Ciamis.

Sebagai tindak lanjut, hasil pembahasan akan dikomunikasikan dengan BBWS untuk mengkaji aspek teknis, regulasi, serta mekanisme pemanfaatan eceng gondok di kawasan Leuwi Keris.

“Langkah ini diharapkan menjadi awal lahirnya model pengelolaan eceng gondok yang tidak hanya mengatasi persoalan gulma perairan, tetapi juga mendukung pengembangan pupuk organik berbasis potensi lokal di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Andang mengungkapkan, Pemkab Ciamis juga kedepannya berencana menyiapkan skema pemanfaatan TPS Handapherang sebagai lokasi penampungan sementara eceng gondok hasil pembersihan dari Leuwi Keris sebelum diolah lebih lanjut.

Menurutnya, keberadaan lokasi penampungan sementara tersebut penting untuk mendukung proses pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan eceng gondok agar lebih efektif dan terorganisasi.

“Ke depan, kami akan memanfaatkan TPS Handapherang sebagai tempat penampungan sementara eceng gondok. Dari sana nantinya eceng gondok dapat diproses lebih lanjut menjadi pupuk organik maupun bahan baku berbagai produk kerajinan, sehingga pengelolaannya lebih optimal dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andang menilai potensi eceng gondok tidak hanya berhenti sebagai bahan baku pupuk organik.

Tanaman tersebut juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Kita tidak hanya melihat eceng gondok dari sisi pertanian organik. Ke depan, kami juga akan melibatkan Dinas Pariwisata serta Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) agar tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual, seperti tas, anyaman, suvenir, maupun produk kreatif lainnya,” katanya.

Dengan begitu, andang menilai  manfaatnya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

Andang menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pemanfaatan eceng gondok mampu memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari pelestarian lingkungan, penguatan pertanian organik, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Ia berharap Leuwi Keris tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga berkembang menjadi kawasan percontohan pengelolaan sumber daya lokal yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah.

“Dengan pengolahan eceng gondok secara tekat sasaran diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung terwujudnya Ciamis sebagai daerah yang konsisten mengembangkan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

GACCORS Usulkan Eceng Gondok Leuwi Keris Ciamis Jadi Bahan Pupuk Organik

Next Post

Kepercayaan Nasional untuk Ciamis, Hj. Talbiyah Munadi Jadi Waketum PP BKMM-DMI Dilantik Jusuf Kalla

Related Posts

KPH Purwakarta Perkuat Sinergi dengan Bhabinkamtibmas polres Purwakarta, Antisipasi Karhutla dan Jaga Keamanan Hutan
deNews

KPH Purwakarta Perkuat Sinergi dengan Bhabinkamtibmas polres Purwakarta, Antisipasi Karhutla dan Jaga Keamanan Hutan

Kamis, 13 Agustus 2026
Putera Asgar  Juarai Turnamen Sepak Bola Soeratin Cup 2026
deNews

Putera Asgar Juarai Turnamen Sepak Bola Soeratin Cup 2026

Rabu, 12 Agustus 2026
Cegah Karhutla, Polisi Siram Lahan Kering di Babakancikao
deNews

Cegah Karhutla, Polisi Siram Lahan Kering di Babakancikao

Rabu, 12 Agustus 2026
GAS : Kementerian Koperasi Pernah Minta Pemkab Garut Segera Proses Pembubaran Koperasi Kiara Dodot
deNews

GAS : Kementerian Koperasi Pernah Minta Pemkab Garut Segera Proses Pembubaran Koperasi Kiara Dodot

Rabu, 12 Agustus 2026
Semarakkan HUT RI ke-81 Jalan Sehat hingga Evaluasi, TP PKK Ciamis Makin Solid
deNews

Semarakkan HUT RI ke-81 Jalan Sehat hingga Evaluasi, TP PKK Ciamis Makin Solid

Rabu, 12 Agustus 2026
Asep Rahmat Apresiasi PDPM-UMC, Beasiswa Buka Jalan Warga Kuliah
deNews

Asep Rahmat Apresiasi PDPM-UMC, Beasiswa Buka Jalan Warga Kuliah

Rabu, 12 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021
Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

KabarDaerah

Dewan Pendidikan Indramayu Sambut Positif Rencana Belajar Jarak Jauh Gunakan Aplikasi Bio Study

Kamis, 30 Juli 2020

Ini Pesan Asda I Kepada Kepala Dinas Pendidikan Garut di Gelaran Sertijab

Senin, 27 Desember 2021

Rakor Penanggulan Bencana, Ini Instruksi Sekda Selaku Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi

Kamis, 5 Desember 2024

Sudah Berlalu 6 Tahun, Penanganan Korban Banjir Bandang Garut Masih Sisakan Persoalan?

Rabu, 9 Februari 2022

Polres Purwakarta Bekuk 7 Tersangka Pengedar Narkoba

Kamis, 8 Oktober 2020

Kemenag Garut : Penentuan Kuota Haji 2026 Kebijakan Pusat, Bukan Daerah

Selasa, 25 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste