Dejurnal.com, Garut – Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh para pedagang dan pengelola Garut Plaza melalui kegiatan santunan bagi anak yatim yang digelar dalam rangka memperingati momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di lantai 2 Garut Plaza, Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Rabu (17/06/2026) tersebut menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
Dalam kegiatan sosial bertajuk “Garut Plaza Berbagi” ini, sebanyak 100 anak yatim menerima bantuan berupa paket sembako serta santunan uang tunai. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri oleh para donatur, tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, serta para penerima manfaat yang datang dari berbagai wilayah di sekitar Kecamatan Garut Kota.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan tausiyah keagamaan yang mengangkat tema pentingnya berbagi, menyantuni anak yatim, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Tausiyah tersebut menjadi pengingat bahwa bulan Muharam merupakan salah satu momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian dan memperbanyak amal kebaikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut, Ridwan, Lurah Sukamentri Mujiyono, Lurah Ciwalen Ohan, serta perwakilan dari Kecamatan Garut Kota. Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya-upaya sosial yang dilakukan oleh komunitas pedagang Garut Plaza.
Ketua Pedagang Garut Plaza sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Aris Nuramdan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang menurutnya merupakan hasil kolaborasi dan kepedulian para donatur yang berada di lingkungan Garut Plaza.
“Alhamdulillah hari ini kami dapat melaksanakan program Garut Plaza Berbagi. Kegiatan ini merupakan hasil koordinasi dengan para donatur yang ada di Garut Plaza sehingga bantuan dapat tersalurkan kepada anak-anak yatim yang membutuhkan,” ujarnya.
Aris menjelaskan bahwa selain memberikan paket sembako, pihaknya juga memberikan santunan uang tunai kepada setiap anak yatim. Bahkan, santunan yang diberikan memiliki nilai yang cukup besar sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap kebutuhan mereka.
“Alhamdulillah kami menyalurkan 100 paket sembako dan santunan kepada 100 anak yatim. Untuk santunan uang tunai, setiap anak menerima sekitar Rp500 ribu. Kami memang ingin memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim agar mereka dapat merasakan kebahagiaan dan manfaat dari kegiatan ini,” jelasnya.
Paket sembako yang diberikan berisi berbagai kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak goreng, telur, dan bahan pangan lainnya yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga penerima manfaat. Menurut Aris, bantuan tersebut mungkin tidak sepenuhnya menyelesaikan persoalan ekonomi yang dihadapi, namun setidaknya dapat sedikit meringankan beban mereka.
“Kami berharap bantuan yang diberikan ini dapat membantu kebutuhan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi keluarga para anak yatim. Semoga apa yang kami lakukan hari ini menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat,” katanya.
Lebih lanjut, Aris mengungkapkan bahwa kegiatan santunan ini tidak akan berhenti pada momentum Muharam saja. Pihaknya memiliki komitmen untuk menjadikan kegiatan sosial tersebut sebagai program berkelanjutan yang dilaksanakan secara rutin.
“Kami memiliki harapan dan rencana agar kegiatan santunan seperti ini dapat dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Mohon doa dan dukungannya dari semua pihak agar cita-cita tersebut dapat terwujud dan terus berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.
Terkait proses pendataan penerima manfaat, Aris menjelaskan bahwa panitia tidak mengalami kendala berarti. Data anak yatim diperoleh melalui koordinasi dengan pemerintah kelurahan sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Kami mendapatkan data dari lingkungan sekitar dan bekerja sama dengan pihak kelurahan. Data penerima berasal dari dua wilayah, yaitu Kelurahan Ciwalen dan Kelurahan Sukamentri, sehingga proses pendataan berjalan cukup mudah dan terarah,” jelasnya.
Menariknya, panitia juga menunjukkan kepedulian kepada anak-anak yang hadir namun belum masuk dalam daftar penerima resmi. Mereka tetap mendapatkan bantuan berupa uang saku sebagai bentuk perhatian agar tidak ada yang merasa terabaikan.
“Tadi ada beberapa anak yang hadir namun belum masuk dalam daftar 100 penerima. Alhamdulillah, mereka tetap kami perhatikan dengan memberikan uang saku khusus sehingga semuanya bisa merasakan kebahagiaan bersama,” tambah Aris.
Kegiatan Garut Plaza Berbagi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu mempererat hubungan antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Selain menjadi ajang berbagi rezeki, kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari lingkungan perdagangan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk turut membantu sesama.
Melalui program ini, Garut Plaza tidak hanya berperan sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai ruang yang menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan untuk meraih masa depan yang lebih baik.***Willy















