• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Oktober 19, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Rumah Les Mama Kaka Sana Ajak Orang Tua Pahami Emosi Anak, Psikolog Soroti Pola Asuh

bydejurnalcom
Senin, 19 Oktober 2026
Reading Time: 3 mins read
Rumah Les Mama Kaka Sana Ajak Orang Tua Pahami Emosi Anak, Psikolog Soroti Pola Asuh
ShareTweetSend

Dejurnal.com, CIAMIS – Mendidik anak bukan sekadar memastikan mereka mampu membaca, menulis, berhitung, atau menguasai pelajaran di sekolah.

Orang tua juga perlu memahami emosi, karakter, serta kebutuhan perkembangan anak agar proses pengasuhan tidak berujung pada tekanan bagi kedua belah pihak.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan edukasi pengasuhan anak yang digelar Rumah Les Mama Kaka Sana, Cisaga, Kabupaten Ciamis, bersama psikolog Deasy Ratnasari Dewi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, pada Minggu (18/10/2026).

BacaJuga :

Gol Kilat Julio Caisar Bawa Persib Bandung ke Posisi 5 Klasemen Sementara, Taklukan Persik Kediri 1-0

Razia Gabungan, Cara Polres Purwakarta Persempit Peredaran Narkoba

Cegah Balap Liar dan Antisipasi Jam Malam Pelajar, Polisi Bersama TNI dan Pemerintah Kecamatan Gelar Patroli

Kegiatan yang diikuti orang tua siswa tersebut menjadi ruang untuk memahami pola asuh yang tepat, mengenali potensi anak, serta membangun komunikasi yang lebih sehat antara orang tua dan anak.

Psikolog dari Biro Rumah Psikologi Indonesia, Deasy Ratnasari Dewi, menjelaskan bahwa salah satu persoalan yang kerap muncul dalam pengasuhan adalah kesulitan orang tua mengendalikan emosi ketika menghadapi perilaku anak yang tidak sesuai harapan.

Menurutnya, respons yang langsung berupa kemarahan atau sikap reaktif tidak selalu bersumber dari perilaku anak semata. Kondisi emosi orang tua sendiri juga dapat memengaruhi cara mereka merespons situasi.

“Ketika orang tua tidak menyukai perilaku anak, terkadang respons yang muncul langsung berupa kemarahan. Padahal, orang tua juga perlu melihat kondisi emosinya sendiri sebelum merespons anak,” demikian inti penjelasan Deasy dalam kegiatan tersebut.

Ia menekankan pentingnya kemampuan orang tua meregulasi emosi agar persoalan sehari-hari tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Anak membutuhkan arahan dan batasan yang jelas, tetapi penyampaiannya tetap harus mempertimbangkan kondisi psikologis serta tahap perkembangan mereka.

Pola Asuh Tegas Tak Harus dengan Kekerasan

Dalam pembahasan mengenai toxic parenting, hyperparenting, dan positive parenting, Deasy mengajak orang tua mengevaluasi kebiasaan pengasuhan yang selama ini diterapkan di rumah.

Pola asuh yang terlalu menekan, mengontrol secara berlebihan, atau mengandalkan kemarahan berisiko menghambat anak dalam membangun rasa percaya diri dan memahami dirinya sendiri.

Sebaliknya, pengasuhan positif bukan berarti membiarkan anak melakukan apa pun tanpa aturan. Orang tua tetap perlu bersikap tegas, menetapkan batasan, dan menjelaskan konsekuensi dari setiap perilaku.

Hal yang membedakan adalah cara aturan tersebut disampaikan. Anak perlu mengetahui mengapa suatu tindakan tidak diperbolehkan, bukan sekadar menerima larangan tanpa penjelasan.

“Anak-anak sekarang bisa memahami banyak hal. Karena itu, kita tidak bisa hanya melarang tanpa memberikan pemahaman mengapa sesuatu tidak boleh dilakukan. Penjelasannya tentu harus disesuaikan dengan kemampuan anak,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Deasy.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu anak belajar bertanggung jawab atas perilakunya. Dengan memahami hubungan antara tindakan dan konsekuensi, anak tidak hanya patuh karena takut dimarahi, tetapi juga mulai mengerti alasan di balik aturan yang diterapkan orang tua.

Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Selain pengendalian emosi, perhatian orang tua di tengah kesibukan dan penggunaan perangkat digital turut menjadi sorotan.

Deasy menilai, keberadaan orang tua secara fisik di rumah belum tentu membuat anak mendapatkan perhatian yang utuh.

Kesibukan pekerjaan, termasuk pekerjaan jarak jauh, serta penggunaan telepon genggam dapat mengurangi kesempatan keluarga untuk berkomunikasi secara berkualitas.

Padahal, anak membutuhkan ruang untuk bercerita, menyampaikan perasaan, dan berbagi pengalaman yang mereka alami sepanjang hari.

Karena itu, ia mendorong orang tua menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi dengan anak tanpa terdistraksi pekerjaan maupun perangkat digital.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meluangkan waktu sekitar satu jam sehari untuk berbicara dan mendengarkan anak.

Dalam waktu tersebut, orang tua dapat menanyakan kegiatan anak, memahami perasaannya, serta mengetahui persoalan yang mungkin sedang dihadapi.

Kehadiran emosional kedua orang tua juga penting agar anak merasakan kasih sayang, perhatian, dan dukungan dalam proses tumbuh kembangnya.

Rumah Les Bukan Hanya Tempat Belajar Akademik

Owner Rumah Les Mama Kaka Sana, Astini Ramadiana, S.H., mengatakan lembaga bimbingan belajar yang dikelolanya ingin menjadi ruang yang mendukung perkembangan anak secara lebih menyeluruh.

Menurut Astini, setiap anak memiliki karakter, minat, kemampuan, dan tahapan perkembangan yang berbeda. Karena itu, pendampingan anak tidak cukup hanya berfokus pada pencapaian akademik.

“Kami ingin Rumah Les menjadi tempat anak-anak tumbuh, berkembang, menemukan potensi dirinya, membangun rasa percaya diri, serta merasa aman dan bahagia dalam proses belajar,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran psikolog dapat memperluas pemahaman orang tua dan tenaga pendidik mengenai pentingnya mengenali kebutuhan anak sebelum menentukan pendekatan pengasuhan maupun pembelajaran.

Astini juga mengajak orang tua untuk tidak menjadikan anak lain sebagai tolok ukur perkembangan buah hati mereka. Menurutnya, setiap anak perlu didampingi sesuai kemampuan dan tahap perkembangannya agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan memiliki karakter baik.

“Mendidik anak bukan hanya tentang membuat mereka pintar secara akademis, tetapi juga membantu mereka tumbuh menjadi anak yang bahagia, percaya diri, berakhlak baik, dan mampu menghadapi masa depannya,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Rumah Les Mama Kaka Sana berharap terbangun kerja sama yang lebih kuat antara orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak.

Pemahaman tentang emosi, komunikasi, dan pola asuh positif diharapkan tidak berhenti sebagai materi diskusi, tetapi diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.

Bagi Astini, keberhasilan mendampingi anak bukan semata-mata diukur dari nilai pelajaran, melainkan juga dari kemampuan anak mengenali potensinya, mengelola perasaan, serta berkembang dalam lingkungan yang memberikan rasa aman dan kasih sayang. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Polres Garut Pantau Ibadah di Gereja Advent, Perkuat Toleransi Antarumat Beragama

Next Post

Ai Ratna Pasang Target 7 Kursi, PKB Ciamis Mulai Benahi Basis

Related Posts

Ai Ratna Pasang Target 7 Kursi, PKB Ciamis Mulai Benahi Basis
deNews

Ai Ratna Pasang Target 7 Kursi, PKB Ciamis Mulai Benahi Basis

Senin, 19 Oktober 2026
Polres Garut Pantau Ibadah di Gereja Advent, Perkuat Toleransi Antarumat Beragama
deNews

Polres Garut Pantau Ibadah di Gereja Advent, Perkuat Toleransi Antarumat Beragama

Senin, 19 Oktober 2026
DKKG Serukan Gerakan Anti-Perundungan, Kang Jiwan Ajak Sekolah Hidupkan Kembali Budaya Santun Sunda
deNews

DKKG Serukan Gerakan Anti-Perundungan, Kang Jiwan Ajak Sekolah Hidupkan Kembali Budaya Santun Sunda

Senin, 19 Oktober 2026
Gol Kilat Julio Caisar Bawa Persib Bandung ke Posisi 5 Klasemen Sementara, Taklukan Persik Kediri 1-0
deNews

Gol Kilat Julio Caisar Bawa Persib Bandung ke Posisi 5 Klasemen Sementara, Taklukan Persik Kediri 1-0

Minggu, 18 Oktober 2026
Razia Gabungan, Cara Polres Purwakarta Persempit Peredaran Narkoba
Hukum dan Kriminal

Razia Gabungan, Cara Polres Purwakarta Persempit Peredaran Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026
Cegah Balap Liar dan Antisipasi Jam Malam Pelajar, Polisi  Bersama TNI dan Pemerintah Kecamatan Gelar Patroli
Hukum dan Kriminal

Cegah Balap Liar dan Antisipasi Jam Malam Pelajar, Polisi Bersama TNI dan Pemerintah Kecamatan Gelar Patroli

Minggu, 18 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

Siapa Pengelola dan Penerima Manfaat CSR Peternakan Ayam Manggis Senilai 4 Miliar?

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

Diguyur Hujan Lebat, Rumah Janda Di Ciamis Ambruk

Rabu, 21 Oktober 2020

Anggota DPR-RI Fraksi Partai Golkar, H Dadang M Naser Gelar Reses Di Kabupaten Bandung

Jumat, 28 Maret 2025

Update Covid 19 Purwakarta : Terjadi Fluktuatif Jumlah PDP

Selasa, 28 April 2020

Disebut Agen BPNT Hasil Kongkalikong, TKSK Banjarwangi : Tudingan Itu Tak Mendasar!

Selasa, 29 September 2020
Legislator F PKS DPRD Kabupaten Bandung H. Dadang Suryana, S.Ip

Legislator F PKS H. Dadang Suryana Menilai 100 Hari Kerja Bupati HM. Dadang Supriatna

Rabu, 11 Juni 2025

HUT PGRI ke-80, Guru Ciamis Harus Siap Hadapi Deep Learning dan Tantangan Era Baru

Selasa, 25 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste