Dejurnal.com, Garut – Terkait turnamen Sepak Bola Soeratin Cup 2026, yang dibuka secara resmi oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin serta didampingi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ketua KONI, Ketua PSSI dan Ketua KNPI, Unsur Forkopimcam Pamulihan, Para Kepala Desa, dan warga masyarakat. Dilapang sepak bola Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan, tentu menjadi harapan kebangkitan sepak bola khususnya di wilayah Garut Selatan, Rabu (12/8/2026).
Dengan adanya kegiatan sepak bola ini tentu menjadi momen dan penyemangat kebangkitan Persebakbolaan U-13, dan U-15 di Kabupaten Garut, apalagi adanya kegiatan dilakukan Asosiasi Provinsi dan berkerjasama Asosiasi Kabupaten U-13 dan U-15 se-Priangan, Kabupaten Garut selaku Tuan Rumah. Namun semua itu sangat disayangkan, terkadang niat baik tidak selamanya menjadi baik, malah jadi fatal.
Belakangan terkuak penyebab terjadinya kekisruhan, yang mencuat kepermukaan terkait turnamen Soeratin Cup 2026 yang dilaksanakan dilapang Sepak Bola Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan Garut. Dalam pertandingan tersebut salah satu club sepak bola berasal Garut Selatan, melakukan workout, diakibatkan adanya salah satu pemain diganjal kartu merah. Selanjut ha diduga ada keputusan secara sepihak diduga dilakukan Ketua Umum PSSI Kabupaten Garut.
Berkaitan hal tersebut menurut Firman Fauzi Syamsudin, selaku koordinator pelaksana dibawan naungan langsung Ketua Umum PSSI Kabupaten Garut, dan saat ditemui dikantor PSSI Kabupaten Garut, menyampaikan. Rabu, 12 Agustus 2026.
“Berkaitan dengan kegiatan turnamen Soeratin Cup 2026, itu terjadi ditengah perjalanan, padahal untung persiapan piala Soeratin, kami telah persiapankan secara matang, ya dari mulai sistem dan target peserta dan lain-lainnya, bahkan mungkin dipertengahan jalan adanya hal perpindahan venue yang tadinya dipusat kota, adanya arahan dari Ketua Umum PSSI, harus pindah kedaerah karena itu memang ada arahan dari Asprov, jangan kota sentris, dan memang awal sempat ada pro dan kontra, akan tetapi kita bisa redam, dan akhirnya sepakat yaitu Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan “. Ujar Firman.
Lebih lanjut dikatakan oleh Firman dan masih Sekertariat PSSI Kabupaten Garut.
“Dihari pertama sampai hari ke – 7 (tujuh) itu berjalan lancar, namun pertengahan dan menjelang babak semifinal itu ada sedikit apa namanya human error, dan itu ada di saya pribadi (pelaksana dalam turnamen Soeratin 2026). Terkait dengan penjadwalan, diawal teknikal meeting itu sebelum dilakukan pengocokan nomor dan jadwal, drawing bagan knotdwomn. Itu sudah kami share supaya netral dan setelah technical meeting, akhirnya kami membuat jadwal pertandingan, dan juga itu sudah komplit, dari nomor 1 sampai dengan final, namun tadi dipertandingan semifinal Usia 15 (U-15) itu terjadinya hal kekeliruan salah di dalam penomeran”. Jelasnya.
“itu mutlak kesalahan panitia dan kami pun sudah mengakuinya,” Ungkapnya dengan penuh kejujuran.
Menurut Firman Fauzi Syamsudin, terkait hal tersebut ketahuan ketika nama dan jadwal semifinal dan besok harinya itu, Ketua dan Peserta, mengkonfirmasi atas beberapa soal tersebut, akhirnya setelah ada pengecekan ulang ternyata semua itu, memang benar adanya penggeseran nomor jadwal pertandingan, setelah itu
“saya cek ulang, eh ternyata itu memang benar, ada penggeseran seharusnya itu, misalkan nomor pertandingan semifinal, itu nomor pertandingannya 62 dan 63, itu jadi 64 dan 65 “. Tegasnya.
Bahkan menurut Firman diakui olehnya atas hal tersebut, itu diawali terjadinya diskusi yang panjang dan alot, namun setelah duduk bersama ke empat tim club sepak bola yang masuk semifinal akhirnya diputuskan, disepakati secara bersama.
