CIAMIS, deJurnal,- Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali mewarnai peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384.
Komunitas Doervoer menggelar kegiatan donor darah serta santunan bagi anak yatim piatu dan penyandang thalasemia di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan bertajuk “Leuwih Hade Nyumbang Getih Daripada Guyang Getih, Setetes Darah Berguna Bagi Mereka” tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis, Baznas Kabupaten Ciamis, para donatur, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap aksi kemanusiaan.
Ratusan peserta tampak antusias mengikuti donor darah, sementara puluhan anak yatim piatu dan penyandang thalasemia menerima santunan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian sosial dari para donatur yang dihimpun melalui Komunitas Doervoer.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Doervoer atas konsistensinya menggelar berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, kegiatan donor darah dan santunan yang digelar Doervoer bukan sekadar agenda sosial, tetapi menjadi gambaran nyata karakter masyarakat Tatar Galuh yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong.
“Sesulit apa pun pekerjaan, ketika dikerjakan bersama-sama, guyub, dan saling mencari solusi, Insya Allah tidak ada pekerjaan yang berat dan tidak ada pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan. Apa yang dilakukan Doervoer hari ini merupakan contoh nyata semangat kebersamaan itu,” ujarnya.
Bupati menegaskan, di tengah berbagai tantangan pembangunan dan keterbatasan kemampuan fiskal daerah, Kabupaten Ciamis masih memiliki modal sosial yang sangat besar, yakni semangat gotong royong masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa kekuatan terbesar Ciamis bukan hanya terletak pada anggaran pembangunan, melainkan pada partisipasi aktif masyarakat yang selama ini turut berkontribusi membangun daerah.
“APBD Kabupaten Ciamis saat ini memang tidak besar. Kemampuan fiskal daerah juga semakin terbatas. Namun ada satu hal yang membuat saya tetap optimistis, yaitu kebersamaan dan gotong royong masyarakat Ciamis yang luar biasa,” katanya.
Menurut bupati, budaya gotong royong telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Tatar Galuh.
Hal tersebut terlihat dari banyaknya pembangunan yang lahir dari swadaya masyarakat, mulai dari pembangunan jalan lingkungan, irigasi, madrasah, fasilitas umum, hingga berbagai kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan di tingkat RT, RW, dusun, maupun desa.
“Kalau dihitung, nilai gotong royong masyarakat yang tidak tercatat dalam APBD jumlahnya sangat besar. Bahkan saya meyakini kontribusi masyarakat itu nilainya jauh lebih besar daripada yang terlihat dalam laporan pembangunan. Ini adalah kekuatan yang harus terus dijaga,” tuturnya.
Bupati juga mengaku masih sering menyaksikan warga dari berbagai kalangan bergotong royong membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, budaya kebersamaan seperti itulah yang menjadi pembeda Kabupaten Ciamis dengan banyak daerah lain yang mulai mengalami penurunan partisipasi sosial masyarakat.
“Inilah wajah asli Tatar Galuh. Masyarakatnya masih memiliki kepedulian, masih mau berbagi, masih mau bergotong royong dan membantu sesama. Selama semangat ini tetap terjaga, saya yakin cita-cita membangun Ciamis yang maju dan berkelanjutan akan terwujud,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Herdiat juga menyerahkan bantuan sebanyak 160 paket sembako dari Baznas Kabupaten Ciamis kepada para penerima manfaat sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial yang digelar Komunitas Doervoer.
Sementara itu, Gubernur Doervoer, Rusna Apriatna, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, Baznas Kabupaten Ciamis, para donatur, komunitas, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah banyak pihak yang memberikan dukungan, baik secara individu maupun komunitas. Kami hanya menjadi jembatan agar amanah dari para donatur bisa sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Rusna menjelaskan, awalnya santunan direncanakan diberikan kepada 150 penerima manfaat. Namun berkat tingginya kepedulian para donatur, jumlah penerima bantuan bertambah menjadi 160 orang.
Ia berharap seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya mendapatkan balasan berupa kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam segala urusan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berbagi. Semoga segala kebaikan yang diberikan dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT,” katanya.
Melalui kegiatan donor darah dan santunan tersebut, Komunitas Doervoer kembali menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata.
Di tengah peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar Tatar Galuh sesungguhnya terletak pada semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian masyarakatnya. (Nay Sunarti)















