Dejurnal.com, Garut — Ajang olahraga futsal bertajuk ” Futsal Series Regional Garut ” menghadirkan persaingan antarpelajar dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten dan Kota Garut. Turnamen yang digelar di Gedung SOR RAA Adiwijaya, Kabupaten Garut, ini diikuti sebanyak 24 tim sekolah dan menjadi salah satu wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, sportivitas, serta prestasi di bidang olahraga futsal.
Ketua Penanggung Jawab Futsal Series Regional Garut, Haris, mengatakan bahwa pelaksanaan turnamen tersebut telah memasuki hari kedua pada Jumat (23/10/2026). Sebelumnya, kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana.
Saat ditemui Dejurnal.com di Gedung SOR RAA Adiwijaya, Haris menjelaskan bahwa Futsal Series Regional Garut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kompetisi futsal yang mempertemukan tim-tim sekolah dalam sebuah ajang pertandingan yang kompetitif.
“Nama event-nya Futsal Series Regional Garut. Untuk pesertanya ada 24 tim dari berbagai sekolah, baik dari wilayah Kabupaten Garut maupun Kota Garut,” ujar Haris.
Menurutnya, antusiasme peserta dalam mengikuti turnamen tersebut cukup tinggi. Kehadiran para pemain yang mewakili sekolah masing-masing tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi ruang pembuktian kemampuan, membangun kekompakan tim, serta memperkuat semangat sportivitas antarpelajar.
Final Dijadwalkan Berlangsung Sabtu dan Minggu
Setelah melewati pertandingan pada hari pertama dan kedua, rangkaian kompetisi akan berlanjut menuju babak akhir yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu.
Babak final diperkirakan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan, mengingat pertandingan penentuan juara biasanya menghadirkan persaingan yang semakin ketat. Selain para pemain dan ofisial tim, dukungan suporter dari masing-masing sekolah juga diperkirakan menambah semarak suasana pertandingan.
Haris menyampaikan bahwa jumlah penonton berpotensi meningkat pada babak final. Karena itu, masyarakat dan para pendukung tim diharapkan dapat menyaksikan pertandingan secara langsung dengan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
“Sekarang sudah memasuki hari kedua. Kemarin pembukaan juga sudah dilakukan oleh Pak Kadispora, Asep Mulyana. Untuk final nanti dijadwalkan pada hari Sabtu dan Minggu,” katanya.
Tiket Penonton Rp15.000 per Orang
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung, panitia menetapkan tarif tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang. Informasi mengenai harga tiket tersebut, menurut Haris, juga telah dicantumkan melalui akun Instagram penyelenggara.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan oleh pihak swasta melalui lembaga bernama “Game of Society”. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan, termasuk pengelolaan tiket penonton, mengikuti mekanisme yang ditetapkan oleh penyelenggara.
“Kami dari pihak swasta. Untuk tiket penonton, tarifnya Rp15.000 per orang, sesuai dengan informasi yang tertera di Instagram,” jelasnya.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai biaya atau tarif yang dikenakan kepada setiap tim peserta, Haris mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan secara terperinci mengenai hal tersebut.
Ia menegaskan bahwa posisinya dalam kegiatan ini merupakan perwakilan dari pusat yang bertanggung jawab mengawasi jalannya pelaksanaan Futsal Series Regional Garut.
Dengan demikian, informasi lebih lanjut mengenai biaya kepesertaan tim perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak penyelenggara yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan administrasi kegiatan.
Gandeng Asosiasi Futsal Kabupaten dan Provinsi
Dalam penyelenggaraannya, Futsal Series Regional Garut juga menjalin kerja sama dengan Asosiasi Futsal Kabupaten Garut serta Asosiasi Futsal Provinsi Jawa Barat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kompetisi, khususnya dalam penyelenggaraan pertandingan futsal yang melibatkan banyak tim sekolah.
Keterlibatan asosiasi futsal di tingkat kabupaten dan provinsi diharapkan dapat membantu menciptakan kompetisi yang lebih terarah serta memberikan pengalaman bertanding bagi para pelajar.
Turnamen antarsekolah seperti ini juga memiliki potensi untuk menjadi sarana penjaringan bibit atlet futsal. Melalui pertandingan yang kompetitif, kemampuan individu pemain, kerja sama tim, strategi permainan, dan kedisiplinan dapat terlihat secara langsung.
Meski demikian, keberhasilan penyelenggaraan turnamen tidak hanya diukur dari ramainya peserta dan penonton, tetapi juga dari kualitas pertandingan, penerapan aturan, serta pengalaman positif yang diperoleh para atlet muda.
Fasilitas Dinilai Memadai, Keamanan Menjadi Perhatian
Mengenai fasilitas pertandingan, Haris menilai bahwa kondisi Gedung SOR RAA Adiwijaya sejauh ini cukup memuaskan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
Ia juga menyebutkan bahwa besarnya antusiasme peserta dan suporter menjadi salah satu faktor yang membuat penyelenggara memperkirakan suasana akan semakin ramai, terutama ketika pertandingan memasuki babak final.
Seiring dengan potensi meningkatnya jumlah penonton, aspek keamanan turut menjadi perhatian penyelenggara. Haris mengatakan bahwa pihaknya menjalin koordinasi dengan sejumlah unsur untuk membantu menjaga situasi tetap aman dan kondusif, baik di dalam maupun di luar area pertandingan.
Menurutnya, unsur kepolisian, TNI, dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) turut dilibatkan dalam dukungan pengamanan kegiatan.
“Kami bekerja sama dengan banyak pihak. Dari kepolisian ada, Babinsa dan TNI juga ada. Jadi, situasi di dalam maupun di luar lokasi akan dibantu untuk diamankan supaya tetap kondusif,” ungkap Haris.
Koordinasi pengamanan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi potensi gangguan ketertiban, terutama ketika para suporter datang memberikan dukungan kepada tim sekolah masing-masing.
Penyelenggara juga diharapkan memastikan pengaturan keluar-masuk penonton, ketertiban area pertandingan, serta kenyamanan seluruh peserta dan pengunjung berjalan dengan baik selama turnamen berlangsung.
Momentum Membangun Prestasi Futsal Pelajar Garut
Penyelenggaraan Futsal Series Regional Garut menjadi momentum bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi olahraga sekaligus membangun karakter melalui kompetisi.
Futsal bukan sekadar pertandingan untuk memperebutkan gelar juara. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, penghormatan terhadap lawan, serta kemampuan menerima kemenangan maupun kekalahan secara sportif.
Dengan melibatkan 24 tim sekolah dari wilayah Kabupaten dan Kota Garut, turnamen ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi pelajar untuk memperoleh pengalaman bertanding dan meningkatkan kualitas permainan mereka.
Antusiasme peserta dan suporter pun menjadi modal positif bagi perkembangan olahraga futsal di daerah. Namun, dukungan tersebut perlu diimbangi dengan penyelenggaraan yang tertib, transparan, aman, dan profesional.
Babak final yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu mendatang akan menjadi penentu tim terbaik dalam kompetisi tersebut. Masyarakat yang ingin hadir dapat mengikuti informasi resmi penyelenggara terkait jadwal pertandingan dan ketentuan tiket masuk.
Melalui kegiatan ini, Futsal Series Regional Garut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi sesaat, tetapi juga mampu mendorong lahirnya atlet-atlet muda potensial yang dapat membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Garut di tingkat yang lebih tinggi.***Willyesha
