“akhirnya kita putuskan melalui komdis, bukan dirubah tapi menyesuaikan bagan yang telah disepakati, waktu technical meeting, namun kami memutuskan ada penyesuaian jadwal yaitu sesuai bagan yang diawal, dan clear akhirnya bisa eh laksanakan”. Paparnya. Meski setelah itu mencuat dimedsos, mungkin tidak tahu kronologisnya, atas adanya human error.
Berkaitan hal adanya workout salah satu peserta Gemar Football dari Bungbulang
“Dipicu seorang anak, dan saat itu akan melaksanakan tendangan sudut, dan itu terjadi adanya kesalahan faham faktor dilapangan, sebenarnya itu fasilitasnya sangat terbatas, dan itu ada tiang corner yang kurang berdiri dan itu menjadi ada dua persepsi, baik itu persepsi wasit dan persepsi pihak Gemar Football, menurut pihak tim Gemar Football anak tersebut saat itu hanya akan membetulkan tiang bendera corner, namun sudut pandang wasit saat itu anak mecabut tiang corner akhirnya keputusan wasit mengeluarkan kartu kuning, dan selanjutnya melakukan kesalahan lagi, dikasih karut kuning dua kali dan akhirnya kartu merah dan saat istirahat yang kedua, mereka workout pertandingan tidak dilanjut, posisi skor imbang”. Tandasnya.
Akhirnya Turnamen Piala Soeratin Cup 2026 di Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan untuk U – 15 yang sempat jadi ramai perbincangan dimenangkan oleh Juara I Putera Asgar dan Juara II oleh Pamong Praja, dan rupanya tidak sampai disana meski kegiatan turnamen piala Soeratin 2026 ini telah melahirkan juara, PSSI Kabupaten Garut, harus kebakaran jenggot, diakibatkan adanya keputusan sepihak diduga dilakukan Ketua Umum PSSI Kabupaten Garut, dianggap telah menodai persepakbolaan dan nama baik PSSI Kabupaten Garut.
Berkaitan hal tersebut menurut Firman Fauzi Syamsudin, berkaitan dengan isu yang saat ini berkembang tersebut, hal terkait perwakilan, club yang mewakili dikegiatan regional untuk Kategori U -15 Priangan Jawa Barat.
“Berdasarkan atas informasi yang kami terima itu, Untuk U-15, yaitu perwakilan yang sudah ditetapkan Asprov dan satu perwakilan juara kompetisi U -15, namun dalam tengah perjalanan ada beberapa informasi, PSSI Kabupaten Garut itu ada penambahan kuota untuk U-15 itu juga belum fix, dan berkaitan hal tersebut ada informasi salah satu tim mengundurkan diri, dan kemarin telah ada keputusannya tetap mengundurkan diri, namun atas hal tersebut diluar sepengetahuan karena itu menjadi kewenangan Ketua Umum PSSI, sudah ditunjuk tim baru, dan sebenarnya niatanya baik, untuk pemerataan, ya tadi karena belum ada komunikasi akhirnya malah jadi riuh, ya kalau yang jadi juara. Itu Garut Kota, maka yang kedua itu dari daerah Garut Selatan begitu juga dengan hal sebaliknya kalau Juara Garut Selatan kedua itu dari Garut Kota “. Jelasnya.
Firman Fauzi Syamsudin menambahkan bahwa hal tersebut sebagaimana saran dari Asprov, ditindaklanjuti Ketua Umum PSSI Kabupaten Garut, bahkan berkaitan dengan Piala Soeratin Cup 2026, tidak ada ketua pelaksana yang ada hanya itu selalu koordinator dan dibawah kendali Ketua Umum PSSI Kabupaten Garut.
Ketika ditanya mensoal sang juara dari kompetisi baik U -13 dan U – 15, untuk melanjutkan kejenjang level lebih jauh ini jawabnya.
“Sejatinya berkaitan itu jauh hari sudah disampaikan didalam taknikal meeting dan semua pihak telah mengetahui dan menyetujui bahwa untuk U-13 itu juara ke – 1, 2, 3. Sementara untuk U-15 itu hanya satu yaitu Juara Ke – 1 saja, intinya hal terkait adanya riuh ini Ketua Umum PSSI didalam mengambil keputusan sendiri tanpa ada dan hasil musyawarah, namun terlepas apapun itu saya mencoba dan berusaha meluruskan informasi saat ini terus berkembang”. Pungkasnya. Atas hal tersebut tentunya ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemda Kabupaten Garut.***Yohaness















