Ciamis, deJurnal,- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis terus memperkuat pelayanan administrasi kependudukan melalui pendekatan jemput bola.
Kali ini, ribuan pelajar yang telah memasuki usia wajib KTP menjadi sasaran program WASTU KANCANA, sebuah inovasi pelayanan perekaman KTP elektronik (KTP-el) yang dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah.
Program yang merupakan akronim dari Wujud Administrasi Siswa Tertib dan Unggul melalui Kepemilikan Dokumen Kependudukan Nasional Cepat bagi Anak Negeri tersebut menyasar siswa SMA, SMK dan Madrasah Aliyah di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.
Melalui inovasi tersebut petugas Disdukcapil mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman data biometrik calon pemilik KTP-el.
Langkah tersebut dilakukan agar para pelajar yang telah berusia 16 tahun ke atas dapat melakukan perekaman lebih awal sehingga ketika genap berusia 17 tahun, KTP elektronik mereka sudah siap dicetak dan digunakan.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Ciamis Yayan M Supyan mengatakan, program WASTU KANCANA lahir dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada warga, khususnya generasi muda, yang tertinggal dalam kepemilikan dokumen kependudukan.
Menurutnya, masih banyak pelajar yang terkendala waktu untuk datang ke kantor pelayanan karena harus mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Oleh karena itu, Disdukcapil memilih hadir langsung ke sekolah agar pelayanan menjadi lebih mudah dijangkau.
“Kami ingin memastikan seluruh pelajar yang telah memenuhi syarat perekaman dapat terlayani. Melalui program ini, petugas datang langsung ke sekolah sehingga siswa tidak perlu meninggalkan kegiatan belajar untuk mengurus administrasi kependudukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KTP-el merupakan dokumen dasar yang sangat penting bagi setiap warga negara.
Selain sebagai identitas resmi, dokumen tersebut menjadi syarat utama dalam berbagai layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan, ketenagakerjaan hingga berbagai urusan pemerintahan lainnya.
Karena itu, kepemilikan KTP elektronik sejak usia dini dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran tertib administrasi di kalangan generasi muda.
“Melalui WASTU KANCANA, kami tidak hanya melakukan perekaman KTP-el, tetapi juga mengedukasi para pelajar tentang pentingnya dokumen kependudukan sebagai identitas hukum yang akan digunakan sepanjang hidup mereka,” katanya.
Program jemput bola tersebut juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang tengah dikembangkan Disdukcapil Ciamis.
Jika sebelumnya masyarakat harus datang ke kantor pelayanan, kini pelayanan hadir langsung mendatangi masyarakat, termasuk ke lingkungan sekolah.
Selain mempermudah akses pelayanan, langkah tersebut dinilai lebih efektif dalam meningkatkan cakupan perekaman KTP-el bagi pemula.
Dalam satu kali kunjungan, ratusan pelajar dapat terlayani secara bersamaan tanpa mengganggu proses belajar mengajar.
Mengusung tagline “Generasi Galuh Beridentitas, Siap Menatap Masa Depan”, WASTU KANCANA menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga tertib dalam administrasi kependudukan.
Yayan berharap melalui kolaborasi yang terjalin dengan sekolah-sekolah, seluruh pelajar wajib KTP di Kabupaten Ciamis dapat terdata dan terlayani secara optimal.
Dengan demikian, tidak ada lagi generasi muda yang terlambat memiliki identitas resmi sebagai warga negara Indonesia.
Program WASTU KANCANA sekaligus menegaskan pelayanan administrasi kependudukan tidak lagi sekadar berorientasi pada pencatatan data, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Ciamis yang siap mengakses berbagai layanan publik dan menatap masa depan dengan identitas yang sah serta diakui negara. (Nay Sunarti)












