Dejurnal.com, Ciamis — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui berbagai kolaborasi antara dunia usaha dan kelompok masyarakat. Salah satunya diwujudkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Ciamis dengan memberikan dukungan fasilitas budidaya pertanian modern kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sedap Malam, Desa Kertaraharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis.
Dukungan tersebut disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, berupa fasilitas dan perlengkapan budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik. Bantuan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana produksi pangan, tetapi juga membuka ruang bagi kaum perempuan di pedesaan untuk mengembangkan potensi ekonomi secara bersama-sama.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Jumat, 11 September 2026, bertempat di lokasi green house yang menjadi pusat kegiatan budidaya hidroponik KWT Sedap Malam. Bantuan diserahkan langsung oleh Branch Office Head (BOH) BRI Ciamis, Ricko Anggara, kepada perwakilan pengurus KWT Sedap Malam.
Fasilitas yang diberikan mencakup pembangunan green house hidroponik, instalasi pendukung sirkulasi air, media penanaman, serta berbagai perlengkapan yang diperlukan dalam proses budidaya tanaman dengan metode hidroponik.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah penting bagi KWT Sedap Malam untuk mengembangkan pola pertanian yang lebih modern. Sistem hidroponik memungkinkan masyarakat membudidayakan berbagai jenis sayuran tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ketersediaan lahan pertanian yang luas.
Selain itu, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu kelompok dalam melakukan kegiatan bercocok tanam secara lebih terencana, efisien, dan berkelanjutan.
Dorong Perempuan Desa Lebih Produktif
Program bantuan ini juga memiliki dimensi pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi perempuan yang tergabung dalam KWT Sedap Malam. Kelompok wanita tani tidak hanya menjadi wadah untuk melakukan aktivitas pertanian, tetapi dapat berkembang menjadi ruang belajar, berinovasi, sekaligus membangun kegiatan ekonomi produktif.
Dengan adanya green house dan fasilitas hidroponik yang memadai, anggota kelompok memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dalam mengelola tanaman hortikultura, mulai dari proses penyemaian, pemeliharaan, pengaturan nutrisi, hingga masa panen.
Kegiatan tersebut pada akhirnya diharapkan mampu menciptakan pola pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi anggota kelompok maupun masyarakat di sekitarnya.
BOH BRI Ciamis Ricko Anggara menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian BRI dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor pertanian berbasis komunitas.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif dalam menghadapi tantangan keterbatasan lahan sekaligus mendorong masyarakat agar mampu menghasilkan pangan secara mandiri.
Selain berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan hidroponik juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi produktif. Hasil panen yang melebihi kebutuhan konsumsi anggota kelompok dapat diarahkan untuk dipasarkan kepada masyarakat maupun konsumen lainnya.
Dengan demikian, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan siklus kegiatan yang berkelanjutan, yakni mulai dari produksi, pemanfaatan hasil panen, hingga pengembangan nilai ekonomi.
Dari Ketahanan Pangan Menuju Kemandirian Ekonomi
Program pemberdayaan seperti yang dilakukan kepada KWT Sedap Malam memiliki arti strategis karena ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk memproduksi dan mengelola sumber pangan secara mandiri.
Melalui hidroponik, masyarakat dapat memanfaatkan ruang yang tersedia secara lebih optimal. Green house juga memberikan lingkungan budidaya yang lebih terkontrol sehingga kegiatan produksi dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih terarah.
Bagi KWT Sedap Malam, fasilitas tersebut diharapkan menjadi modal awal untuk terus mengembangkan inovasi pertanian. Tidak menutup kemungkinan, kegiatan yang semula berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan keluarga dapat berkembang menjadi usaha bersama yang memberikan tambahan pendapatan bagi para anggotanya.
Jika dikelola secara konsisten, hasil produksi hidroponik juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi lokal. Sayuran yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan warga sekitar sekaligus dipasarkan ke konsumen yang membutuhkan produk hortikultura segar.
BRI Dorong Program Berkelanjutan
Dukungan BRI melalui program TJSL BRI Peduli tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas semata. Keberadaan sarana hidroponik diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok sehingga mampu menghasilkan kegiatan produktif dalam jangka panjang.
Kunci keberhasilan program tersebut berada pada kemampuan kelompok dalam merawat fasilitas, menjaga keberlangsungan produksi, meningkatkan keterampilan anggota, serta mengembangkan jaringan pemasaran hasil panen.
Karena itu, KWT Sedap Malam diharapkan dapat menjadikan bantuan tersebut sebagai titik awal untuk membangun kemandirian. Green house bukan sekadar bangunan tempat menanam sayuran, melainkan dapat menjadi pusat pembelajaran pertanian modern dan pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat desa.
Di sisi lain, keterlibatan perusahaan melalui program TJSL menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui sinergi berbagai pihak. Pemerintah desa, kelompok masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat secara bersama-sama memiliki peran dalam menciptakan sistem pangan yang kuat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Dengan dukungan fasilitas hidroponik yang kini dimiliki, KWT Sedap Malam Desa Kertaraharja diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menghasilkan pangan yang sehat dan bergizi, serta secara bertahap membangun kegiatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, dengan memanfaatkan potensi yang ada dan menggabungkannya dengan inovasi teknologi. Dari sebuah green house sederhana, diharapkan tumbuh semangat kemandirian pangan, produktivitas perempuan, hingga peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Kertaraharja.***Willy



















