• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Di Tengah Ramainya PPPK Mundur di Berbagai Daerah, Ciamis Hanya Catat 14 Kasus, Ini Penyebabnya.

bydejurnalcom
Kamis, 16 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
Di Tengah Ramainya PPPK Mundur di Berbagai Daerah, Ciamis Hanya Catat 14 Kasus, Ini Penyebabnya.
ShareTweetSend

Ciamis, deJurnal,- Fenomena pengunduran diri Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang belakangan menjadi sorotan di sejumlah daerah ternyata juga terjadi di Kabupaten Ciamis.

Namun, jumlahnya jauh lebih sedikit. Hingga pertengahan 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis mencatat hanya 14 PPPK yang mengundurkan diri, dengan alasan yang didominasi faktor pribadi dan peluang karier yang lebih baik, bukan karena persoalan promosi jabatan maupun sistem kepegawaian.

Fakta tersebut disampaikan Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis, Tini Lastiniwati, didampingi Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian Rifki Arifin, saat ditemui di kantornya Rabu (15/07/2026)

BacaJuga :

HUT Pramuka ke-65, Ciamis Bidik Generasi Beriman, Peduli dan Produktif

Pramuka Ciamis Siapkan Petugas Protokol Profesional dan Humanis

Rp2,24 Triliun Berputar Lewat 3.570 Agen BRILink, BRI Perkuat Akses Keuangan Masyarakat Purwakarta

Tini menjelaskan, dari belasan PPPK yang mengundurkan diri, mayoritas merupakan PPPK paruh waktu. Mereka memilih mengakhiri masa kerjanya setelah diterima bekerja di perusahaan swasta maupun karena alasan keluarga, seperti mengikuti suami atau istri yang berpindah domisili.

“Untuk yang pensiun dini tidak ada. Yang ada memang pengunduran diri. Kebanyakan alasannya karena mendapatkan pekerjaan lain yang dianggap lebih sesuai. Ada yang diterima di perusahaan swasta, Sekolah Rakyat ada juga yang mengundurkan diri karena alasan keluarga, misalnya mengikuti suami atau istri,” ujar Tini.

Menurutnya, setiap pengunduran diri diproses sesuai ketentuan yang berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). BKPSDM melakukan pemeriksaan administrasi sebelum menerbitkan keputusan pemberhentian.

“Jika seluruh prosedurnya sudah selesai dan keputusan mengundurkan dirinya sudah final, pemerintah tentu tidak bisa memaksakan seseorang untuk tetap bekerja,” katanya.

Formasi Kosong Belum Bisa Langsung Diganti

Pengunduran diri PPPK otomatis menimbulkan kekosongan formasi di sejumlah perangkat daerah. Namun, Tini menegaskan posisi tersebut tidak bisa langsung diisi oleh tenaga non-ASN maupun tenaga outsourcing.

Menurutnya, pengisian kembali harus melalui mekanisme pengadaan ASN yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kita tidak bisa langsung mengganti. Pengisiannya harus melalui pengadaan ASN berikutnya, sehingga kebutuhan formasi itu akan kembali diusulkan kepada Kementerian PANRB,” jelasnya.

Sambil menunggu kebijakan pengadaan berikutnya, BKPSDM akan mengevaluasi kebutuhan pegawai di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jika terjadi kekurangan personel, pimpinan OPD diminta melakukan penyesuaian pembagian tugas agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Bantah Isu ASN Mundur karena Karier Mandek

Di tengah munculnya isu yang menyebut ada ASN memilih mengundurkan diri karena sulit memperoleh promosi jabatan atau harus memiliki “orang dalam”, BKPSDM Ciamis memastikan isu tersebut tidak benar.

Tini menegaskan tidak ada satu pun PPPK maupun ASN yang mengundurkan diri dengan alasan kecewa terhadap promosi jabatan atau kenaikan pangkat.

“Tidak ada yang mengundurkan diri karena tidak naik jabatan ataupun tidak naik pangkat,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh proses promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis dilakukan berdasarkan sistem merit yang mengedepankan kompetensi, rekam jejak, kinerja, serta kebutuhan organisasi.

“Jabatan itu amanah. Ketika seseorang belum mendapatkan jabatan tertentu, artinya belum dipercaya untuk mengemban amanah tersebut. Jadi bukan karena harus punya orang dalam,” ujarnya.

Sistem Merit Terus Diperkuat

Tini mengatakan penerapan sistem merit di Kabupaten Ciamis berjalan sesuai ketentuan. Meski demikian, pemerintah daerah masih terus menyempurnakan pemetaan kompetensi ASN sebagai bagian dari implementasi manajemen talenta.

Saat ini, proses pemetaan kompetensi terhadap ribuan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis masih dilakukan secara bertahap mengikuti ketentuan terbaru dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Jumlah ASN kita cukup banyak sehingga pemetaan kompetensi dilakukan secara bertahap. Ini menjadi bagian penting dalam penempatan pegawai yang benar-benar sesuai kompetensinya,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai pelatihan, seminar, pendidikan maupun pembelajaran mandiri yang kini semakin mudah diakses secara daring.

“Kami selalu mendorong ASN agar terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Kesempatan mengikuti pelatihan sekarang semakin terbuka, baik yang diselenggarakan BKN maupun BKPSDM,” ujarnya.

