Dejurnal.com, Bandung – Setelah beberapa tahun menjadi guru, mengawali karirnya sebagai kepala sekolah Sumarni, S.Pd memulai tugas di SDN Pamoyanan Soreang. Selama tiga tahun disana, satu tahun terakhirnya menjagang dengan mengepalai SDN Sukajadi selama satu tahun. Kini fokus mengepalai SDN Panyirapan 03 Soreang.
Baru enam bulan Sumarni mengepalai SDN Panyirapan 03 Soreang yang terletak di perbatasan Desa Panyirapan dan Desa Suka Nagara Kecamatan Soreang ini. Tepatnya sejak November 2025 Sumarni bertugas, di kurun waktu itu, prestasi diraih oleh beberapa muridnya dari jumlah total 380 murid.
Prestasi yang diraih SDN Panyirapan 03 sejak Januari 2026 sampai sekarang di antaranya Juara
Juara 1 Lomba Kesempurnaan Gerakkan dan Bacaan Solat Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) SD tingkat Kecamatan Soreang, yang pada 18 Juni 2026 nanti akan mewakili Kecamatan Soreang pada PENTAS PAI tingkat Kabupaten Bandung.
Untuk Lomba Qasidah di event yang sama SDN Panyirapan 03 merain juara 3, juga juara ke 3 Lomba Kaligrafi di even tersebut. Sedangkankan untuk Lomba MTQ pada PENTAS PAI ini meraih jara Harapan II, dan Juara Harapan III Lomba Qasidah Rebana.
Prestasi lainnya yakni Juara 1 Lomba Puisi dalam Acara “AKSARA III” RG-UG MTs Ibnu Sholih Soreang Tingkat Kabupaten Bandung 2026, Juara 2 Lomba Pildacil pada yang sama, dan Juara 3 pada Lomba Menyanyi di Acara ALSARA III itu.
“Alhamdulillah, selama 6 bulan saya di sini bertugas bisa menorehkan prestasi anak-anak. Selain target juara, ke depan nilai Tes Kemampuan Akademi (TKA) lebih tinggi, terus ke anak-anak dalam berliterasin lebih maju lagi,” kata Sumarni di kantornya, Selasa, 2 Juni 2026.
Nilai tertinggi TKA SDN Panyirapan 03 diraih oleh Irsyad Adnan Hafidz, Albi Fariz Ramadhan, dan Muhammad Irfanil Arik dengan nilai ketiganya 70.00
Untuk nilai Bahasa Indonesia tertinggi diraih oleh: Ganjar Anggara dengan nilai 93.33, Naya Nur Khalifah dengan nilai 93.33, Albi Fariz Ramadhan dengan nilai 86.67, dan Damian Hendrawan dengan nilai 86.67.
Sumarni belum pernah menerima siswa baru di SDN Panyirapan, kerena ia mulai tugas November 2025. Namun, tahun ini ia akan ditinggalkan oleh 72 siswa yang sudah enam tahun mengenyam sekolah dasar di sana.
Seiring ke 72 murid yang melanjutkan ke jenjang SMP, mulai bulan Juni ini SDN Panyirapan 03 menyiapkan kuota untuk pendaftaran siswa baru dengan kuota 2 kelas, setiap kelasnya 40 siswa, jadi 80 siswa.
Tiga tahun mengepakai SDN Pamoyanan, menurut Sumarni memang ada perbedaan. Di SD Pamoyanan jarak tempat tinggal siswa memang berdekatan dengan sekolah, sedangkan di Panyirapan kebanyakan jauh-jauh, bahkan ada yang di bukit, sehingga orang tua harus selalu mengantar ke sekolah terus terus.
Sumarni pun ingin ada rehab untuk 12 ruang belajar SDN Panyirapan 03. “Saat ini baru berjalan rehab 2 kelas, yakni kelas 4. Saya berharap semua kelas direhab karena sudah banyak yang ruksak,” harap kepala sekolah yang gemar literasi ini.*** Sopandi














