Ciamis, deJurnal,- Bupati Ciamis, , mengapresiasi dedikasi jajaran Tim Penggerak PKK yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah, khususnya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ciamis.
Hal tersebut disampaikan Herdiat saat menghadiri kegiatan lomba Ketua Tim Penggerak PKK tingkat desa dan kecamatan di Kabupaten Ciamis. Di Aula PKK
alam kesempatan itu, ia menegaskan penanganan stunting tidak bisa dilakukan pemerintah secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak hingga tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat.
Menurut Herdiat, kader PKK selama ini menjadi salah satu ujung tombak pemerintah dalam menyampaikan edukasi serta pelaksanaan berbagai program sosial kemasyarakatan secara langsung kepada masyarakat.
“Pencegahan stunting tidak bisa ditangani sendiri. Harus ada kolaborasi, kerja sama, kerja bareng, keroyokan antara pemerintah, PKK dan seluruh stakeholder,” ujar Herdiat.
Ia mengatakan, peran kader PKK sangat strategis karena mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat desa, dusun bahkan RT. Melalui pendekatan langsung kepada keluarga, kader PKK dinilai mampu membantu pemerintah dalam memberikan pemahaman terkait kesehatan ibu dan anak, pola asuh, gizi keluarga hingga sanitasi lingkungan.
“Sebetulnya fungsi dan tugas PKK membantu tugas pokok pemerintah daerah dan para pimpinan OPD. Mulai dari keluarga, lingkungan, masyarakat, desa, kecamatan sampai kabupaten,” katanya.
Herdiat menyebut, seluruh semangat pengabdian kader PKK telah tertuang dalam 10 Program Pokok PKK yang selama ini menjadi dasar gerakan pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.
Ia pun mengaku bangga terhadap konsistensi dan pengabdian para kader PKK yang terus bekerja tanpa mengenal lelah demi membantu masyarakat.
“Saya sangat bangga kepada jajaran PKK yang dari hari ke hari, tahun ke tahun terus bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa pamrih. Ini pekerjaan mulia karena dilakukan dengan ikhlas membantu masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga menyoroti pentingnya validitas data stunting sebagai dasar dalam menentukan langkah intervensi pemerintah. Menurutnya, hingga saat ini pemerintah daerah masih membutuhkan data yang benar-benar akurat agar penanganan stunting dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Ia menginginkan pendataan dilakukan hingga tingkat RT melalui metode sensus langsung ke lapangan sehingga kondisi masyarakat dapat diketahui secara riil.
“Saya ingin punya data yang benar-benar akurat sampai lingkungan RT. Jadi jelas titik stunting itu ada di mana. Kalau datanya benar, pemerintah bisa langsung melakukan intervensi secara jelas dan tepat,” tegasnya.
Menurut Herdiat, data yang akurat sangat penting dalam mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari pemenuhan gizi anak, kesehatan ibu hamil, perbaikan sanitasi hingga edukasi pola hidup sehat bagi keluarga.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak, baik pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader PKK maupun stakeholder lainnya untuk terus memperkuat sinergi dalam menjalankan program penurunan stunting di Kabupaten Ciamis.
Selain membahas penanganan stunting, Herdiat juga mengapresiasi pelaksanaan lomba Ketua TP PKK tingkat desa dan kecamatan yang dinilai menjadi sarana positif dalam meningkatkan kapasitas kader PKK.
Ia mengaku selama lebih dari 40 tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten, baru kali ini melihat adanya kegiatan lomba yang secara khusus melatih kemampuan Ketua TP PKK dalam menyampaikan program kepada masyarakat.
“Ini terobosan yang sangat baik. Bukan semata-mata mencari juara, tetapi bagaimana ibu-ibu PKK mampu melatih diri menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat dengan baik,” katanya.
Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi hal penting bagi kader PKK karena mereka merupakan penghubung langsung antara program pemerintah dengan masyarakat di lapangan.
“Mengurus masyarakat itu tidak mudah. Karena itu kegiatan seperti ini penting agar pesan dan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujar Herdiat.
Ia juga optimistis dewan juri dan tim penilai akan menjalankan tugas secara objektif dan profesional dalam menentukan hasil perlombaan.
Herdiat berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat peran PKK dalam pembangunan daerah, khususnya mendukung peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Ciamis.
“Bapak ibu PKK ini salah satu ujung tombak pemerintah dalam membantu tugas-tugas pembangunan di masyarakat. Mudah-mudahan apa yang dilakukan menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (Nay Sunarti)