PPPK Paruh Waktu Boleh Melamar Pekerjaan Lain

Sementara itu Tini juga menjelaskan bahwa PPPK paruh waktu memang diperbolehkan mengikuti seleksi pekerjaan lain, termasuk seleksi CASN maupun pekerjaan di sektor swasta, selama memperoleh izin dari pimpinan.

Karena itu, menurutnya, pengunduran diri beberapa PPPK Paruh Waktu setelah diterima bekerja di tempat lain merupakan hal yang diperbolehkan sesuai ketentuan.

“PPPK paruh waktu memang diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi pekerjaan lain. Ketika diterima dan memutuskan berpindah, maka status PPPK-nya dilepas melalui mekanisme yang berlaku,” jelas Tini

Ia menambahkan, besaran gaji PPPK paruh waktu saat ini juga telah mengacu pada Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025, yakni disesuaikan dengan penghasilan yang diterima saat masih berstatus tenaga non-ASN.

Masih Menunggu Aturan Pengembangan Karier PPPK

Di sisi lain, Tini mengakui regulasi mengenai pengembangan karier PPPK hingga saat ini masih menunggu aturan turunan dari Undang-Undang ASN.

Menurut Tini, regulasi tersebut nantinya akan mengatur secara lebih rinci mengenai jenjang karier, pengembangan kompetensi, hingga hak-hak PPPK, termasuk aspek pensiun.

“Kami berharap aturan turunannya segera diterbitkan sehingga ada kepastian mengenai pengembangan karier PPPK ke depan. Dengan begitu, manajemen ASN, khususnya PPPK, akan semakin jelas dan terarah,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Spanyol vs Prancis di Piala Dunia 2026, Pemkab Garut Fasilitasi Warga Nobar di Aula Pendopo

Next Post

Disdukcapil Ciamis Perkuat Sinergi dengan Kemenag, Percepat Pembaruan Status Perkawinan Warga

Related Posts

Jalan Sehat Warnai Puncak HUT RI ke-81 Kelurahan Ciamis
deNews

Jalan Sehat Warnai Puncak HUT RI ke-81 Kelurahan Ciamis

Minggu, 30 Agustus 2026
Ketua GCP Purwakarta Ahmad Sungkawa,  Dalam Raker Tegaskan Pentingnya Soliditas dan Kepedulian Sosial
deHumaniti

Ketua GCP Purwakarta Ahmad Sungkawa, Dalam Raker Tegaskan Pentingnya Soliditas dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 29 Agustus 2026
Dalam Rangka Menjaga Kamseltibcarlantas, Satlantas Polres Garut Melaksanakan Penindakan Terhadap Kendaraan Yang Menggunakan Knalpot Brong
deNews

Dalam Rangka Menjaga Kamseltibcarlantas, Satlantas Polres Garut Melaksanakan Penindakan Terhadap Kendaraan Yang Menggunakan Knalpot Brong

Sabtu, 29 Agustus 2026
HUT Pramuka ke-65, Ciamis Bidik Generasi Beriman, Peduli dan Produktif
deNews

HUT Pramuka ke-65, Ciamis Bidik Generasi Beriman, Peduli dan Produktif

Sabtu, 29 Agustus 2026
Pramuka Ciamis Siapkan Petugas Protokol Profesional dan Humanis
deNews

Pramuka Ciamis Siapkan Petugas Protokol Profesional dan Humanis

Sabtu, 29 Agustus 2026
Rp2,24 Triliun Berputar Lewat 3.570 Agen BRILink, BRI Perkuat Akses Keuangan Masyarakat Purwakarta
deNews

Rp2,24 Triliun Berputar Lewat 3.570 Agen BRILink, BRI Perkuat Akses Keuangan Masyarakat Purwakarta

Sabtu, 29 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Dana CSR Perusahaan Kandang Ayam Manggis Kepada Warga Jamali Belum Signifikan?

Minggu, 3 November 2019

Cerita Warga : Situs Makam Tumenggung Ardikusumah di Garut Disebut Makam Astana Kalong

Jumat, 30 Juni 2023

KabarDaerah

Update Covid-19 Purwakarta : PDP Bertambah 2 Orang, Positif 15

Sabtu, 2 Mei 2020
Foto : Bupati Ciamis Dr. H Herdiat Sunarya saat menanggapi sejumlah aspirasi perwakilan Dapil PPDI saat silaturahmi Akbar .Sabtu (1704/2025)

Perwakilan Dapil Sampaikan Aspirasi, Herdiat : Jangan Hanya Bicara Hak Harus Sadar Kewajiban

Kamis, 17 April 2025

Di Sukabumi Para Kades Mengeluh, Carut Marut Data Warga Miskin Masih Dipakai Acuan

Sabtu, 2 Mei 2020
Sekdes Desa Cangkuang Kulon Kecamatan Dayeuhkolot, Gun Gun H.  Permana

Idealnya Desa Cangkuang Kulon Dimekarkan, Satunya Jadi Kelurahan

Kamis, 10 April 2025

Pasar Leuwi Panjang Guna Pencegahan Covid-19, Dilakukan Penyemprotan Disinfektan Rutin

Kamis, 17 September 2020

Erik Kridasetia Beri Bantuan Korban Banjir Desa Ciparay Paska Meluapnya Sungai Ciseel

Senin, 14 November 2022

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste