CIAMIS, deJurnal – Nama Kabupaten Ciamis kembali berkibar di pentas balap sepeda BMX Asia. Atlet muda SDN 7 Ciamis, Adeeva Ozil Afsheen Myesha Andriana, yang akrab disapa Ozil, berhasil meraih medali perak pada Asian BMX Championship 2026.
Prestasi tersebut terasa istimewa. Di usianya yang baru 11 tahun, Ozil mampu bersaing ketat dengan pembalap berusia 12 tahun yang memiliki pengalaman dan reputasi sebagai juara dunia.
Bahkan, selisih waktu Ozil dengan pembalap yang keluar sebagai juara disebut hanya 0,82 detik. Catatan tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan yang dihadapi pembalap muda asal Tatar Galuh tersebut.
Bagi keluarga, medali perak tersebut bukan sekadar sebuah pencapaian, tetapi menjadi bukti bahwa kerja keras dan keberanian untuk bersaing di level internasional mulai membuahkan hasil.
Ani Supiani: Bangga dan Speechless
Ibunda Ozil, Ani Supiani, mengaku sulit menggambarkan perasaannya melihat perjuangan sang anak hingga mampu berdiri di podium Asian BMX Championship 2026.
“Bangga, speechless. Rasanya campur aduk melihat Ozil bisa sampai di titik ini,” ujar Ani.
Menurutnya, hasil tersebut semakin membanggakan karena Ozil masih berusia 11 tahun, sementara lawan yang dihadapinya berada pada kelompok usia 12 tahun dan memiliki pengalaman sebagai juara dunia.
“Selisihnya hanya 0,82 detik dengan juara dunia. Bagi saya itu luar biasa. Ozil masih 11 tahun, sedangkan lawannya 12 tahun. Jadi kami melihat ini bukan hanya soal medali, tetapi tentang keberanian dan kemampuan Ozil bersaing,” katanya.
Ani menilai pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi Ozil untuk terus berkembang. Ia berharap anaknya tidak cepat puas dan menjadikan pengalaman di kejuaraan Asia sebagai bekal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Yang paling penting jangan cepat puas. Masih panjang perjalanan Ozil. Kami ingin dia terus belajar, berlatih dan menikmati prosesnya,” tutur Ani.
Dari Ciamis, Menembus Persaingan Asia
Ozil bukan nama baru dalam dunia BMX. Sejak kecil, ia telah menekuni olahraga balap sepeda dan beberapa kali mencatat prestasi di tingkat daerah, nasional hingga internasional.
Sejumlah prestasi sebelumnya juga menjadi bagian dari perjalanan Ozil. Ia pernah meraih podium pada Asian BMX Championships di Malaysia ketika masih berusia 8 tahun. Setahun kemudian, ia kembali mencatat prestasi dengan meraih posisi ketiga di ajang Asia. Di tingkat nasional, Ozil juga beberapa kali berdiri di podium tertinggi.
Pada 2025, Ozil bahkan mampu menjadi juara di kelas Challenge Girls pada Latber Jawa Barat BMX Race Galuh meski harus bersaing di kelompok usia yang lebih tinggi.
Perjalanan tersebut memperlihatkan konsistensi seorang atlet muda yang sejak dini telah berani berkompetisi melampaui batas usianya.
Kini, medali perak Asian BMX Championship 2026 menambah daftar panjang prestasi Ozil sekaligus menjadi sinyal bahwa pembalap muda Ciamis tersebut memiliki potensi untuk terus bersaing di level internasional.
Ani Supiani: Semoga Jadi Motivasi Atlet Muda Ciamis
Ani berharap keberhasilan Ozil tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga bisa memberikan motivasi bagi anak-anak Ciamis yang memiliki minat di bidang olahraga.
Menurutnya, prestasi tidak datang secara instan. Ada latihan, disiplin, dukungan keluarga, pelatih, serta keberanian untuk menghadapi lawan-lawan terbaik.
“Semoga prestasi Ozil bisa menjadi motivasi untuk anak-anak Ciamis lainnya. Jangan takut bermimpi tinggi. Kalau ada kemauan, latihan dan terus berusaha, insyaallah ada jalan,” katanya.
Ia juga berharap semakin banyak pihak yang memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet usia dini sehingga potensi anak-anak Ciamis dapat berkembang dan membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Bagi Ozil, podium Asian BMX Championship 2026 mungkin baru satu langkah. Namun dari selisih 0,82 detik itu, tersimpan pesan besar pembalap 11 tahun asal Ciamis tersebut sudah mampu berdiri sangat dekat dengan level dunia. Dan perjalanan itu masih panjang. (Nay Sunarti)















