CIAMIS, deJurnal,- Meningkatnya potensi kebakaran di musim kemarau mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis memperkuat langkah pencegahan.
Imbauan tersebut disampaikan setelah dalam satu hari, Kamis (16/7/2026), terjadi tiga peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Ciamis, yakni di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Pawindan, dan Desa Cihaurbeuti.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis, R. Ega Anggara Al K., S.H., M.M., mengatakan kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa risiko kebakaran meningkat seiring cuaca panas dan kondisi lingkungan yang semakin kering.
“Musim kemarau tahun ini membutuhkan kewaspadaan yang lebih tinggi. Dalam satu hari saja kami harus menangani beberapa kejadian kebakaran di lokasi yang berbeda. Ini menjadi alarm bagi kita semua agar lebih peduli terhadap upaya pencegahan,” ujar Ega, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, upaya preventif jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Karena itu, Satpol PP melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk melalui penyebaran imbauan yang mengacu pada Surat Edaran Bupati Ciamis Nomor 300.1/1778/Satpolpp.05/2026 tentang Himbauan Pencegahan Kebakaran Saat Musim Kemarau.
Tujuh Langkah Pencegahan
Ega menjelaskan terdapat sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk meminimalkan risiko kebakaran.
Pertama, tidak membakar sampah, ilalang, maupun lahan secara sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin kencang.
Kedua, tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di kebun, hutan, semak, maupun lahan kering karena berpotensi memicu kebakaran.
Ketiga, memastikan kompor, tabung gas, dan instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
Keempat, menjauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar dari sumber api atau panas.
Kelima, mengawasi anak-anak agar tidak bermain korek api, petasan, maupun benda lain yang dapat memicu kebakaran.
Keenam, menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) atau alat pemadam sederhana seperti ember berisi air maupun pasir di rumah dan tempat usaha.
Ketujuh, segera melaporkan kepada petugas apabila melihat asap atau titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Sering kali kebakaran berawal dari hal-hal kecil yang dianggap sepele, seperti kompor yang lupa dimatikan, instalasi listrik yang tidak standar, atau pembakaran sampah yang ditinggalkan. Padahal jika masyarakat lebih waspada, kejadian seperti ini sebenarnya bisa dicegah,” katanya.
Belajar dari Kebakaran di Jalan Cipto
Ega menuturkan salah satu kejadian yang terjadi pada Kamis siang adalah kebakaran di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo.
Berdasarkan dugaan sementara, api berasal dari kompor yang lupa dimatikan saat digunakan memasak sehingga merembet ke bangunan lain.
Peristiwa tersebut berhasil ditangani dengan cepat oleh petugas Damkar yang dibantu BPBD, Kodim 0613/Ciamis, DPUTRP, DPRKPLH, dan Perumdam Tirta Galuh. Berkat respons cepat seluruh unsur, kebakaran dapat dikendalikan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
“Kasus di Jalan Cipto menjadi pelajaran bahwa kelalaian kecil bisa berakibat besar. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala dan selalu memastikan instalasi listrik aman sebelum beraktivitas,” ujarnya.
Ajak Masyarakat Jadi Garda Terdepan Pencegahan
Selain mengandalkan petugas pemadam kebakaran, Ega menegaskan keberhasilan pencegahan kebakaran sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
Ia mengajak seluruh warga untuk segera melapor apabila melihat asap maupun titik api agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran membesar.
“Kecepatan informasi dari masyarakat sangat menentukan. Semakin cepat laporan kami terima, semakin cepat pula petugas dapat bergerak sehingga kebakaran tidak meluas. Pencegahan kebakaran adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ega berharap masyarakat menjadikan momentum musim kemarau sebagai pengingat untuk lebih disiplin dalam penggunaan api maupun instalasi listrik di rumah dan tempat usaha.
“Mencegah kebakaran jauh lebih mudah daripada memadamkannya. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, terutama selama musim kemarau,“ pungkasnya (Nay Sunarti)















