• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, November 8, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Bukan Karena Serakah, Tapi Karena Lapar: Sepenggal Kisah Pencurian Sekotak Nasi di Area Kantor Pemkab Garut

bydejurnalcom
Kamis, 25 Juni 2026
Reading Time: 2 mins read
Bukan Karena Serakah, Tapi Karena Lapar: Sepenggal Kisah Pencurian Sekotak Nasi di Area Kantor Pemkab Garut

ilustrasi

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Sebuah peristiwa yang memunculkan keprihatinan mendalam terjadi di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Garut. Seorang warga yang sudah lama dikenal oleh berbagai kalangan di lingkungan Pemerintah Daerah Garut dikabarkan harus mengalami perlakuan yang dinilai tidak manusiawi setelah mengambil satu bungkus nasi box karena alasan kelaparan

Peristiwa yang terjadi Rabu (24/6/2026) sontak menjadi sorotan sejumlah pihak karena pria yang diketahui berinisial (H) itu bukanlah sosok asing di lingkungan Pemkab Garut. Selama bertahun-tahun, dirinya dikenal sebagai seorang aktivis yang kerap menyuarakan berbagai kritik dan aspirasi masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Menurut penuturan H, kejadian bermula ketika dirinya berada di lingkungan Setda Pemkab Garut dalam kondisi fisik yang lemah. Ia mengaku sejak pagi hingga siang hari belum mengonsumsi makanan sedikit pun. Kondisi ekonomi yang sedang sulit membuatnya tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

BacaJuga :

Kemenangan Perdana, Tiga Gol Bawa Ciamis Raih Poin Penuh di Porprov Jabar 2026

Pelacakan GPS Bantu Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Garut, Dua Terduga Pelaku Ditangkap dan Delapan TKP Terungkap

Cegah Aksi Tawuran, Sat Samapta Polres Garut Amankan 21 Pemuda di Depan Yogya

“Demi Allah, saya benar-benar lapar. Dari pagi belum makan, dan saat itu saya tidak punya uang sama sekali untuk membeli makanan. Karena melihat ada nasi box, saya mengambil satu bungkus saja untuk mengganjal perut,” ujar H saat menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya.

Namun, apa yang terjadi setelahnya justru membuat dirinya merasa sangat terpukul. Ia mengaku dikejar salah satu petugas keamanan layaknya seorang pelaku kejahatan besar. Menurut pengakuannya, perlakuan tersebut membuat dirinya merasa dipermalukan di hadapan banyak orang yang berada di sekitar lokasi.

“Padahal saya hanya mengambil satu bungkus nasi karena lapar. Saya bukan mencuri barang berharga atau uang. Saya hanya ingin makan karena sudah tidak kuat menahan lapar,” ungkapnya dengan nada sedih.

Kisah yang dialami H sontak mengundang rasa iba dari sejumlah orang yang mengenalnya. Pasalnya, pria paruh baya tersebut selama ini dikenal luas oleh berbagai kalangan, mulai dari aktivis LSM, organisasi kemasyarakatan, hingga awak media yang sering beraktivitas di lingkungan Pemkab Garut.

Bahkan salah seorang aktivis datang ke lingkungan Setda Garut untuk menyampaikan permohonan maaf atas tindakan sahabatnya tersebut. Namun di saat yang sama, ia meminta agar semua pihak melihat persoalan itu secara utuh dan tidak hanya dari satu sudut pandang.

Dalam perjalanan hidupnya, H pernah menjadi salah satu aktivis yang cukup vokal mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah daerah yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Namanya dikenal sejak masa kepemimpinan Bupati Garut H. Agus Supriadi hingga era Bupati Garut H. Rudi Gunawan.

Selama bertahun-tahun, ia aktif menyampaikan aspirasi masyarakat dan kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial maupun forum-forum diskusi publik. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi kesehatannya mulai menurun.

Beberapa rekan yang mengenalnya menyebutkan bahwa H kini sering mengalami sakit-sakitan sehingga aktivitasnya jauh berkurang dibandingkan masa-masa sebelumnya.

Akibat kondisi tersebut, keberadaannya di lingkungan Pemda Garut pun sudah jarang terlihat. Banyak pihak yang mengaku tidak lagi sering bertemu dengannya seperti dahulu ketika masih aktif mengawal berbagai isu kebijakan publik.

