Purwakarta,dejurnal.com — Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta kembali menjadi sorotan utama dalam upaya penguatan peran ulama di tingkat daerah. Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, baru-baru ini melawat ke sana dalam agenda penting: Silaturahmi Ulama dan peresmian Forum Musyawarah Ulama (FORMULA) Purwakarta, yang digelar di Al-Muhajirin Kampus 2.
Kegiatan ini menandai sebuah babak baru dalam mendorong konsolidasi para ulama, sekaligus menegaskan posisi krusial mereka sebagai garda terdepan moral, sosial, dan spiritual masyarakat. Acara besar ini mengusung tema yang inspiratif: “Meneguhkan Peran Ulama Sebagai Pelayan Umat.”
Kehadiran KH. Ma’ruf Amin dinilai memberikan dukungan moral yang kuat terhadap upaya penyatuan peran ulama di wilayah tersebut. Dalam pertemuan akbar itu, poin-poin penting seperti urgensi dakwah yang menyejukkan, menjaga persatuan umat, serta memperkokoh kontribusi ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi topik diskusi utama.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, dengan tegas menyatakan bahwa forum ini jauh dari sekadar pertemuan seremonial. Sebaliknya, ia menekankan bahwa ini adalah langkah strategis untuk membangun kekuatan kolektif ulama dalam merespons dinamika sosial, keagamaan, dan kebangsaan yang terus berkembang.
Senada, Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Ifa Faizah Rohman, M.Pd, menyampaikan harapannya. Ia menuturkan bahwa pembentukan FORMULA ini diharapkan mampu menjadi wadah konsolidasi gagasan-gagasan ulama yang konkret dan aplikatif, demi memenuhi kebutuhan umat di Purwakarta.
FORMULA sendiri dirancang untuk menjadi forum strategis yang tidak hanya memperkuat koordinasi antar ulama, tetapi juga memperluas jangkauan pelayanan keumatan, serta menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Momen silaturahmi yang bersejarah ini diharapkan menjadi tonggak awal penguatan ukhuwah (persaudaraan) antar ulama. Lebih dari itu, ia diharapkan semakin menegaskan peran vital ulama dalam menjaga stabilitas moral, keagamaan, serta masa depan generasi penerus bangsa.***Budi


















