• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Oktober 16, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Festival Layang-Layang Internasional di Papandayan, Pemerhati Lingkungan Garut Ingatkan Ini

bydejurnalcom
Jumat, 17 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
Festival Layang-Layang Internasional di Papandayan, Pemerhati Lingkungan Garut Ingatkan Ini
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dan Penyelenggara Festival Layang – Layang Internasional, harus bisa menjamin atas berbagai resiko, keamanan, kenyamanan, keselamatan, resiko potensi kerusakan lingkungan diakibatkan penyelenggaran. Jangan sampai mengejar prestasi malah tabrak aturan.

Pemda Kabupaten Garut beserta pihak Penyelenggara, Acara Festival Layang Layang Internasional ini, tentunya harus memperhatikan segala potensi dampak, resiko yang akan timbul dilapangan. Baik saat gelaran atau pasca acara. Pasalnya kegiatan tersebut memiliki tingkat resiko begitu kompleksitas tinggi, perlu adanya persiapan sangat matang, dan memiliki kelengkapan perijinan, sesuai peraturan perundang-undangan.

Dengan adanya keterlibatan peserta dari luar negeri tentunya sangat dibutuhkan kordinasi serta tata kelola manajemen yang baik dan benar, jangan sampai asal-asalan, berdampak buruk terhadap nama baik Kabupaten Garut itu sendiri dimata dunia internasional.

BacaJuga :

Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang,Polisi Bersama BPBD Salurkan Air Bersih

Belajar Perlindungan Pekerja Rentan, Pansus DPRD Gunungkidul Kunjungi Disnaker Ciamis

KORMI Ciamis Lepas Kontingen Forbasi ke Kejurda, Bidik Medali Emas

Atas hal tersebut khususnya, bagi pihak penyelenggara event, harus bersikap dan melakukan pendekatan berbasis resiko (“risk based approach”), mengingat Garut memiliki peristiwa yang sangat pahit dan mengerikan berujung fatal kematian dan sempat viral, sorotan tajam bahkan terus menjadi traumatik berkepanjangan. Atas hal tersebut perlu adanya sikap kehati -hatian sebagai pondasi utama di dalam penyelenggara event, apalagi ini sekelas festival internasional.

Tentunya diperlukan adanya pendekatan secara khusus, bahkan bila perlu adanya kajian secara teknis lebih detail sehingga dapat terindentifikasi secara dini sumber potensi yang akan timbul dilapangan dan memudahkan pengendalian resikonya.

Untuk itu penyelenggara event harus bisa menerapkan standar SNI-ISO20121:2017, tentang berkaitan hal manajemen event keberlanjutan, sehingga dalam membuat perencanaan, pelaksanaan dan bahkan pasca pelaksanaan bisa terpetakan dan dengan adanya kegiatan tersebut dapat membawa manfaat, dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar lokasi kegiatan, dalam hal manfaat sosial dan ekonomi, juga berdampak positif peningkatan atas taraf hidup, kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi serta peningkatan PAD dan IPM Kabupaten Garut. Maka penerapan standar SNI-ISO 2012:2017, menjadi hal sangatlah penting.

Sementara sebagaimana telah diketahui bersama, pelaksanakan kegiatan Festival Layang Layang Internasional, berlokasi di Agrowisata Tepas Papandayan Desa Karamatwangi Kecamatan Cisurupan – Garut. Sementara berdasarkan informasi Agrowisata Tepas Papandayan ini satu hamparan dan dibawah Cagar Alam dan terkait pengelolan dan pengguna sumber air panas yang berasal dari CA Gunung Papandayan, diduga belum mengatongi perizinan.

Berkaitan hal tersebut perlu adanya hal sikap kehati-hatian dari pihak Pemda Kabupaten Garut, serta Penyelenggara Event, pasalnya pihak BBKSDA ( Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam), melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum Kehutanan), saat ini sedang melakukan penegakan hukum hal operasi penertiban kawasan, yang selama ini telah terjadi adanya hal pengunaan dan pemanfaatan sumber daya alam, serta telah terjadi adanya hal perambahan kawasan hutan yang diduga dilakukan oleh warga masyarakat sekitar hutan.

Terkait hal operasi Gabungan tersebut telah dilaksanakan pada hari Rabu siang, tanggal 15 Juli 2026, dan Tim Gabungan terdiri dari Gakkum Kehutanan BBKSDA, POM TNI-POLRI, Brigade Mobil Polri, dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dengan sasaran Kawasaan Cagar Alam / Taman Wisata Cagar Alam ( CA/TWA) Gunung Papandayan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.

Dalam operasi tersebut sedikitnya ada 44 Pentani dan 23 Orang sudah dimintai keterangan, dan terkumpulkan barang bukti oleh Tim Gabungan, dan atas hal perbuatan warga masyarakat terjaring dalam operasi diduga telah melakukan perambahan disekitar lereng dan masuk kedalam kawasan hutan lindung gunung Papandayan, sebagai Cagar Alam, dan
operasi dilaksanakan berdasarkan hal Memorandum Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Nomor M.54/KSDAE/KK/ KSA.02.01/B/6/2026. Tertanggal 15 Juni 2026.

