Ciamis, deJurnal — Upaya memperkuat kemandirian pangan sekaligus mendukung Program Makan Bergizi (MBG) terus digencarkan di Kabupaten Ciamis.
Salah satunya melalui peresmian Kandang Ayam Petelur Merah Putih di Kampus III Yayasan Dar el-Rahman Miftahul Ulum, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Sabtu (24/01/2026)
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi PT Charoen Pokphand Indonesia melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) bersama Yayasan Dar el-Rahman dan kelompok tani setempat.
Kandang ayam petelur yang diresmikan berkapasitas 1.000 ekor ayam lengkap dengan seluruh perangkat pendukungnya, dan dikelola oleh Kelompok Tani Kandang Ayam Petelur Merah Putih Dar el-Rahman.
Peresmian dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. H. Ali Agus, DAA, DEA, IPU, ASEAN Eng., selaku Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI Bidang Hilirisasi Produk Peternakan. Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada Rina Sa’adah yang mewakili kelompok penerima manfaat.
Prof. Ali Agus menegaskan bahwa keberadaan kandang ayam petelur ini memiliki nilai strategis, tidak hanya untuk penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Telur adalah sumber protein, energi, vitamin, dan mineral yang sangat lengkap. Program seperti ini Insyaallah akan membawa keberkahan dan kemanfaatan besar, terutama untuk mendukung program makan bergizi bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia sekaligus pimpinan CPFI, Thomas Effendy, menekankan bahwa hibah kandang ayam petelur Merah Putih ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Kami berharap kandang ayam petelur ini dikelola dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, tidak hanya oleh penerima langsung, tetapi juga masyarakat sekitar,” tegasnya.
Dukungan terhadap program juga disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah, Lc., M.Si. Menurutnya, pembangunan sektor pangan dan peternakan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas pihak.
“Kerja sama adalah kunci. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan tokoh-tokoh harus hadir bersama. Saya berharap hibah ini dapat berkelanjutan, memberikan nilai ekonomi, serta benar-benar menunjang program pangan dan gizi masyarakat,” kata Rina Sa’adah.
Ketua Yayasan Dar el-Rahman, KH. Arief Ismail Chowas, S.Ag., menyebut program kandang ayam petelur ini sebagai bagian dari “jihad ekonomi” untuk membangun kemandirian masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren dan kelompok tani binaan.
“Kandang ayam petelur ini menjadi langkah nyata memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Sukamaju, sekaligus membantu pemerintah agar masyarakat tidak menjadi lemah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Program MBG yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi berbasis peternakan merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan unggul.
Dengan hadirnya Kandang Ayam Petelur Merah Putih di Kabupaten Ciamis, Arief berharap di Kabupaten Ciamis tercipta ekosistem pangan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta mendukung percepatan penanggulangan stunting melalui pemenuhan gizi berbasis protein hewani.(Nay Sunarti)













