Dejurnal.com, Garut — Semangat kebersamaan dan tekad untuk mengukir prestasi kembali digaungkan dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Garut masa bakti 2026–2031. Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Musorkab NPCI Kabupaten Garut Kita Satukan Hati, Kuatkan Tekad Menuju Garut Hebat dan Berprestasi pada Peparda VII 2026”, yang digelar di Gedung Tribun Barat Stadion Dalem Bentang RAA Adiwijaya, Rabu (15/4/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PKS H. Yusup Musyaffa, Lc., M.H., Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Neni Nurliana, S.Pd., M.Pd., Ketua NPCI Garut Komara, Sekretaris NPCI Garut Andi Supriadi, serta para atlet disabilitas berprestasi dari berbagai cabang olahraga.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua NPCI Garut Komara menyampaikan optimisme terhadap perkembangan prestasi atlet disabilitas di Garut. Ia mengungkapkan bahwa dukungan sarana dan prasarana kini mulai membaik, termasuk keberadaan fasilitas di SOR yang semakin menunjang aktivitas atlet.
Komara juga mengenang capaian atlet Garut di tingkat internasional, salah satunya pada ajang ASEAN Para Games, di mana atlet renang asal Garut bernama Azwin pernah mewakili dan mengharumkan nama daerah. Prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet ke depan.
Namun demikian, Komara tidak menampik bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan. Saat ini, NPCI Garut hanya mengelola anggaran sekitar Rp250 juta, yang dinilai belum cukup untuk mengoptimalkan pembinaan seluruh cabang olahraga. Dari total 17 cabang olahraga yang ada, direncanakan hanya sekitar 6 cabang yang akan dikirim pada ajang Peparda VII Jawa Barat mendatang, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran dan kesiapan atlet.
“Walaupun terbatas, kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Yang penting bagaimana atlet tetap bisa berprestasi dengan kondisi yang ada,” ujarnya.
Selain Peparda VII yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026, NPCI Garut juga akan menghadapi agenda penting lainnya, seperti Kejuaraan Piala Gubernur Jawa Barat yang akan digelar di Kota Bandung pada Juni mendatang.
Sementara itu, Sekretaris NPCI Garut Andi Supriadi menjelaskan bahwa Musorkab kali ini juga menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan. Masa bakti Ketua NPCI Garut Komara telah berakhir, seiring dengan penugasannya di tingkat provinsi Jawa Barat.
Ia menambahkan, sesuai aturan organisasi, pengurus NPCI di tingkat provinsi tidak diperkenankan merangkap jabatan di daerah. Oleh karena itu, pemilihan ketua baru menjadi agenda utama dalam Musorkab ini.
“Calon ketua mengerucut menjadi dua nama, yaitu Pak Sani dan Pak Ujang. Namun, di NPCI kita lebih mengedepankan musyawarah mufakat. Kemungkinan besar pemilihan akan dilakukan secara aklamasi agar prosesnya lebih cepat dan efektif,” jelas Andi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dalam struktur organisasi NPCI tidak ada batasan periode kepemimpinan yang kaku. Selama masih mendapat kepercayaan, seorang ketua dapat terus melanjutkan pengabdiannya.
Melalui Musorkab ini, diharapkan lahir kepengurusan baru yang mampu membawa semangat perubahan, memperkuat pembinaan atlet disabilitas, serta mendorong peningkatan prestasi NPCI Kabupaten Garut di tingkat provinsi maupun nasional.***Willy

















