Dejurnal.com, PANGANDARAN. Kerja sama siswa lintas jenjang mengantarkan tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) SMP Negeri 1 Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, meraih juara pertama dalam rangkaian Gebyar Bulan Bahasa 2026.
Tim yang diperkuat Dina Akmalia Zein, Aqilla Hasna Qonita, dan Silvia Suci Ramadani itu berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya pada puncak kegiatan, Kamis (22/10/2026).
Prestasi tersebut menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Bulan Bahasa yang digelar SMPN 1 Mangunjaya.
Ketiga siswa berasal dari tingkat kelas berbeda, yakni Dina dari kelas 7.8, Aqilla dari kelas 8.6, dan Silvia dari kelas 9.2. Mereka berkompetisi sebagai satu tim dengan mengandalkan pengetahuan, ketelitian, serta kekompakan dalam menjawab pertanyaan.
Persaingan LCC berlangsung menarik. Setiap tim berusaha memberikan jawaban terbaik hingga akhirnya tim Dina, Aqilla, dan Silvia menempati posisi pertama.
Kepala SMPN 1 Mangunjaya, Adi Sumarna, mengatakan kegiatan Bulan Bahasa tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga yang dilaksanakan sekolah untuk memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, bersastra, dan menunjukkan kreativitas.
Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak awal Oktober 2026 dengan sejumlah perlombaan, mulai dari pembuatan majalah dinding (mading), mendongeng, membaca sajak, nembang pupuh, menulis cerita pendek, hingga LCC.
Menurut Adi, babak final LCC sengaja digelar pada acara puncak agar dapat disaksikan lebih banyak siswa. Ia berharap penampilan para finalis dapat mendorong peserta didik lainnya untuk lebih giat belajar dan berani mengembangkan potensi diri.
“Final LCC dilaksanakan saat Gebyar agar dapat memotivasi siswa-siswa yang lain untuk lebih giat belajar,” ujar Adi saat dihubungi Jumat (23/10/2026)
Ia menegaskan, peringatan Bulan Bahasa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya sekolah membangun budaya literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia serta melestarikan bahasa Sunda.
Upaya tersebut sejalan dengan program Pendidikan Melesat Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang mendorong terbentuknya generasi berprestasi, berkarakter, memiliki kemampuan literasi, dan tetap mengenal budaya daerahnya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keberanian, kreativitas, dan kecintaan terhadap bahasa serta budaya,” kata Adi.
Sumpah Pemuda Warnai Puncak Gebyar Bulan Bahasa
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia, Tryananda, menjelaskan bahwa Gebyar Bulan Bahasa 2026 diawali dengan pengucapan Sumpah Pemuda oleh seluruh hadirin, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri.
Pembukaan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya semangat kebangsaan dan peran Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
“Selain untuk membangkitkan kembali nasionalisme siswa, ini juga menjadi pengingat bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang ditegaskan dalam ikrar Sumpah Pemuda,” ujar Tryananda.
Ia menyebutkan, sejumlah perlombaan telah dilaksanakan sebelum puncak acara. Babak penyisihan LCC pun digelar beberapa hari sebelumnya, sedangkan babak final ditempatkan pada acara Gebyar agar menjadi bagian dari perayaan bersama seluruh warga sekolah.
Melalui susunan kegiatan tersebut, siswa tidak hanya berkesempatan menunjukkan kemampuan, tetapi juga belajar menghargai prestasi teman, membangun kepercayaan diri, dan berkompetisi secara sehat.
Heru Pramono Apresiasi Guru yang Membimbing Aqilla
Di balik keberhasilan tim LCC, dukungan keluarga turut menjadi bagian dari perjalanan siswa mempersiapkan diri menghadapi perlombaan.
Heru Pramono, orang tua Aqilla Hasna Qonita, mengaku bangga atas pencapaian putrinya yang berhasil meraih juara pertama bersama rekan satu timnya.
Menurut Heru, persiapan Aqilla telah dilakukan sejak awal Oktober. Selain mengikuti pembelajaran dan bimbingan di sekolah, Aqilla juga menambah waktu belajar di rumah untuk memperdalam materi yang akan diujikan.
Heru mengapresiasi peran para guru yang telah membimbing siswa selama proses persiapan hingga perlombaan berlangsung. Ia menilai dukungan sekolah dan keluarga perlu berjalan beriringan agar anak dapat mengembangkan kemampuan serta kepercayaan dirinya.
“Saya bersyukur dan bangga dengan pencapaian Aqilla. Terima kasih kepada para guru yang sudah membimbing dan mendampingi anak-anak selama persiapan. Kami sebagai orang tua tentu mendukung, tetapi arahan dan bimbingan guru juga sangat berarti bagi perkembangan mereka,” ungkap Heru.
Ia berharap prestasi tersebut tidak membuat Aqilla cepat berpuas diri, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan meraih pencapaian yang lebih baik.
Sementara itu, Aqilla mengaku senang dapat meraih juara pertama bersama Dina dan Silvia.
Baginya, kemenangan tersebut menjadi pengalaman berharga karena mereka harus menyatukan kemampuan dan bekerja sama meskipun berasal dari tingkat kelas yang berbeda.
“Saya senang sekali bisa menjadi juara pertama bersama teman-teman. Kami berusaha memberikan yang terbaik dan saling mendukung selama mengikuti lomba. Terima kasih kepada guru-guru yang sudah membimbing kami dan orang tua yang selalu memberikan semangat,” tutur Aqilla.
Ia juga menyadari bahwa kemenangan bukan alasan untuk merasa lebih hebat daripada orang lain. Menurutnya, setiap prestasi harus diiringi kemauan untuk terus belajar dan menghargai orang lain.
“Walaupun sudah menjadi juara, kita tidak boleh sombong. Kita harus tetap rendah hati, terus belajar, dan tidak cepat puas dengan hasil yang sudah diraih. Saya juga senang karena bisa berjuang bersama teman-teman satu tim,” tambahnya.
Peringatan Bulan Bahasa di SMPN 1 Mangunjaya diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
Melalui berbagai perlombaan tersebut, siswa didorong untuk berani berkarya, mengembangkan kemampuan berbahasa, serta mengenal dan menjaga kekayaan budaya daerah. (Nay Suanrtinan)















