CIAMIS, deJurnal,- Pemerintah Kabupaten Ciamis memastikan penanganan terhadap korban kebakaran di Jalan Cipto Mangunkusumo tidak berhenti pada proses pemadaman api.
Tak lama setelah kebakaran berhasil dikendalikan, Dinas Sosial Kabupaten Ciamis melalui Taruna Siaga Bencana (TAGANA) langsung menyalurkan bantuan logistik darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.
Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada warga yang terdampak musibah, sekaligus membantu meringankan beban korban pada masa tanggap darurat.
Kepala Bidang Bantuan dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ace Hidayat, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan segera setelah pihaknya menerima laporan dan hasil asesmen di lokasi kejadian.
“Begitu mendapat informasi adanya kebakaran, kami langsung berkoordinasi dengan anggota TAGANA Kabupaten Ciamis untuk melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada penyintas. Penanganan awal ini penting agar korban tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah musibah yang mereka alami,” ujar Ace, Kamis (16/7/2026).
Bantuan yang disalurkan merupakan paket kebutuhan dasar yang disesuaikan dengan kondisi korban. Bantuan tersebut meliputi satu paket daster, dua paket pakaian dalam perempuan, dua paket pakaian dalam pria, dua paket sembako, satu lembar kasur, dua lembar selimut, serta dua paket sandang anak.
Menurut Ace, kebutuhan sandang, perlengkapan tidur, dan bahan pangan menjadi prioritas pada masa tanggap darurat, mengingat sebagian barang milik korban ikut terdampak kebakaran.
“Yang paling utama adalah memastikan penyintas tetap memiliki kebutuhan pokok untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban sambil menunggu penanganan lanjutan,” katanya.
TAGANA Terus Lakukan Pendampingan
Selain menyalurkan bantuan logistik, TAGANA Kabupaten Ciamis juga melakukan pendampingan kepada korban dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi penyintas.
Hasil asesmen di lapangan akan menjadi dasar bagi Dinas Sosial dalam menentukan langkah penanganan berikutnya apabila masih terdapat kebutuhan yang harus dipenuhi.
Ace menegaskan, Dinas Sosial berkomitmen memberikan layanan perlindungan sosial secara cepat kepada masyarakat yang terdampak bencana, baik bencana alam maupun nonalam.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang mengalami musibah tidak menghadapi kondisi ini sendirian. Pemerintah hadir melalui berbagai bentuk bantuan dan pendampingan agar mereka dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan seperti semula,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama ketika terjadi bencana di lingkungan sekitar.
“Musibah bisa datang kapan saja. Karena itu, semangat gotong royong dan kepedulian sosial perlu terus dijaga. Kami berharap para penyintas diberikan ketabahan dan dapat segera pulih dari musibah yang dialami,” pungkasnya. (Nay Sunarti)
