“Terkait hal akan diadakannya Festival Layang Layang Internasional yang berlokasi di Agrowisata Tepas Papandayan yang satu hamparan dengan Cagar Alam, tentu kepada pihak Pemda Kabupaten Garut beserta pihak penyelenggara acara (event), untuk tidak tergesa-gesa, akan lebih baik, maaf ini hanya sekedar saran lebih baik pindah lokasi kegiatan, namun jika itu tidak bisa, coba lengkapi dahulu masalah perizinan dan perlu ada sikap kehati-hatian, jangan sampai ujungnya berdampak jelek nama baik Pemda Kabupaten Garut itu sendiri dimata dunia internasional,” ujar salah satu aktivis pemerhati lingkungan hidup, Agus Riyanto kepada dejurnal.com, Kamis (16/7/2026).

Apalagi, lanjut Agus Riyanto, pesertanya itu dari luar negeri, ini harus benar benar terkait tata kelola manajemennya, jangan asal jadi, namun harus diperhitungkan secara matang.

“Beberapa warga yang sudah diperiksa dan dimintai keterangan oleh BBKSDA, terkait perambahan lahan seluas 117 Hektar disekitar lereng yang kawasan hutan lindung dan cagar alam Gunung Papandayan, dan sebagaimana keterangan yang telah disampaikan oleh Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jawa Barat Andri H. Siregar, bahwa hal operasi merujuk momerandum Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam – Ekosksistem,” ungkapnya.

Bahkan dikatakan lebih lanjut Agus R, hal penertiban, fokus pada lahan termasuk Cagar Alam Gunung Papandayan, blok Balenyengked Pasir Hui 8 Hektar, Blok Waternimen 14 Hektar, Blok Komplek Darajat 5 Hektar, serta Desa Cihawuk Seluar 90 Hektar, termasuk didalamnya Jalan Zeni, Datar Rohman dan Berecek.

“kenapa tadi diawal disampaikan pihak Pemda Kabupaten Garut serta kepada Penyelenggara Festival Layang Layang untuk lebih hati hati, pasalnya sumber air panas itu dari Cagar Alam, dan pipanya itu melintasi Blok Waternimen, makanya saya berharap kepada Pemda dan Pihak Manajemen Penyelenggara Festuval jangan asal-asalan perlu hal kajian yang matang, mengingat tadi itu, jangan sampai niat baik jadi berdampak buruk”. Pungkasnya.***Yohaness

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Pemkab Ciamis Kembali Menang di Pengadilan, PTTUN Jakarta Kuatkan Pemberhentian Kades Cicapar

Next Post

Peringati HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Garut Gelar Aksi Lingkungan dan Pengobatan Gratis untuk Masyarakat

Related Posts

Bupati Kabupaten Sukabumi Tegaskan, Aksioma Bangun Karakter Disiplin Tangguh Percaya Diri Dan Sportif
depemerintahan

Bupati Kabupaten Sukabumi Tegaskan, Aksioma Bangun Karakter Disiplin Tangguh Percaya Diri Dan Sportif

Jumat, 16 Oktober 2026
TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Hadirkan Kepedulian, Lansia Desa Mekarjaya Terima Bantuan Sembako
deNews

TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Hadirkan Kepedulian, Lansia Desa Mekarjaya Terima Bantuan Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026
Bunda PAUD Garut Tekankan Pentingnya Pengembangan Anak Usia Dini secara Holistik Integratif
deNews

Bunda PAUD Garut Tekankan Pentingnya Pengembangan Anak Usia Dini secara Holistik Integratif

Jumat, 16 Oktober 2026
Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang,Polisi Bersama BPBD Salurkan Air Bersih
deHumaniti

Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang,Polisi Bersama BPBD Salurkan Air Bersih

Jumat, 16 Oktober 2026
Belajar Perlindungan Pekerja Rentan, Pansus DPRD Gunungkidul Kunjungi Disnaker Ciamis
deNews

Belajar Perlindungan Pekerja Rentan, Pansus DPRD Gunungkidul Kunjungi Disnaker Ciamis

Jumat, 16 Oktober 2026
KORMI Ciamis Lepas Kontingen  Forbasi ke Kejurda, Bidik Medali Emas
deNews

KORMI Ciamis Lepas Kontingen Forbasi ke Kejurda, Bidik Medali Emas

Jumat, 16 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

Dari Resolusi Jihad ke Era Digital, PCNU Ciamis Ajak Santri Meneguhkan Spirit Perjuangan

Selasa, 21 Oktober 2025

Helmi Budiman Selalu Menyempatkan Waktu Berkunjung Ke Ponpes Di Garut

Sabtu, 10 Maret 2018

Pasca Gempa Bumi 4,3 SR, Kalak BPBD Garut Sampaikan Kondisi Terkini

Rabu, 1 Februari 2023

Polemik Ambilalih Saham Salah Satu Perusahaan PMA di Garut Masih Bergulir, Bakal Ada PHK Massal?

Rabu, 27 Juli 2022

Hamzah Sayyidussyuhada Terpilih Jadi Ketua KAMMI Garut Kalahkan Lima Calon Lain

Sabtu, 31 Oktober 2020

TPU Daraulin Margaasih Berdampak Positif Pada Masyarakat

Kamis, 17 November 2022

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste