CIAMIS, deJurnal, – Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, memastikan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tetap menjadi perhatian pemerintah daerah meski kondisi anggaran tengah mengalami keterbatasan.
Ia pun mengimbau seluruh tenaga non-ASN untuk tidak resah dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan halal bihalal dan deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Kamis (16/4/2026).
Dalam sambutannya, Herdiat menyampaikan Pemerintah Kabupaten Ciamis tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik di tengah tekanan fiskal akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat serta minimnya bantuan keuangan dari pemerintah provinsi.
“Kita harus tetap optimis dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun kondisi anggaran saat ini terbatas. Mudah-mudahan ke depan APBD kita bisa kembali pulih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tingginya belanja pegawai dalam struktur APBD bukan disebabkan penambahan jumlah pegawai, melainkan karena menurunnya pendapatan dari dana transfer pusat dan bantuan provinsi.
“Belanja pegawai terlihat tinggi bukan karena kita menambah pegawai. Justru dana transfer dari pusat berkurang, bantuan provinsi juga menurun bahkan tidak ada. Ini yang membuat komposisi belanja berubah,” jelas Herdiat.
Menurutnya, secara faktual jumlah ASN di lingkungan Pemkab Ciamis tidak mengalami lonjakan signifikan. Bahkan, jumlah pegawai yang pensiun, purnabakti, hingga meninggal dunia lebih besar dibandingkan dengan pengangkatan pegawai baru, termasuk PPPK.
“Kalau dihitung, ASN yang pensiun itu lebih banyak. Artinya kita sebenarnya tidak menambah pegawai secara signifikan,” tambahnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Ciamis mengajak seluruh tenaga non-ASN, termasuk PPPK dan pegawai paruh waktu, untuk tetap tenang dan fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyampaikan , pemerintah daerah akan terus berupaya memperjuangkan keberlangsungan status dan kesejahteraan mereka.
“Jangan gelisah, tetap bekerja dengan baik. Insya Allah akan kami perjuangkan, karena peran PPPK dan tenaga non-ASN sangat penting dalam mendukung pelayanan publik,” tegasnya.
Herdiat juga membahas pentingnya keberadaan tenaga kesehatan di puskesmas serta tenaga pendidik di sekolah.
Menurutnya, tanpa dukungan sumber daya manusia tersebut, pelayanan dasar kepada masyarakat tidak akan berjalan optimal.
“Bagaimana puskesmas bisa berjalan tanpa tenaga kesehatan, bagaimana sekolah tanpa guru. Sementara kita dituntut menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas. Ini harus terencana dan dijalankan dengan baik,” paparnya.
Melalui momentum halal bihalal dan deklarasi ODF tersebut, Bupati berharap seluruh elemen dapat etap menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan kinerja, serta terus berkontribusi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Ciamis di tengah berbagai tantangan yang ada. (Nay Sunarti)
