Peristiwa yang menimpa H memunculkan pertanyaan tentang sisi kemanusiaan dalam menghadapi warga yang sedang mengalami kesulitan hidup. Sejumlah pihak menilai bahwa pendekatan yang lebih bijaksana dan penuh empati seharusnya dapat dilakukan ketika menghadapi seseorang yang mengambil makanan karena alasan kelaparan.

Masyarakat berharap kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak, khususnya dalam membangun rasa kepedulian sosial terhadap sesama. Di tengah berbagai program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terus digaungkan pemerintah, masih adanya warga yang harus menahan lapar hingga terpaksa mengambil satu bungkus nasi box menjadi sebuah ironi yang patut menjadi perhatian bersama.

Terlebih lagi, peristiwa tersebut terjadi di lingkungan pemerintahan yang seharusnya menjadi simbol pelayanan, perlindungan, dan kepedulian terhadap masyarakat. Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, serta mendorong hadirnya solusi nyata bagi warga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi maupun sosial.

Karena pada akhirnya, persoalan kemanusiaan bukan hanya tentang aturan dan prosedur, tetapi juga tentang empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap martabat sesama manusia.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

BPS Ciamis Pastikan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Resmi dan Terverifikasi, Masyarakat Diminta Tidak Ragu Memberikan Data

Next Post

Pesan DPD PAN Jabar di Muscab, Jika PAN Raih 7 Kursi di Kabupaten Bandung Bisa Bargaining Kuat Duduki Jabatan Bupati

Related Posts

Respons Cepat Tangani Kecelakaan,Polisi Cek TKP di Jalan Sadang-Cikopo
dehukum

Respons Cepat Tangani Kecelakaan,Polisi Cek TKP di Jalan Sadang-Cikopo

Minggu, 8 November 2026
Fasos-Fasum Perumahan Tak Kunjung Diserahkan, BPSK Cianjur: Warga Berhak Mengadu!
deEdukasi

Fasos-Fasum Perumahan Tak Kunjung Diserahkan, BPSK Cianjur: Warga Berhak Mengadu!

Minggu, 8 November 2026
IMI Kabupaten Bandung Bidik Tiga Emas di Porprov Jabar 2026, Anton: Ada Bonus
deNews

IMI Kabupaten Bandung Bidik Tiga Emas di Porprov Jabar 2026, Anton: Ada Bonus

Minggu, 8 November 2026
Kemenangan Perdana, Tiga Gol Bawa Ciamis Raih Poin Penuh di Porprov Jabar 2026
deNews

Kemenangan Perdana, Tiga Gol Bawa Ciamis Raih Poin Penuh di Porprov Jabar 2026

Sabtu, 7 November 2026
Pelacakan GPS Bantu Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Garut, Dua Terduga Pelaku Ditangkap dan Delapan TKP Terungkap
deNews

Pelacakan GPS Bantu Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Garut, Dua Terduga Pelaku Ditangkap dan Delapan TKP Terungkap

Sabtu, 7 November 2026
Cegah Aksi Tawuran, Sat Samapta Polres Garut Amankan 21 Pemuda di Depan Yogya
deNews

Cegah Aksi Tawuran, Sat Samapta Polres Garut Amankan 21 Pemuda di Depan Yogya

Sabtu, 7 November 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021
Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

KabarDaerah

Calhaj Garut Gugat Kebijakan Kuota : DPRD Siap Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat

Jumat, 21 November 2025

GRIB Bantu dan Kawal Masyarakat Pelaku Usaha Kecil Ajukan Program Bantuan UMKM Kementerian Koperasi

Senin, 7 September 2020

Agen e-Warung Penyedia Bandeng Presto Berjamur, Tak Paham Harga dan Regulasi BPNT

Rabu, 23 September 2020

Camat Kutawaringin Apresiasi Desa Bangun Pembangunan TP3SR

Rabu, 26 November 2025

Program SPAM Garut, Empat Titik Lokasi Bakal Dikelola Perumda Tirta Intan

Minggu, 25 Agustus 2024

Pagelaran Seni Budaya Baraya Bedas Warnai Hari Jadi ke-41 Desa Mekarmaju Pasirjambu

Rabu, 5 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste