• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Januari 22, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deEdukasi

Menelisik Rintisan Sekolah Rakyat di Kabupaten Garut

bydejurnalcom
Sabtu, 18 Oktober 2025
Reading Time: 2 mins read
Menelisik Rintisan Sekolah Rakyat di Kabupaten Garut
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Rintisan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Garut dipusatkan kegiatannya di UPT-BLK Disnakertrans Kabupaten Garut. Sejak dilaunchingkan dan diresmikan Bupati Garut pada Selasa, 30 September 2025, jumlah siswa Sekolah Rakyat sebanyak ada 75 siswa untuk tiga Rombel, SD satu rombel 25 orang siswa dan SMP dua rombel 50 orang siswa.

Hal itu disampaikan Kepala Sekolah Rintisan Sekolah Rakyat Garut, Andi Yasir Habibi, S.Sos, S.Pd saat ditemui dejurnal.com, Sabtu (18/10/2025)

Program Sekolah Rakyat ini merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, program tersebut tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia. Dimana Sekolah Rakyat Garut ini adalah program pendidikan berasrama, bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, seperti anak jalanan dan kelompok rentan lainnya. Program resmi di Kabupaten Garut, mulai Oktober 2025, sebagai Rintisan Sekolah Rakyat di Garut (RSRG),

BacaJuga :

DPRD Kabupaten Garut Laporkan Dua Unggahan Video Viral Berisi Konten Hoax

BPN Garut Tegaskan Sertifikat Tanah SMA YBHM Sah, Buka Ruang Evaluasi Usai Aksi Bela Wakaf

Gerbang Digembok, Siswa SMA YBHM Garut Gagal Belajar

Andi Yasir Habibi yang sebelumnya merupakan tenaga pendidik di SMPN 1 Pangatikan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tersebut menjelaskan hal ihwal dirinya menjadi Kepala Sekolah Rakyat Garut.

“Waktu itu yang diasisment ada lima orang termasuk saya, waktu itu malam Jumat, saya diumumkan menjadi Kepala Sekolah Rakyat, kemudian besoknya itu sudah bekerja dan tidak sempat berpikir atau harus gimana, jadi apapun tentang kebutuhan Sekolah Rakyat Garut, sudah ditangan dan sudah ada yang mengatur, (SOP sudah baku) tinggal menjalankan, jadi saya hanya sebagai pelaksana saja”. paparnya..

Terkait bangunan gedung atau kegiatan Sekolah Rakyat disini, Andi menjelaskan bahwa ini bersifat sementara.

“(tempat) ini sifatnya sementara rencana hanya satu tahun, semua terkendali dan tersistem ke pusat, karena semua sudah ada termasuk rehab bangunan saja oleh Kementerian PU dan Kementerian Sosial, saya datang kesini sudah beres dan saya baru satu bulanan disini sebagai kepala sekolah,” Ungkapnya.

Saat ini, lanjut Andi, Sekolah Rakyat Garut memiliki satu orang Kepala Sekolah, 11 orang guru yang berasal dari Garut dan Sidoarjo, 8 orang wali asuh, 3 orang wali asrama, 1 Orang Bendahara, 1 Orang Tenaga Teknik, 2 Orang Operator serta ditambah Pramusaji dan Cleaning Servis.

“Semua itu di bawah kewenangan dan tanggungjawab pusat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial menurut Drs. Aji Sekarmaji, M.Si didampingi Kepala Bidang Limjamsos mengatakan bahwa Sekolah Rakyat ini merupakan program dari pusat, untuk sementara ini masih menggunakan fasilitas BLK Garut, yang terelokasikan dengan bantuan dari Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial Republik Indonesia, dimana saat ini peserta atau siswa dari tingkat SD dan SMPN yang masuk dalam katagori Desil 1 dan 2, berdasarkan data tunggal sosial ekonomi nasional.

“Jumlah siswa SMP sebanyak 50 orang tersebut terdiri 17 Perempuan, 33 Laki-laki sementara untuk siswa SD itu 25 Orang, 8 Perempuan, 17 Laki-laki, itu semua berdasarkan pleno yang dihadiri Sekda, Kepala BPS, Dinsos, Disdik, Dinkes dan Disnakertrans,” ujarnya.

Aji mengatakan bahwa Rintisan Sekolah Rakyat Garut ini fasilitasnya dilengkapi ruang kelas, ruang tidur, ruang makan dan area kegiatan lainnya, dengan pola sistem pembelajarannya seperti sekolah biasa, namun kegiatan tambahan serta pendampingan intensif dari Wali Asuh dengan rasio 1:10, sehingga layaknya seperti perlakuan orang tua.

“Sekolah Rakyat dan saat ini masih menggunakan fasilitas lahan BLK Disnakertrans, terkait rencana pembebasan lahan itu memang benar adanya, namun belum ada lokasi yang ditetapkan, meski sudah diusulkan beberapa calon titik lokasinya ke pusat, yang pasti belum ada penlok” tandasnya.

Aji menambahkan bahwa Sekolah Rakyat ini merupakan program dari pusat melalui Kementerian Sosial (lintas kementerian),

“Sementara penyedian barang dan jasa dipihakketigakaan; seragam, ATK oleh pusat dan penyedia untuk makan dan minum terkoreksi salah satu rekanan sebagai salah satu pemilik rumah makan di Kabupaten Garut,” pungkasnya.***Yohaness

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Garutsekolah rakyat
Previous Post

Karnaval Asia Afrika 2025 Jadi Momen Kesan Bagi Warga Bandung

Next Post

Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Bebegig Sukamantri Jadi Ikon Ciamis

Related Posts

Kuasa Hukum YBHM, Dadan Nugraha : Klaim Kepemilikan Melalui Prosedur Administratif Tak Menghapus Status Wakaf
deNews

Kuasa Hukum YBHM, Dadan Nugraha : Klaim Kepemilikan Melalui Prosedur Administratif Tak Menghapus Status Wakaf

Kamis, 15 Januari 2026
Polemik YBHM Garut : Kuasa Hukum Toni Kusmanto Tegaskan Kliennya Memperoleh Kepemilikan Tanah Melalui Prosedur Hukum yang Berlaku
deNews

Polemik YBHM Garut : Kuasa Hukum Toni Kusmanto Tegaskan Kliennya Memperoleh Kepemilikan Tanah Melalui Prosedur Hukum yang Berlaku

Kamis, 15 Januari 2026
Narasi Sengketa Wakaf YBHM Garut Dinilai Sarat Politisasi Serta Berpotensi Menjadi Isu SARA
deNews

Narasi Sengketa Wakaf YBHM Garut Dinilai Sarat Politisasi Serta Berpotensi Menjadi Isu SARA

Kamis, 15 Januari 2026
DPRD Kabupaten Garut Laporkan Dua Unggahan Video Viral Berisi Konten Hoax
Parlementaria

DPRD Kabupaten Garut Laporkan Dua Unggahan Video Viral Berisi Konten Hoax

Rabu, 14 Januari 2026
BPN Garut Tegaskan Sertifikat Tanah SMA YBHM Sah, Buka Ruang Evaluasi Usai Aksi Bela Wakaf
deNews

BPN Garut Tegaskan Sertifikat Tanah SMA YBHM Sah, Buka Ruang Evaluasi Usai Aksi Bela Wakaf

Senin, 12 Januari 2026
Gerbang Digembok, Siswa SMA YBHM Garut Gagal Belajar
deNews

Gerbang Digembok, Siswa SMA YBHM Garut Gagal Belajar

Senin, 12 Januari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

Dana CSR Perusahaan Kandang Ayam Manggis Kepada Warga Jamali Belum Signifikan?

Minggu, 3 November 2019

KabarDaerah

Ribuan Massa Gelar Unjuk Rasa di DPRD Garut Tolak Paham Radikalisme

Rabu, 5 Januari 2022

Bandeng Presto Berjamur Di BPNT, Pendamping Bansos Pangan RL Akui Kelalaiannya

Rabu, 23 September 2020

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar Tinjau Kampung Tangguh Bebas Narkoba di Kota Cirebon

Sabtu, 16 September 2023

Bupati Purwakarta Alokasikan DID untuk Pemulihan Ekonomi Dan Kesehatan

Selasa, 22 September 2020

Premanisme Rugikan Masyarakat dan Ekonomi, Polres Ciamis Bekuk Oknum OSC Bermodus Jual Air Mineral

Sabtu, 24 Mei 2025

Dua Kasus Viral, Kemenag Garut Himbau Calon Jamaah Umrah Waspadai Travel Bermasalah

Rabu, 26 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste