• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Juli 16, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Di Tengah Ramainya PPPK Mundur di Berbagai Daerah, Ciamis Hanya Catat 14 Kasus, Ini Penyebabnya.

bydejurnalcom
Kamis, 16 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
Di Tengah Ramainya PPPK Mundur di Berbagai Daerah, Ciamis Hanya Catat 14 Kasus, Ini Penyebabnya.
ShareTweetSend

Ciamis, deJurnal,- Fenomena pengunduran diri Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang belakangan menjadi sorotan di sejumlah daerah ternyata juga terjadi di Kabupaten Ciamis.

Namun, jumlahnya jauh lebih sedikit. Hingga pertengahan 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis mencatat hanya 14 PPPK yang mengundurkan diri, dengan alasan yang didominasi faktor pribadi dan peluang karier yang lebih baik, bukan karena persoalan promosi jabatan maupun sistem kepegawaian.

Fakta tersebut disampaikan Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis, Tini Lastiniwati, didampingi Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian Rifki Arifin, saat ditemui di kantornya Rabu (15/07/2026)

BacaJuga :

Serahkan 1000 Sertipikat PTSL di Paseh, Kepala BPN: Berikan Kepastian Hukum dan Tingkatkan Nilai Ekonomi Tanah

Anggota Komisi II DPR RI, Kang Aher Minta Kepala Desa Dukung Penuh Program PTSL

FGPCR Akan Kembali Datangi Kejari Ciamis, Tegaskan Pengawasan Program MBG Harus Tetap Berjalan

Tini menjelaskan, dari belasan PPPK yang mengundurkan diri, mayoritas merupakan PPPK paruh waktu. Mereka memilih mengakhiri masa kerjanya setelah diterima bekerja di perusahaan swasta maupun karena alasan keluarga, seperti mengikuti suami atau istri yang berpindah domisili.

“Untuk yang pensiun dini tidak ada. Yang ada memang pengunduran diri. Kebanyakan alasannya karena mendapatkan pekerjaan lain yang dianggap lebih sesuai. Ada yang diterima di perusahaan swasta, Sekolah Rakyat ada juga yang mengundurkan diri karena alasan keluarga, misalnya mengikuti suami atau istri,” ujar Tini.

Menurutnya, setiap pengunduran diri diproses sesuai ketentuan yang berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). BKPSDM melakukan pemeriksaan administrasi sebelum menerbitkan keputusan pemberhentian.

“Jika seluruh prosedurnya sudah selesai dan keputusan mengundurkan dirinya sudah final, pemerintah tentu tidak bisa memaksakan seseorang untuk tetap bekerja,” katanya.

Formasi Kosong Belum Bisa Langsung Diganti

Pengunduran diri PPPK otomatis menimbulkan kekosongan formasi di sejumlah perangkat daerah. Namun, Tini menegaskan posisi tersebut tidak bisa langsung diisi oleh tenaga non-ASN maupun tenaga outsourcing.

Menurutnya, pengisian kembali harus melalui mekanisme pengadaan ASN yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kita tidak bisa langsung mengganti. Pengisiannya harus melalui pengadaan ASN berikutnya, sehingga kebutuhan formasi itu akan kembali diusulkan kepada Kementerian PANRB,” jelasnya.

Sambil menunggu kebijakan pengadaan berikutnya, BKPSDM akan mengevaluasi kebutuhan pegawai di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jika terjadi kekurangan personel, pimpinan OPD diminta melakukan penyesuaian pembagian tugas agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Bantah Isu ASN Mundur karena Karier Mandek

Di tengah munculnya isu yang menyebut ada ASN memilih mengundurkan diri karena sulit memperoleh promosi jabatan atau harus memiliki “orang dalam”, BKPSDM Ciamis memastikan isu tersebut tidak benar.

Tini menegaskan tidak ada satu pun PPPK maupun ASN yang mengundurkan diri dengan alasan kecewa terhadap promosi jabatan atau kenaikan pangkat.

“Tidak ada yang mengundurkan diri karena tidak naik jabatan ataupun tidak naik pangkat,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh proses promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis dilakukan berdasarkan sistem merit yang mengedepankan kompetensi, rekam jejak, kinerja, serta kebutuhan organisasi.

“Jabatan itu amanah. Ketika seseorang belum mendapatkan jabatan tertentu, artinya belum dipercaya untuk mengemban amanah tersebut. Jadi bukan karena harus punya orang dalam,” ujarnya.

Sistem Merit Terus Diperkuat

Tini mengatakan penerapan sistem merit di Kabupaten Ciamis berjalan sesuai ketentuan. Meski demikian, pemerintah daerah masih terus menyempurnakan pemetaan kompetensi ASN sebagai bagian dari implementasi manajemen talenta.

Saat ini, proses pemetaan kompetensi terhadap ribuan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis masih dilakukan secara bertahap mengikuti ketentuan terbaru dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Jumlah ASN kita cukup banyak sehingga pemetaan kompetensi dilakukan secara bertahap. Ini menjadi bagian penting dalam penempatan pegawai yang benar-benar sesuai kompetensinya,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai pelatihan, seminar, pendidikan maupun pembelajaran mandiri yang kini semakin mudah diakses secara daring.

