CIAMIS, deJurnal,- Kebutuhan perangkat penunjang administrasi Posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi PAN, Asep Rahmat, saat melaksanakan reses II Tahun Sidang 2026 di Desa Petirhilir, Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Sejumlah kebutuhan yang disampaikan warga langsung mendapat respons, termasuk permintaan perangkat laptop dan printer untuk mendukung pekerjaan kader Posyandu serta pengelola PAUD.
Asep Rahmat menyatakan siap membantu pengadaan dua unit laptop beserta printer untuk Posyandu, serta satu unit laptop dan printer untuk PAUD.
Bantuan tersebut disiapkan setelah kader menyampaikan bahwa pekerjaan administrasi dan pelaporan membutuhkan dukungan perangkat yang memadai.
Keluhan Administrasi Posyandu Mendapat Respons
Asep mengatakan, tuntutan administrasi dan pelaporan yang harus dikerjakan kader Posyandu saat ini cukup banyak. Kondisi tersebut menjadi lebih sulit ketika tidak didukung perangkat komputer yang memadai.
“Banyak keluhan terkait tuntutan pelaporan pekerjaan sehingga menyulitkan ketika harus mengakses dan mengolah data masing-masing Posyandu. Karena itu, dalam rangkaian reses ini saya memberikan dua laptop beserta printer untuk mendukung kebutuhan administrasi Posyandu,” ujar Asep.
Menurutnya, perangkat tersebut nantinya dapat digunakan untuk membantu pengolahan data, penyusunan laporan serta berbagai kebutuhan administrasi Posyandu.
Asep berharap proses pengadaan dapat dilakukan pada minggu pertama September 2026 sehingga perangkat bisa segera dimanfaatkan.
“Mudah-mudahan bisa dibelikan pada minggu pertama September dan bermanfaat bagi kader Posyandu dalam menjalankan tugasnya,” katanya.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut diberikan melalui mekanisme dan kewenangan yang dimilikinya sebagai anggota DPRD Kabupaten Ciamis, bukan berasal dari dana pribadi.
Reses Bukan Sekadar Pertemuan
Asep Rahmat menegaskan, kegiatan reses merupakan bagian dari kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat dan mendengarkan kebutuhan warga.
Menurutnya, seorang wakil rakyat tidak cukup hanya menyampaikan program. Persoalan yang disampaikan masyarakat harus menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Reses itu tugas anggota dewan untuk mendengarkan. Kita memberikan paparan, tetapi yang lebih penting adalah mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat untuk kemudian diperjuangkan,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah sektor yang menjadi perhatian, antara lain pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, seni budaya dan olahraga.
Asep menilai pendidikan dan pembinaan generasi muda harus menjadi perhatian bersama. Begitu pula seni dan budaya daerah yang menurutnya perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Kita harus mempersiapkan generasi muda menuju 2045. Jangan sampai Indonesia Emas hanya menjadi slogan, tetapi harus diisi oleh generasi yang mencintai negaranya, sekaligus tetap menjaga budaya dan bahasa daerah,” tuturnya.
Aspirasi Bunda PAUD Ikut Ditindaklanjuti
Tidak hanya kader Posyandu, perwakilan Bunda PAUD yang hadir dalam kegiatan reses juga menyampaikan kebutuhan perangkat untuk menunjang kegiatan administrasi PAUD.
Permintaan tersebut mendapat respons dari Asep Rahmat. Ia menyatakan akan menambahkan satu unit laptop dan printer untuk PAUD.
Dengan demikian, bantuan perangkat yang disiapkan dalam rangkaian aspirasi tersebut mencakup dua laptop dan printer untuk Posyandu serta satu laptop dan printer untuk PAUD.
Asep berharap perangkat tersebut benar-benar digunakan untuk menunjang kegiatan dan membantu pengelola dalam menyelesaikan pekerjaan administrasi.
Menurutnya, kebutuhan fasilitas sederhana seperti komputer dan printer terkadang menjadi kendala bagi lembaga yang berada di tingkat desa. Padahal, pekerjaan administrasi dan pelaporan tetap harus dilakukan secara tertib.
Warga Petirhilir Apresiasi Bantuan Penerangan
Dalam kegiatan tersebut, warga juga menyampaikan apresiasi atas bantuan Asep Rahmat sebelumnya berupa penerangan lampu merkuri di lingkungan Desa Petirhilir.
Ketua RW 02 mengungkapkan, bantuan penerangan tersebut memberikan perubahan yang cukup dirasakan masyarakat, terutama pada malam hari.
Sebelum adanya penerangan, sejumlah lokasi di lingkungan warga masih gelap dan sepi. Kondisi itu membuat warga merasa kurang nyaman ketika melintas atau melakukan aktivitas pada malam hari.
Kini, setelah titik tersebut mendapat penerangan, warga merasa lebih tenang.
“Terima kasih kepada Pak Asep Rahmat atas bantuan penerangan sebelumnya. Sekarang tempat yang dulu sepi dan gelap sudah terang. Jadi tidak banyak lagi yang nongkrong di tempat-tempat sepi. Kami juga kalau ke masjid tidak terlalu waswas karena sudah ada penerangan,” ujar Ketua RW 02.
Menurutnya, bantuan tersebut memberikan manfaat langsung bagi lingkungan. Selain membuat jalan dan titik tertentu menjadi lebih terang, penerangan juga meningkatkan rasa aman warga ketika beraktivitas pada malam hari.
Kepala Desa: Aspirasi Masyarakat Bisa Disampaikan Langsung
Kepala Desa Petirhilir Obang Sobari menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, pertemuan langsung dengan anggota DPRD memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.
Ia mengatakan, tidak semua masyarakat memahami fungsi reses. Karena itu, kegiatan seperti ini dinilai penting untuk membuka komunikasi antara masyarakat dengan wakil rakyat.
“Terima kasih kepada Bapak Asep yang sudah hadir dalam kegiatan reses di Desa Petirhilir. Mungkin sebelumnya masih ada masyarakat yang bertanya apa itu reses. Reses ini menjadi kesempatan untuk mendengarkan keinginan dan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat ditampung dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan pemerintah.
Kepala desa juga mengapresiasi keterlibatan unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut, mulai dari kader, RT, RW hingga perwakilan Bunda PAUD.
“Karena dari desa juga tidak bisa secara umum menjangkau semuanya, maka dalam kegiatan ini ada keterwakilan dari RT dan RW. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Asep di Desa Petirhilir,” katanya.
Bantuan Menjawab Kebutuhan Nyata
Rangkaian reses di Desa Petirhilir menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak selalu berupa pembangunan fisik dalam skala besar.
Dukungan perangkat kerja bagi Posyandu dan PAUD menjadi kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. Begitu pula penerangan lingkungan yang sebelumnya telah diberikan, manfaatnya dirasakan warga dalam aktivitas sehari-hari.
Bagi kader Posyandu, dua laptop dan printer diharapkan dapat membantu pekerjaan pengolahan data serta pelaporan. Sementara bagi PAUD, tambahan satu laptop dan printer dapat menunjang kebutuhan administrasi lembaga.
Asep Rahmat berharap bantuan tersebut tidak hanya menjadi pemenuhan sarana, tetapi benar-benar digunakan untuk memperlancar pelayanan dan kegiatan di tingkat desa.
Reses pun menjadi ruang untuk mempertemukan aspirasi masyarakat dengan upaya tindak lanjut. Dari Desa Petirhilir, Asep menegaskan komitmennya untuk terus mendengarkan kebutuhan warga dan memperjuangkannya melalui mekanisme yang tersedia.
















