CIAMIS, deJurnal,- Semangat Juang ’45 tidak boleh berhenti menjadi bagian dari sejarah, tetapi harus terus hidup dalam sikap, karakter, dan pengabdian generasi penerus bangsa.
Pesan itu menjadi benang merah dalam pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar Tahun 2026 yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, di Aula LVRI Ciamis, Sabtu (11/7/2026).
Mewakili Bupati Ciamis, Andang Firman Triyadi menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh veteran yang telah mengabdikan jiwa, raga, dan pikirannya demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan buah dari pengorbanan para pejuang yang tidak ternilai.
“Veteran adalah saksi hidup sejarah bangsa. Pengabdian mereka menjadi fondasi lahirnya Indonesia yang merdeka. Karena itu, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan harus terus dijaga dan diteruskan kepada generasi muda,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini memang berbeda dengan masa perjuangan fisik. Namun, derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta perubahan sosial menuntut hadirnya generasi yang tetap memiliki semangat nasionalisme, disiplin, integritas, dan rasa cinta tanah air.
Menurut Andang, semangat Juang ’45 tidak lagi diwujudkan melalui peperangan, melainkan melalui karya, prestasi, etos kerja, serta pengabdian dalam berbagai bidang kehidupan.
“Generasi muda harus memahami bahwa mengisi kemerdekaan merupakan bentuk perjuangan masa kini. Semangat pantang menyerah, gotong royong, disiplin, dan mengutamakan kepentingan bangsa harus tetap menjadi pegangan,” ujarnya.
Andang menilai keberadaan LVRI memiliki peran penting sebagai penjaga memori kolektif bangsa sekaligus sumber inspirasi bagi generasi penerus. Pengalaman para veteran dinilai menjadi pelajaran berharga dalam membangun karakter kebangsaan di tengah perubahan zaman.
Ia berharap para veteran tetap aktif memberikan teladan melalui pembinaan, berbagi pengalaman, serta menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.
Lebih lanjut, Andang mengatakan Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berkomitmen membangun daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagaimana arah pembangunan daerah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi veteran.
“Nilai-nilai yang diwariskan para pejuang menjadi modal sosial yang sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang maju, berdaya saing, dan tetap berpegang pada jati diri bangsa,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Andang juga berharap Muscab LVRI Tahun 2026 dapat menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan kepengurusan yang mampu memperkuat peran LVRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter kebangsaan.
“Mudah-mudahan musyawarah ini menghasilkan keputusan terbaik, mempererat kebersamaan, dan melahirkan kepengurusan yang amanah sehingga organisasi semakin solid serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Legiun Veteran Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn.) Nandang Herawan, menegaskan bahwa perjuangan para veteran tidak berhenti ketika perang usai.
Menurutnya, tugas besar yang kini diemban adalah memastikan semangat Juang ’45 tetap diwariskan kepada generasi penerus sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia.
Ia mengatakan LVRI akan terus berkomitmen menjadi organisasi yang menjaga nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Karena itu, Muscab menjadi forum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus menyusun langkah-langkah strategis menghadapi tantangan ke depan.
Melalui Musyawarah Cabang tersebut, LVRI Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi pejuang yang tidak hanya menjaga sejarah, tetapi juga terus berkontribusi dalam membangun karakter bangsa dan memperkuat semangat kebangsaan di tengah masyarakat. (Nay Sunarti/Sumber Prokopim Ciamis)
















