Dejurnal.com, Garut – Kepala Bidang Ketahanan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Acep Ismail, S.IP., menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program kerja yang telah direncanakan sebelumnya tanpa melakukan perubahan signifikan pada tahun anggaran berjalan. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui dejurnal.com di Kantor Kesbangpol Kabupaten Garut, Rabu (11/2/2026).
Acep menjelaskan bahwa dirinya mulai menjabat sebagai Kepala Bidang Ketahanan Bangsa sejak 6 Januari 2026. Karena penetapan anggaran tahun 2026 telah dilakukan sebelum dirinya menduduki jabatan tersebut, maka seluruh kegiatan yang dilaksanakan saat ini merupakan tindak lanjut dari perencanaan yang sudah disusun pada tahun sebelumnya.
“Untuk tahun 2026 ini, kami hanya menjalankan apa yang sudah direncanakan dan digariskan sebelumnya. Tidak ada terobosan atau inovasi baru, karena secara perencanaan dan penganggaran sudah ditetapkan. Kami tinggal menuntaskan dan melaksanakan program yang ada sesuai ketentuan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ruang untuk melakukan inovasi dalam tahun berjalan sangat terbatas, terutama karena berkaitan langsung dengan dokumen perencanaan dan struktur anggaran yang telah disahkan. Menurutnya, inovasi baru secara realistis hanya dapat dirancang untuk tahun anggaran berikutnya.
“Kalau berbicara inovasi, itu tentu harus masuk dalam perencanaan dan penganggaran. Sementara saya menjabat setelah anggaran 2026 ditetapkan. Jadi, kalaupun ada gagasan baru, itu baru bisa dirancang untuk tahun 2027,” jelasnya.
Adaptasi dengan Lingkup Kerja Baru
Acep juga mengakui bahwa terdapat perbedaan karakteristik tugas dan pola komunikasi antara bidang yang sebelumnya ia tangani dengan bidang Ketahanan Bangsa yang kini dipimpinnya. Jika sebelumnya lebih banyak berinteraksi dalam lingkup politik kebangsaan, kini ia harus beradaptasi dengan ekosistem kerja yang lebih luas dan beragam.
Di bidang Ketahanan Bangsa, ruang lingkup koordinasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari partai politik, organisasi kemasyarakatan (ormas), perkumpulan, hingga elemen masyarakat lainnya. Selain itu, terdapat pula aspek pembinaan ideologi, komunikasi kebangsaan, serta penguatan stabilitas sosial politik daerah.
“Di sini ekosistemnya berbeda. Tata cara komunikasi dan pola kerja juga memiliki karakteristik tersendiri. Saya masih belajar, karena ini baru berjalan sekitar satu bulan sejak 6 Januari. Setiap hari saya berkomunikasi dengan berbagai pihak, dan itu menjadi proses pembelajaran bagi saya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa perbedaan mitra kerja tentu menuntut pendekatan komunikasi yang berbeda pula. Jika sebelumnya lebih intens berkoordinasi dengan partai politik dan penyelenggara pemilu seperti KPU, kini lingkupnya mencakup organisasi masyarakat dan berbagai perkumpulan yang memiliki latar belakang serta kepentingan yang beragam.
Sebagai bagian dari Kesbangpol, Acep menekankan bahwa tujuan utama dari tugas di bidang Ketahanan Bangsa adalah menjaga stabilitas, keutuhan, serta kondusivitas wilayah Kabupaten Garut. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam mencegah potensi gesekan atau benturan di tengah masyarakat.
“Kami berharap tidak ada benturan atau permasalahan yang berarti. Intinya, bagaimana kita menjaga keutuhan dan kondusivitas Kabupaten Garut. Itu yang menjadi tujuan utama,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar pola komunikasi yang telah terjalin baik oleh pejabat sebelumnya dapat terus dipertahankan. Dirinya berkomitmen untuk melanjutkan hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen, baik organisasi kemasyarakatan, perkumpulan, maupun mitra eksternal lainnya.
“Tidak ada yang berbeda secara prinsip dengan Kabid sebelumnya. Kami ingin tetap menjaga komunikasi yang normal dan baik dengan teman-teman di luar, baik ormas maupun perkumpulan lainnya,” katanya.
Selain menjalin komunikasi dengan organisasi dan elemen masyarakat, Acep juga menyoroti pentingnya sinergi dengan media. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar serta membantu menjaga stabilitas sosial melalui pemberitaan yang konstruktif.
“Pemerintah dan media harus berjalan beriringan. Kami berharap hubungan yang baik ini bisa terus terjaga, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat juga seimbang dan membangun,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Acep berharap dirinya dapat segera menyesuaikan diri sepenuhnya dengan tanggung jawab barunya serta mampu bekerja selaras dengan seluruh mitra kerja di lingkungan Kesbangpol Kabupaten Garut.
“Mudah-mudahan saya bisa selaras dengan rekan-rekan semua dan menjalankan tugas ini dengan baik. Fokus kami sekarang adalah melaksanakan program yang sudah ada dengan maksimal, sambil menyiapkan perencanaan yang lebih matang untuk tahun mendatang,” pungkasnya.***Willy/Deri Acong

















