CIAMIS, deJurnal,- Lapangan panahan di Wahana Alam Parung, Tasikmalaya, akhir pekan kemarin menjadi saksi munculnya talenta-talenta muda panahan tradisional asal Kabupaten Ciamis.
Di tengah ketatnya persaingan dalam ajang Style Archery Competition 1 TH 2026, para atlet muda dari Ciamis Archery Schooling Club (CASC) tampil mencuri perhatian dengan memborong medali di berbagai kategori.
Sorotan utama datang dari kategori U-9 putri. Tiga podium juara umum berhasil dikuasai atlet-atlet asal Ciamis.
Arisha Zhafira dari MIN 9 Ciamis tampil gemilang meraih medali emas, disusul Tazkia Syifa Azahra yang membawa pulang perak, serta Naladhifa Maryam Iqlima dari MI Al Muminin yang mengamankan medali perunggu.
Capaian itu menjadi bukti bahwa pembinaan panahan tradisional di Ciamis mulai menunjukkan hasil nyata, terutama di level usia dini.
Coach CASC, Nasirin, mengungkapkan klub yang berada di bawah naungan Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) tersebut mengirimkan sekitar 12 atlet pelajar serta tiga peserta dewasa putra dalam kompetisi tingkat Jawa Barat itu.
“Anak-anak tampil luar biasa. Mereka berani bersaing dan mampu menjaga fokus saat pertandingan. Ini hasil dari latihan rutin dan semangat belajar mereka,” ujar Nasirin, Minggu (11/5/2026).
Tak hanya di kategori usia dini, atlet CASC juga mampu berbicara banyak di kelompok usia lainnya.
Alkhalifi Muhammad Azammy dari MI Andalan sukses menyabet medali perak kategori U-15 putra. Sementara Aisha Zahra dari MTsN 1 Ciamis meraih medali perunggu kategori U-18 putri.
Prestasi lainnya datang dari kategori Juara Bantalan Target. Tiga atlet CASC kembali naik podium, yakni Adiba Nahda Rafanda dari SD Linggasari, Muhammad Ilham dari MTsN 1 Ciamis, dan Candra Cahya Komala dari SMK Ma’arif.
Bagi CASC, torehan medali bukan sekadar kemenangan kompetisi. Lebih dari itu, panahan tradisional dipandang sebagai sarana membangun karakter generasi muda.
Nasirin menyebut olahraga panahan melatih ketenangan, kesabaran, kedisiplinan hingga kemampuan mengendalikan emosi. Karena itu, pihaknya terus mendorong anak-anak untuk aktif berlatih sekaligus mencintai olahraga tradisional.
“Panahan tradisional mengajarkan anak untuk fokus dan percaya diri. Kami ingin olahraga ini terus berkembang di Ciamis dan semakin banyak anak-anak yang ikut menekuninya,” katanya.
Style Archery Competition 2026 sendiri menjadi ajang yang mempertemukan atlet pelajar dan komunitas panahan tradisional dari berbagai daerah.
Selain menjadi arena perebutan prestasi, kompetisi itu juga menjadi ruang pembinaan sekaligus memperkuat eksistensi olahraga panahan tradisional di kalangan generasi muda. (Nay Sunarti)

















