deJurnal,- Kabupaten Ciamis menutup November 2025 dengan catatan gemilang. Dalam kurun waktu hanya empat hari, daerah yang dikenal dengan nama Tatar Galuh sukses memborong empat penghargaan tingkat nasional di bidang kerukunan, digitalisasi, sanitasi lingkungan, dan kualitas kebijakan publik.
Rentetan prestasi yang diraih bukan sekadar capaian simbolis, tetapi menjadi indikator kuat bahwa arah pembangunan Ciamis semakin terukur, kolaboratif, dan berdampak langsung pada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Ciamis dinilai berhasil mengakselerasi reformasi birokrasi, mendorong kualitas layanan publik, serta memperkuat sinergi lintas lembaga.
Pada 28 November 2025, Ciamis mencatat sejarah baru setelah meraih tiga penghargaan nasional sekaligus. Satu penghargaan lainnya diterima lebih awal pada 25 November 2025.
Berikut empat penghargaan nasional yang berhasil dibawa pulang antara lain:
1. Peringkat II Harmony Award 2025 dari Kementerian Agama RI
Dalam ajang Harmony Award 2025 yang digelar PKUB Kemenag RI, Kabupaten Ciamis meraih Peringkat II Kinerja Terbaik Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten.
Penghargaan diserahkan kepada Kepala Badan Kesbangpol Ciamis, Dr. R. Yadi Tisyadi, di DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran.
Ciamis dinilai unggul berkat penguatan moderasi beragama, perluasan dialog lintas iman, kolaborasi erat dengan FKUB, tokoh agama, hingga komunitas lintas kepercayaan, serta kemampuan menjaga kondusivitas sosial di Tatar Galuh.
2. TP2DD Terbaik Jawa–Bali pada PTBI dan BI Awards 2025
Pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang dirangkaikan dengan BI Awards, Kabupaten Ciamis meraih predikat TP2DD Terbaik untuk kawasan Jawa–Bali.
Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, di Jakarta.
Ciamis dinilai berhasil mengakselerasi transformasi digital melalui perluasan transaksi non-tunai, integrasi layanan digital lintas sektor, peningkatan literasi digital masyarakat, serta penguatan ekosistem ekonomi digital dan UMKM.
“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras seluruh pihak. Prestasi ini memotivasi Ciamis untuk terus memperkuat digitalisasi layanan publik demi pemerintahan yang transparan, mudah diakses, dan efisien,” ujar Bupati Herdiat.
3. STBM Award Pratama 2025 dari Kementerian Kesehatan RI
Dalam bidang sanitasi dan kesehatan lingkungan, Kabupaten Ciamis meraih Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Kategori Pratama 2025, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/922/2025.
Penghargaan diserahkan di Auditorium Siwabesi Kemenkes Jakarta kepada Asisten II Setda Ciamis, Dadang Darmawan, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr. Rizali Sopian.
Capaian tersebut diperoleh setelah penilaian terhadap 422 kabupaten/kota se-Indonesia, mencakup progres lima pilar STBM dan pelaksanaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS).
Prestasi ini semakin menguatkan komitmen Ciamis dalam meningkatkan akses sanitasi layak, memperluas edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan mendorong kemandirian masyarakat menjaga kualitas kesehatan lingkungan.
4. Predikat ‘Unggul’ Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) 2025 dari LAN RI
Pada 25 November 2025, Kabupaten Ciamis meraih predikat IKK 2025 kategori ‘Unggul’ yang diberikan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Penghargaan diberikan oleh Kepala LAN RI, Muhammad Taufik, kepada Asisten Administrasi Umum, Wawan Ruhiyat, pada acara Anugerah IKK 2025 di Surabaya.
Peningkatan indeks Ciamis tergolong signifikan pada tahun 2023: 67,25 poin (Baik) dan pada tahun 2025: 92,65 poin (Unggul)
IKK menilai kualitas kebijakan pemerintah berdasarkan aspek dampak, partisipasi publik, serta prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Empat penghargaan nasional tersebut memperlihatkan bahwa Kabupaten Ciamis sedang berada pada fase konsolidasi pembangunan yang kua.
Dengan menitikberatkan pada kerukunan dan harmoni sosial, percepatan digitalisasi layanan publik, peningkatan kesehatan lingkungan dan sanitasi, dan kebijakan publik yang terukur dan berorientasi dampak.
Prestasi beruntun yang didapatkan sekaligus menjadi momentum bagi Ciamis untuk melangkah lebih jauh menuju pemerintahan yang inklusif, modern, dan berdaya saing. (Nay Sunarti)







