CIAMIS, deJurnal,- Pemandangan tak biasa menyita perhatian warga yang menghabiskan malam Minggu di Alun-alun Ciamis, Sabtu (11/7/2026).
Di saat ribuan pengunjung menikmati suasana akhir pekan, sebuah mobil pemadam kebakaran (Damkar) justru terlihat menyiram hamparan rumput dan tanaman hias di kawasan alun-alun.
Bukan karena terjadi kebakaran, melainkan sebagai bagian dari upaya menjaga ruang terbuka hijau tetap asri sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan di Kabupaten Ciamis.
Aksi tersebut menjadi bukti bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya identik dengan memadamkan kobaran api. Di balik sirene dan armada merah yang biasa melaju menuju lokasi kebakaran, Damkar juga memiliki peran penting dalam upaya pencegahan bencana dan perlindungan lingkungan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis melalui Kepala Bidang Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan, Irwan Efendi, menjelaskan penyiraman dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin tanaman di kawasan Alun-alun Ciamis.
Menurutnya, memasuki musim kemarau, kondisi rumput dan tanaman membutuhkan perhatian lebih agar tidak mengalami kekeringan yang dapat mengurangi fungsi ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota sekaligus ruang publik bagi masyarakat.
“Kerja sama penyiraman bersama Damkar Satpol PP merupakan bagian dari perawatan tanaman sekaligus langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Kami ingin rumput, pepohonan, dan tanaman hias di Alun-alun Ciamis tetap hijau, sehat, dan nyaman dinikmati masyarakat,” ujar Irwan.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata sinergi antarperangkat daerah dalam menjaga fasilitas publik.
“Ini adalah implementasi semangat Guyub Ngawangun Galuh. Setiap OPD saling mendukung sesuai tugas dan kewenangannya agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ciamis Raden Ega Anggara Al Kautsar, SH, MM melalui Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, menegaskan penyiraman tanaman merupakan bagian dari strategi pencegahan yang juga menjadi tugas Damkar.
Menurutnya, musim kemarau menyebabkan rumput dan tanaman lebih cepat mengering. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi keindahan taman, tetapi juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan maupun kebakaran ruang terbuka.
“DNA Damkar bukan hanya memadamkan api ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga melakukan pencegahan agar kebakaran tidak sampai terjadi. Salah satunya melalui penyiraman tanaman dan rumput yang mulai mengering saat musim kemarau,” kata Budi.
Ia menjelaskan, vegetasi yang kering sangat mudah terbakar apabila terkena puntung rokok, percikan api, maupun sumber panas lainnya. Karena itu, menjaga kelembapan tanaman menjadi langkah preventif untuk meminimalkan risiko kebakaran.
“Kalau rumput sudah mengering, potensi terbakar akan lebih tinggi. Dengan penyiraman, kami berupaya menjaga kelembapan tanaman sehingga risiko tersebut bisa ditekan. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanggulangan,” ujarnya.
Budi memastikan kegiatan tersebut tidak mengganggu tugas utama Damkar dalam memberikan pelayanan darurat kepada masyarakat. Seluruh personel dan armada tetap berada dalam kondisi siaga apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran maupun operasi penyelamatan.
“Kegiatan ini dilakukan ketika kondisi personel dan armada memungkinkan. Jika ada laporan kebakaran atau penyelamatan, tentu petugas akan langsung bergerak menjalankan tugas utama,” jelasnya.
Penyiraman sengaja dilakukan pada malam hari karena dinilai lebih efektif. Selain mengurangi penguapan akibat suhu panas siang hari, air juga dapat terserap lebih optimal oleh tanah sehingga memberi manfaat lebih besar bagi tanaman.
Melalui kolaborasi DPRKPLH dan Damkar Satpol PP, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap kawasan Alun-alun Ciamis tetap terjaga sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman, sejuk, dan aman bagi masyarakat. Di balik aktivitas yang tampak sederhana itu, tersimpan pesan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, dan pencegahan menjadi langkah awal untuk menghindari bencana.

