“Kami selalu mendorong ASN agar terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Kesempatan mengikuti pelatihan sekarang semakin terbuka, baik yang diselenggarakan BKN maupun BKPSDM,” ujarnya.

PPPK Paruh Waktu Boleh Melamar Pekerjaan Lain

Sementara itu Tini juga menjelaskan bahwa PPPK paruh waktu memang diperbolehkan mengikuti seleksi pekerjaan lain, termasuk seleksi CASN maupun pekerjaan di sektor swasta, selama memperoleh izin dari pimpinan.

Karena itu, menurutnya, pengunduran diri beberapa PPPK Paruh Waktu setelah diterima bekerja di tempat lain merupakan hal yang diperbolehkan sesuai ketentuan.

“PPPK paruh waktu memang diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi pekerjaan lain. Ketika diterima dan memutuskan berpindah, maka status PPPK-nya dilepas melalui mekanisme yang berlaku,” jelas Tini

Ia menambahkan, besaran gaji PPPK paruh waktu saat ini juga telah mengacu pada Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025, yakni disesuaikan dengan penghasilan yang diterima saat masih berstatus tenaga non-ASN.

Masih Menunggu Aturan Pengembangan Karier PPPK

Di sisi lain, Tini mengakui regulasi mengenai pengembangan karier PPPK hingga saat ini masih menunggu aturan turunan dari Undang-Undang ASN.

Menurut Tini, regulasi tersebut nantinya akan mengatur secara lebih rinci mengenai jenjang karier, pengembangan kompetensi, hingga hak-hak PPPK, termasuk aspek pensiun.

“Kami berharap aturan turunannya segera diterbitkan sehingga ada kepastian mengenai pengembangan karier PPPK ke depan. Dengan begitu, manajemen ASN, khususnya PPPK, akan semakin jelas dan terarah,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Spanyol vs Prancis di Piala Dunia 2026, Pemkab Garut Fasilitasi Warga Nobar di Aula Pendopo

Related Posts

Spanyol vs Prancis di Piala Dunia 2026, Pemkab Garut Fasilitasi Warga Nobar di Aula Pendopo
deNews

Spanyol vs Prancis di Piala Dunia 2026, Pemkab Garut Fasilitasi Warga Nobar di Aula Pendopo

Rabu, 15 Juli 2026
APBDes Terbatas, Wabup Bandung Ali Syakieb Pinta Skala Prioritas Diperkuat
deNews

APBDes Terbatas, Wabup Bandung Ali Syakieb Pinta Skala Prioritas Diperkuat

Rabu, 15 Juli 2026
Wabup  Bandung Ali Syakieb: Sertipikat PTSL Memberi Kepastian Hukum dan Buka Akses Program Pemerintah
deNews

Wabup Bandung Ali Syakieb: Sertipikat PTSL Memberi Kepastian Hukum dan Buka Akses Program Pemerintah

Rabu, 15 Juli 2026
Serahkan 1000 Sertipikat PTSL di Paseh, Kepala BPN: Berikan Kepastian Hukum dan Tingkatkan Nilai Ekonomi Tanah
deNews

Serahkan 1000 Sertipikat PTSL di Paseh, Kepala BPN: Berikan Kepastian Hukum dan Tingkatkan Nilai Ekonomi Tanah

Rabu, 15 Juli 2026
Anggota Komisi II DPR RI, Kang Aher  Minta Kepala Desa Dukung Penuh Program PTSL
deNews

Anggota Komisi II DPR RI, Kang Aher Minta Kepala Desa Dukung Penuh Program PTSL

Rabu, 15 Juli 2026
FGPCR Akan Kembali Datangi Kejari Ciamis, Tegaskan Pengawasan Program MBG Harus Tetap Berjalan
deNews

FGPCR Akan Kembali Datangi Kejari Ciamis, Tegaskan Pengawasan Program MBG Harus Tetap Berjalan

Rabu, 15 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021

Peternakan Ayam Manggis Tepis Tudingan Perusahaan Tak Salurkan CSR

Senin, 4 November 2019

KabarDaerah

DPK Kabupaten Garut Terima SK DPP Gepenta Jabar

Selasa, 6 Maret 2018

GNPK RI Nilai Disdik Garut Tak Profesional Kelola DAK 2020, Terindikasi Mal Administrasi

Selasa, 27 Oktober 2020
Tangkapan layar video, Kepala SMP Negeri 1 Cikidang, Odang Suherman, viral.

Viral Video Pernyataan Seorang Kepala Sekolah Merasa Diperas Oknum, Tokoh Muda Cikidang : Terangkanlah, Pak Guru!

Jumat, 17 Februari 2023
Papan informasi belanja modal pembangunan SMP N 2 Mande yang tak tercantum nilai anggaran proyek.

Belanja Modal Pembangunan Gedung SMPN 2 Mande Tak Cantumkan Nilai Proyek, Dinilai Tak Sesuai Dengan Semangat UU KIP

Kamis, 23 September 2021

Bupati Garut Lantik Dua Kepala Dinas serta 40 ASN Dalam Jabatan Struktural dan Fungsional

Jumat, 20 Februari 2026

Ke-3 Kalinya Kabupaten Purwakarta Raih Penghargaan Natamukti

Kamis, 17 September 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste