• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, September 17, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Penyerahan Alsintan di Ciamis, Bupati Herdiat Tegaskan Irigasi dan Leuwi Keris Jangan Jadi Proyek Tanpa Manfaat

bydejurnalcom
Jumat, 19 Desember 2025
Reading Time: 2 mins read
Penyerahan Alsintan di Ciamis, Bupati Herdiat Tegaskan Irigasi dan Leuwi Keris Jangan Jadi Proyek Tanpa Manfaat
ShareTweetSend

Ciamis, deJurnal,- Pemerintah Kabupaten Ciamis menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian, khususnya irigasi dan proyek strategis Leuwi Keris, tidak boleh berhenti pada pencapaian fisik semata.

Manfaat nyata bagi petani menjadi ukuran utama keberhasilan, bukan besarnya anggaran atau jumlah titik pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya dalam kegiatan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Aula Gedung Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Kabupaten Ciamis, Jumat (19/12/2025).

BacaJuga :

Padus PGRI Ciamis Kembali Tampil Kali Ini Diundang di HUT Jabar ke-81, Edi Rusyana: Kepercayaan Harus Dijaga

Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh

Kejari Ciamis Setorkan Rp535,37 Juta Uang Pengganti Korupsi ke Kas Negara

Dalam forum yang turut dihadiri Kepala BBWS Citanduy yang baru, Roy Panagom Pardede, S.T., M.Tech., Bupati Herdiat secara terbuka menyoroti keberadaan 52 titik irigasi yang dibangun pada tahun ini agar tidak bernasib sama dengan sejumlah proyek sebelumnya yang dinilai belum berdampak signifikan.

“Tahun ini ada 52 titik irigasi. Angkanya besar. Tapi yang paling penting bukan jumlahnya, melainkan apakah benar-benar dirasakan petani. Jangan sampai irigasi dibangun, tapi sawah tetap kebanjiran saat hujan dan kekeringan saat kemarau,” tegas Herdiat.

Ia mengungkapkan fakta lapangan bahwa masih terdapat wilayah di Ciamis yang mengalami kondisi ekstrem. Hujan beberapa hari memicu banjir, namun kemarau singkat langsung menyebabkan kekeringan.

Menurut Herdiat, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa persoalan irigasi tidak hanya soal infrastruktur, melainkan lemahnya tata kelola dan keberlanjutan fungsi.

“Kalau hujan seminggu banjir, kemarau dua hari kering, berarti ada yang tidak beres. Jangan sampai rakyat hanya kebagian dampak buruknya,” ujarnya.

Kritik tajam diarahkan Herdiat pada pemanfaatan Leuwi Keris yang hingga kini dinilai belum optimal, meskipun telah menyerap anggaran negara dalam jumlah sangat besar.

Herdiat menegaskan, proyek strategis nasional seharusnya berdampak langsung terhadap pertanian, pengendalian air, dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar berdiri megah tanpa fungsi maksimal.

“Anggarannya triliunan rupiah. Tapi sampai hari ini manfaatnya belum maksimal. Bahkan masih dipenuhi sampah. Ini harus kita evaluasi bersama. Negara tidak boleh rugi, rakyat apalagi,” tegasnya.

Selain aspek teknis, Herdiat juga mengkritisi serius persoalan sampah di kawasan Leuwi Keris yang dinilai mengganggu aliran air dan mencederai tujuan utama pembangunan irigasi.

Ia menilai ironi tersebut tidak sejalan dengan komitmen Ciamis sebagai daerah yang pernah meraih penghargaan kebersihan tingkat ASEAN.

“Kita ini sudah terbukti bisa menjaga kebersihan sampai dapat penghargaan ASEAN. Masa di kawasan strategis nasional justru penuh sampah. Ini ironi yang tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Herdiat menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara BBWS, pemerintah pusat, DPR RI, dinas teknis, hingga petani menjadi kunci agar infrastruktur benar-benar berfungsi.

Pembangunan irigasi tanpa kesiapan petani untuk memanfaatkan dan merawat sama saja dengan membangun proyek tanpa masa depan.

“Kalau tidak dikerjakan bersama-sama, tidak ada manfaatnya. Modal utama Ciamis bukan uang, tapi gotong royong,” ujarnya.

Terkait penyerahan alsintan, Bupati mengingatkan bahwa bantuan tersebut harus terintegrasi dengan ketersediaan air dan pengaturan pola tanam. Alsintan tanpa irigasi yang berfungsi dinilai hanya akan menjadi aset pasif.

Herdiat menyebutkan transisi bertahap menuju pertanian organik, merupakan solusi atas keterbatasan pupuk kimia bersubsidi sekaligus menjaga kesehatan tanah dalam jangka panjang.

Herdiat berharap kebijakan nasional percepatan ketahanan pangan menjadi momentum kebangkitan petani, bukan sekadar formalitas program.

“Pemerintah pusat sudah membuka jalan. Sekarang tugas kita memastikan program ini benar-benar mengubah kehidupan petani, bukan hanya jadi laporan kegiatan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: alsintanCiamisleuwi keris
Previous Post

BAZNAS Ciamis Jadi Rujukan Nasional, Realisasi Zakat 2025 Lampaui Target hingga Rp26 Miliar

Next Post

Herry Darmawan Serahkan Bantuan Alsintan Herdiat Himbau Petani Ciamis Optimalkan Manfaat

Related Posts

GOPAN Priangan Timur Bawa Siswa SMK IPP Ciamis ke ILDEX 2026, Kenali Teknologi Industri Perunggasan Dunia
deNews

GOPAN Priangan Timur Bawa Siswa SMK IPP Ciamis ke ILDEX 2026, Kenali Teknologi Industri Perunggasan Dunia

Rabu, 16 September 2026
Ciamis Bawa Pulang Dua Penghargaan BKN, Bukti Komitmen Tata Kelola ASN
deNews

Ciamis Bawa Pulang Dua Penghargaan BKN, Bukti Komitmen Tata Kelola ASN

Kamis, 10 September 2026
Batik Cakra Galuh Jadi Perhatian, DKUKMP Ciamis Dorong Penguatan UMKM
deNews

Batik Cakra Galuh Jadi Perhatian, DKUKMP Ciamis Dorong Penguatan UMKM

Senin, 24 Agustus 2026
Padus PGRI Ciamis Kembali Tampil Kali Ini Diundang di HUT Jabar ke-81, Edi Rusyana: Kepercayaan Harus Dijaga
deNews

Padus PGRI Ciamis Kembali Tampil Kali Ini Diundang di HUT Jabar ke-81, Edi Rusyana: Kepercayaan Harus Dijaga

Rabu, 19 Agustus 2026
Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh
deNews

Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh

Rabu, 19 Agustus 2026
Kejari Ciamis Setorkan Rp535,37 Juta Uang Pengganti Korupsi ke Kas Negara
deNews

Kejari Ciamis Setorkan Rp535,37 Juta Uang Pengganti Korupsi ke Kas Negara

Rabu, 19 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

DPC PDIP Purwakarta Serahkan Bantuan APD Untuk Tenaga Medis

Rabu, 29 April 2020

Pemkab Purwakarta Terima Bantuan Penanganan Covid-19 dari Bank bjb dan PT Indopoly Swakarsa

Rabu, 28 Juli 2021

Kepala DPMD Garut Sebut Dari 335.036 Pemilih, 266.602 Warga Gunakan Hak Pilihnya di Pilkades Serentak

Rabu, 17 Mei 2023
Tangkapan layar unggahan Tiktok  @tehputri.karlina

Momen Marah Wakil Bupati Garut Putri Karlina Saat Tegur Ormas yang Bubarkan Warung Saat Puasa

Sabtu, 8 Maret 2025

Gamrud Suarakan Sepultura, Diharapkan Jadi Acuan Rencana Pembangunan Garut

Senin, 24 Maret 2025

Kapolda Jabar dan Pangdam III/Siliwangi Kunjungi Keluarga Korban Ledakan di Cibalong Garut

Selasa, 13 Mei 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste