• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Oktober 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Usia 89 Tahun, Abah Anur Masih Menanti Negara Hadir di Masa Senjanya

bydejurnalcom
Rabu, 23 September 2026
Reading Time: 3 mins read
Usia 89 Tahun, Abah Anur Masih Menanti Negara Hadir di Masa Senjanya
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut — Usia seharusnya menjadi masa ketika seseorang menikmati ketenangan setelah puluhan tahun menjalani kehidupan. Namun bagi Abah Anur, seorang lansia berusia 89 tahun, masa senja justru masih diwarnai dengan kebutuhan hidup yang membutuhkan perhatian dan kepedulian.

Kisah Abah Anur kembali menjadi perhatian setelah Yudha Puja Turnawan datang melihat langsung kondisinya sekaligus memberikan bantuan berupa sembako dan santunan. Pertemuan tersebut bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi juga membuka kenyataan bahwa masih ada warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih serius dan berkelanjutan.

Di usia yang hampir mencapai sembilan dekade, Abah Anur masih membutuhkan berbagai dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Bantuan pangan memang dapat meringankan kebutuhan sehari-hari, namun persoalan yang dihadapinya jauh lebih luas.

BacaJuga :

KDM Tinjau Titik Banjir di Margahayu, Penanganan Sungai Jadi Sorotan

Tetap Berakting di Preman Pensiun, Dena WK Uhen Juga Aktif Mengabdi sebagai Ketua RW

Menko AHY Soroti Pemerataan Infrastruktur Digital, Pembangunan Data Center Harus Perhatikan Lingkungan

Yudha berharap kondisi Abah Anur dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga bantuan sosial yang diterimanya tidak hanya datang sesekali, tetapi dapat diberikan secara reguler sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, keberadaan negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berada dalam kondisi rentan, termasuk para lansia yang membutuhkan perlindungan sosial.

“Harapan saya, beliau secara reguler menerima bantuan dari negara. Semoga mendapat perhatian segera dan di usia senjanya, Abah Anur bisa mendapatkan perhatian dari negara,” kata Yudha.

Bukan Sekadar Sembako

Bantuan sembako dan santunan yang diberikan kepada Abah Anur tentu memiliki arti penting. Namun, kebutuhan seorang lansia berusia 89 tahun tidak berhenti pada persoalan pangan.

Yudha juga menyoroti kebutuhan Abah Anur terhadap rumah yang layak huni. Tempat tinggal yang aman dan nyaman menjadi kebutuhan mendasar, terlebih bagi seseorang yang telah memasuki usia lanjut.

Rumah bukan sekadar bangunan untuk berlindung dari panas dan hujan. Bagi seorang lansia, rumah yang layak juga berkaitan dengan keamanan, kenyamanan, kesehatan, serta martabat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Karena itu, persoalan tempat tinggal Abah Anur diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.

Selain tempat tinggal, kebutuhan alat bantu dengar juga menjadi perhatian. Kondisi pendengaran yang tidak lagi optimal pada usia lanjut dapat membuat komunikasi menjadi lebih sulit dan berpotensi membatasi interaksi seorang lansia dengan orang-orang di sekitarnya.

Pemenuhan alat bantu dengar diharapkan dapat membantu Abah Anur berkomunikasi dengan lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas kehidupannya.

Jangan Biarkan Lansia Berjuang Sendirian

Kisah Abah Anur membawa pesan sederhana tetapi penting: bahwa usia lanjut bukan berarti seseorang kehilangan hak untuk mendapatkan perhatian.

Di balik wajah seorang lansia yang telah berusia 89 tahun, terdapat perjalanan hidup yang panjang. Ada puluhan tahun kehidupan yang telah dilalui, pengalaman, perjuangan, dan kontribusi yang mungkin tidak selalu tercatat dalam sejarah.

Kini, ketika kekuatan fisik semakin terbatas, perhatian dari lingkungan dan negara menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Bantuan dari masyarakat tentu merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi. Namun, perlindungan sosial yang bersifat berkelanjutan tetap diperlukan agar kebutuhan dasar lansia tidak bergantung pada datangnya bantuan secara insidental.

Yudha berharap pemerintah dapat segera melakukan penanganan terhadap persoalan yang dihadapi Abah Anur, baik melalui pendataan maupun koordinasi dengan perangkat daerah terkait.

Harapannya, Abah Anur dapat memperoleh bantuan sosial secara reguler, mendapatkan perhatian terhadap kondisi tempat tinggalnya, serta memperoleh alat bantu dengar yang dibutuhkan.

Harapan di Penghujung Usia

Ada kalanya sebuah bantuan tidak diukur dari seberapa besar nilai yang diberikan, melainkan dari pesan yang dibawanya.
Ketika Yudha datang membawa sembako dan santunan, yang dibawa bukan hanya bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Ada harapan agar kisah Abah Anur tidak berhenti sebagai sebuah kunjungan, kemudian kembali terlupakan setelah rombongan meninggalkan rumahnya.

Justru dari kisah inilah diharapkan lahir perhatian yang lebih panjang.
Di usia 89 tahun, Abah Anur tidak seharusnya merasa sendirian menghadapi kebutuhan hidupnya. Masa tua semestinya menjadi masa ketika seseorang memperoleh rasa aman, perhatian dan penghormatan.

Karena itu, perhatian terhadap Abah Anur bukan hanya tentang satu orang lansia. Kisah ini menjadi cermin bahwa masih ada kelompok masyarakat lanjut usia yang membutuhkan kehadiran negara secara nyata.

Harapan Yudha pun sederhana:
agar di penghujung perjalanan hidupnya, Abah Anur dapat merasakan bahwa negara dan masyarakat masih hadir untuknya.
Sebab, pada akhirnya, ukuran kepedulian sebuah masyarakat bukan hanya terlihat dari bagaimana mereka memperlakukan orang-orang yang kuat dan produktif, tetapi juga dari bagaimana mereka memperlakukan mereka yang sudah lanjut usia, rentan, dan membutuhkan uluran tangan.

Dan bagi Abah Anur, mungkin yang paling berarti bukan sekadar bantuan yang datang hari ini, melainkan kepastian bahwa esok hari masih ada perhatian yang menunggunya.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Data Pemilih Tak Statis, KPU Ciamis Turun Coktas ke Lapangan

Next Post

Pekerja Tak Pakai APD, PUPR Garut Sebut Kewenangan Sanksi Ada di Pengelola Proyek

Related Posts

Perpustakaan Baru dan Edukasi Keuangan Warnai GENIUS OJK di SMPN 2 Ciamis
deNews

Perpustakaan Baru dan Edukasi Keuangan Warnai GENIUS OJK di SMPN 2 Ciamis

Selasa, 13 Oktober 2026
Pemkab Garut Siapkan Penanganan Darurat dan Evaluasi Jangka Panjang Dampak dari Kebakaran TPA Pasibajing
deNews

Pemkab Garut Siapkan Penanganan Darurat dan Evaluasi Jangka Panjang Dampak dari Kebakaran TPA Pasibajing

Selasa, 13 Oktober 2026
Dugaan Carut-Marut PKBM di Garut Disorot, AMPPJ Siapkan Laporan ke Kejati dan Ombudsman
deNews

Dugaan Carut-Marut PKBM di Garut Disorot, AMPPJ Siapkan Laporan ke Kejati dan Ombudsman

Selasa, 13 Oktober 2026
KDM Tinjau Titik Banjir di Margahayu, Penanganan Sungai Jadi Sorotan
deNews

KDM Tinjau Titik Banjir di Margahayu, Penanganan Sungai Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026
Tetap Berakting di Preman Pensiun, Dena WK Uhen Juga Aktif Mengabdi sebagai Ketua RW
deNews

Tetap Berakting di Preman Pensiun, Dena WK Uhen Juga Aktif Mengabdi sebagai Ketua RW

Selasa, 13 Oktober 2026
Menko AHY Soroti Pemerataan Infrastruktur Digital, Pembangunan Data Center Harus Perhatikan Lingkungan
Nasional

Menko AHY Soroti Pemerataan Infrastruktur Digital, Pembangunan Data Center Harus Perhatikan Lingkungan

Senin, 12 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

KabarDaerah

Kemenag Ciamis Siap Sambut Idul Adha 1446 H, Perkuat Ibadah dan Kepedulian Sosial

Selasa, 20 Mei 2025

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021
Ceng Aam

Isi Maklumat Ramadan, Dibalik Aksi Razia Warung di Garut Berujung Ricuh lalu Viral

Selasa, 11 Maret 2025

Kadinkes Purwakarta Resmikan Klinik Utama Shanaya

Jumat, 17 Maret 2023

Air Mata di Balik Rumah Reyot : Omo Pemuda Kampung Sukabumi yang Berjuang Jadi Tulang Punggung

Jumat, 26 September 2025

Rencana Pembangunan RSUD Banjarsari, Jadikah?

Kamis, 26 Mei 2022

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste