Dejurnal.com, CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis membawa 58 jenis layanan publik ke Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, melalui program Pelayanan Terpadu Pemerintah untuk Masyarakat Ciamis (PEPATAH MANIS), Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Program tersebut menjadi upaya pemerintah daerah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memudahkan warga mengurus berbagai keperluan tanpa harus mendatangi kantor instansi masing-masing.
Sebanyak 23 Unit Penyelenggara Pelayanan (UPP) diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Layanan yang tersedia mencakup berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan hingga layanan perbankan.
Camat Sukamantri, Nonok Nurlina, menyambut baik pelaksanaan PEPATAH MANIS di wilayahnya. Menurut dia, program tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan pedagang.
“Ini merupakan bentuk perhatian nyata Pemerintah Kabupaten Ciamis terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendekatkan pelayanan publik agar lebih mudah, cepat, terpadu, dan berkualitas,” kata Nonok.
Ia menilai, kehadiran berbagai layanan dalam satu lokasi dapat menghemat waktu dan tenaga warga. Masyarakat pun memiliki kesempatan untuk mengakses sejumlah layanan pemerintah secara lebih praktis.
Nonok juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan infrastruktur yang berjalan di wilayah Sukamantri sepanjang 2026.
Sejumlah program yang disorot antara lain pembangunan Jalan Sukamantri, Jalan Wisata Cibubuhan, jaringan air bersih, serta revitalisasi satuan pendidikan.
Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan di wilayah kecamatan.
23 Instansi Layani Masyarakat
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, melalui Kepala Bagian Organisasi Setda Ciamis, Muhammad Iskandar, menyampaikan bahwa PEPATAH MANIS dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
Dengan melibatkan 23 UPP dan menghadirkan 58 jenis layanan, kegiatan ini diharapkan mampu menjawab beragam kebutuhan warga dalam satu tempat.
“Tujuannya memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan terpadu yang cepat, mudah, dan terjangkau, sekaligus menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.
Pelaksanaan PEPATAH MANIS yang disandingkan dengan Gerakan Pangan Murah juga menyentuh kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Melalui GPM, pemerintah berupaya membantu menjaga keterjangkauan harga bahan pangan dan daya beli masyarakat di tengah perubahan harga kebutuhan pokok.
Kehadiran dua program tersebut membuat kegiatan tidak hanya berfokus pada administrasi pemerintahan, tetapi juga pada kebutuhan ekonomi masyarakat.
Bupati Ciamis Tekankan Pelayanan dan Kolaborasi
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, melalui Asisten Administrasi Umum Setda Ciamis, Wawan Ruhyat, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik harus menjadi komitmen seluruh penyelenggara layanan.
Dalam amanat tertulisnya, Bupati Herdiat mengingatkan bahwa predikat pelayanan prima bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab untuk terus memberikan pelayanan yang semakin mudah, tepat, transparan, dan berkualitas.
“Predikat pelayanan prima bukan sekadar sebuah capaian, tetapi merupakan cerminan dari komitmen dan tanggung jawab kita dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin mudah, tepat, transparan, dan berkualitas. Untuk itu, saya mengajak seluruh penyelenggara pelayanan publik agar tidak berpuas diri,” tuturnya.
Bupati Herdiat juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, capaian Kabupaten Ciamis tidak terlepas dari kerja sama pemerintah, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya dalam menjaga lingkungan serta membangun daerah.
Partisipasi tersebut turut menjadi modal bagi Ciamis dalam mempertahankan berbagai prestasi, termasuk penghargaan Adipura Kencana dan capaian sebagai kota kecil terbersih di Asia Tenggara pada 2025.
Pesan 3A: Jaga Agama, Anak, dan Alam
Di akhir amanatnya, Bupati Herdiat menitipkan pesan “3A” kepada masyarakat. Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga agama, anak keturunan, dan alam sebagai fondasi kehidupan yang berkelanjutan.
Pesan pertama adalah menjaga agama dan akidah di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kemajuan zaman, menurut pesan tersebut, harus tetap diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Kedua, menjaga anak dan keturunan dengan membina keimanan serta kesehatan fisik sejak dini.
Keluarga memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang kuat dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ketiga, menjaga alam dan lingkungan, termasuk kelestarian sumber air yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.
“Jaga agama. Di tengah kemajuan teknologi yang serba canggih, kita harus tetap menjaga akidah. Kedua, jaga anak keturunan kita agar tidak lemah imannya dan bina fisiknya sejak dini. Ketiga, jaga alam. Jika kita jaga alam, alam jaga kita. Jaga lingkungan dan jangan sampai sumber air kita hilang,” pesan Bupati Herdiat melalui Asda Wawan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan infrastruktur dan pelayanan pemerintahan.
Pelestarian lingkungan, penguatan keluarga, dan pemeliharaan nilai-nilai keagamaan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Ciamis yang maju dan berkelanjutan.
Melalui PEPATAH MANIS dan Gerakan Pangan Murah di Sukamantri, Pemkab Ciamis berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat perhatian terhadap kebutuhan pokok dan kualitas hidup warga. (Nay Sunarti)




















